19. Kyle Arnavee.

3.9K 228 15
                                        

Ku menggenggam tangan Cal dengan sangat erat. Mobil Roll Royce berwarna putih milik Cal-yang ku yakini sangat mahal, telah memasuki pelataran Mansion yang menyelenggarakan reuni sekolah Cal.

 Mobil Roll Royce berwarna putih milik Cal-yang ku yakini sangat mahal, telah memasuki pelataran Mansion yang menyelenggarakan reuni sekolah Cal

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mansion ini benar-benar sangat megah. Aku tidak mau menghitung berapa banyak budget yang telah di keluarkan mereka untuk semua ini.

"Calm down. I'm here."

Aku menoleh ke arah Cal dengan sedikit cemas, ku temukan tatapan Cal yang begitu tenang di bola mata birunya. Tatapan tenang yang begitu dalam namun juga membahayakan seperti samudra pasifik.

Dengan tatapannya yang masih mengarah pada ku, Cal membuka mulutnya untuk mengucapkan sesuatu.

"Kau tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Aku akan terus bersamamu." Kata-katanya bagaikan peganganku. Membuat ku tenang, membuat ku merasa terlindungi.

Awalnya aku yang memaksa Cal untuk ikut ke reuni tersebut, tapi entah mengapa, semangat ku menjadi surut, mengingat betapa kelas mereka sangat jauh lebih tinggi dari pada diriku.

Mobil Cal berhenti tepat di depan pintu masuk mansion. Supir Cal membukakan pintu untuk kami keluar. Aku mematung melihat bangunan Megah ini.

Lengan Cal yang dengan possesive melingkari pinggangku membuat ku tetsadar dan ikut melangkah kan kaki ku perlahan.

Aku salah jika mengatakan selera fashion Cal rendahan. Buktinya, malam ini ia telah memilihkan pakaian yang menurut sangat simple namun begitu elegan dan indah.

Black Jumpsuit pilihannya ini benar-benar nyaman di tubuh ku. Dengan rambut di cepol rapi dan riasan wajah gotic sangat cocok untuk penampilan ku saat ini. Syukurlah, aku tidak perlu mengkhawatirkan penampilan ku saat ini.

Aku dan Cal memasuki mansion ini dengan perlahan. Tapi, entah hanya perasaan ku saja atau memang hampir semua pasang mata sedang manatap kami berdua.

Atau, mungkin hanya melihat ke arah Cal?

Demi apapun, ia sangat menawan malam ini

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Demi apapun, ia sangat menawan malam ini. Walaupun harus ku akui ia memang menawan di setiap waktunya, tapi kali ini ketampannya bertambah berkali-kali lipat. Anggap aku berlebihan, tapi itu memang kenyataannya.

Rahangnya yang kemarin sedikit terdapat rambut, kini telah terasa halus. Rambut yang terbiasa di biarkan acak-acakan, kini tertata rapi dengan gel rambut.

"Aku mengkhawatirkan sesuatu." Aku mengerutkan alisnya saat Cal bergumam dengan pelan.

"Apa?" Tanya ku. "Kau mengkhawatirkan hal apa?" Raut wajahnya benar-benar menunjukan raut wajah khawatir, membuat diriku pun ikut menjadi panik.

"Tentang dirimu."

Kerutan di keningku bertambah saat Cal menjawab pertanyaan ku. "Aku?"

Cal merespon dengan dua anggukan.

"Aku khawatir tentang tubuh mu yang tak terlalu terekpose."

Aku menjauhkan diriku dari Cal. Huh? Apa-apaan pria itu. Tadi ia melarangku menganakan pakaian ini itu. Tapi, sekarang? Ia malah khawatir tentang tubuh ku yang tak terekpose.

"Karena aku takut ternyata hal itu membuat semua pria disini penasaran pada mu." Setelah mengatakan itu, senyum jahil Cal timbul.

Argh! Pria itu bisa-bisanya membuat serangkaian kata-kata romantis di situasi seperti ini. Langsung saja aku mencubit pinggangnya yang di balas dengan aduhan geli dari mulutnya. Tak pungkiri tawa ku mulai berderai. Dan sedetik kemudian aku mulai menyesali aksi ku itu, karena ku lihat semua mata dari wanita disini menatap ku sangat sinis.

"Biarkan mereka, Ale." Aku tersenyum kecil saat Cal berkata seperti itu tanpa memandang ku. Aku tahu, ia menyadari tatapan itu sama seperti ku.

"Mansion ini sangat megah. Apa kau tau siapa tuan rumahnya?" Aku mencoba mengubah topik pembicaraan. Mata ku mulai menjelejahi setiap centi dari arsitektur bangunan ini.

"Tuan rumahnya ada di sebalah mu." Jawab Cal. Aku kembali menoleh ke kanan kiri dengan cepat. Tidak ada siapapun di sebelah ku selain dirinya.

"Siapa?" Aku kembali menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari sang tuan rumah yang katanya berada di dekat ku.

"Yang sedang kau peluk."

Dengan reflek aku melihat tanganku yang sedang melingkari pinggang Cal.

"Kau?" Tanya ku dengan tidak percaya. "Kau pemilik mansion ini?" Tanya ku lagi masuh dengan nada yang sulit di percaya.

"Why? Kau tidak percaya jika Mansion yang katamu 'megah' ini adalah milikku?" Katanya dengen sedikit nada ketus dan sangat menekan kata megah yang ia ucapkan.

Aku tidak mungkin tidak percaya jika ini adalah mansion milik Cal. Bahkan aku yakin jika ini hanya salah satu Mansionnya dia antara belasan mansion nya yang lain.

"Tentu saja aku percaya jika mansion 'megah' ini adalah milikmu." Aku kembali membalas kata megah seperti yang ia lakukan tadi.

"Tapi, mana mungkin kau berniat tidak hadir jika kau lah sang tuang rumah?" Aku menatapnya tidak habis pikir. Ahh, pantas saja kami di tatap seperti itu saat pertama kali masuk, ternyata pria aneh ini adalah sang tuan rumahnya. Tapi, tanpa itu pun, Cal selalu bisa mencuri perhatian dimana pun.

"Bisa saja lah. Aku kan 'sang tuan rumah'." Ia membalas ucapan ku dengan kata yang kembali ia tekan.

"Ugh!" Aku memutar bola mata ku sebal. Ada saja jawaban yang ia lontarkan untuk ku.

"Dasar kau--"

"CAL!!"

Aku dan Cal secara serempak menoleh ke arah asal suara. Terlihat tiga orang pria dan dua orang wanita yang sedang menghampiri kami kemari.

Dua wanita yang perpakaian dengan belahan dada yang sangat rendah. Satu pria yang memakai tuxedo biru, satu pria yang memakai dasi kupu-kupu merah, dan..

Tunggu, aku mengenali rambut itu.

Jangan katakan pada ku bahwa itu benar-benar dia. Jangan.

Aku sangat mengenali rambut cokelat tembaga itu. Rambut cokelat tembaga milik Pria yang pernah mengukir namanya di hatiku, yang pernah terus bermain di dalam pikiran ku, yang pernah selalu berada dekat ku.

Kyle Arnavee.

***

Sorry bgt kalo part ini bad :(
Jangan lupa vote dan kasih saran dan kritik ;)

Bilary.

#110917

My MASTER IS STRANGER [ON HOLD]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang