"Undangan apa ini?" Aku mengambil sebuah undangan berwarna hitam dengan ukiran perak di sekitarnya. Aku mengalihkan pandangan ku kepada Cal yang sedang terduduk manis di sofa sambil menonton televisi.
"Seperti biasa. Hanya undangan reuni." Cal berkata dengan malasnya sambil memakan kue kering yang aku buat kemarin.
Mendengar ucapannya, dengan otomatis aku membulatkan mata ku takjub. "Oh ya? Apa kau akan datang?"
Aku dengan cepat mengambil posisi di samping dirinya sambil menatapnya dengan harapan. Dan seketika harapan itu hancur saat dengan ringannya Cal menggeleng.
"Why?" Pekik ku tak terima atas responnya.
Cal menoleh kearah ku dengan kesal, ia menutup kupingnya sambil melayangkan tatapan belatinya.
Melihat ekspresinya yang seperti itu membuat ku sekitika ingin tertawa.
"Itu hanya undangan reuni, sayang. Aku hanya malas bertemu mereka yang hanya mencari muka." Mendengar ucapannya membuat bibir ku meleleh-cemberut.
"Walaupun aku memohon?" Ujar ku dengan nada meminta sambil menyatukan jariku seperti berdoa.
Cal kembali memakan kue kering sambil kembali melihat kelayar televisi.
"Caaaaal...,"
Cal menoleh ke arah ku dengan tampang yang sangat datar, membuat diriku menjadi menciut seketika. Dengan perlahan aku menurunkan tautan tangan ku, gigitan kecil mulai kulakukan pada bibir dalam ku.
Kau tidak bisa memaksanya, Ale. Jangan bertingkah seperti seorang jalang sungguhan. Dan berhenti lah merengek. Karena, hanya kemungkinan kecil Cal akan mendengar kan mu.
Karena tidak ada suara apa pun yang keluar dari mulutnya, membuat diriku menyimpulkan bahwa kepitusannya tidak akan berubah.
Lalu dengan perlahan aku membetulkan posisi dudukku. Bersila di atas sofa sambil melihat televisi dengan pikiran berkecamuk.
Baru beberapa detik aku berada di posisi ku sekarang ini. Ku rasakan satu tangkupan tangan di kedua pipiku, dan tangkupan tangan itu memaksa ku untuk menoleh ke arah sumber tangkupan tersebut. Alhasil, Mata ku membulat, dan bibir ku pun seperti moncong akibat jepitan ibu jari dan empat jari yang berada di pipiku.
Lalu tepat di depan wajah ku, kulihat Cal tersenyum dengan lebar.
"Aku tak akan bisa menolak mu, sayang."
Mendengar ucapannya, tentu saja aku merasa terkejut, dan tidak bisa kupungkiri rasa senang menyerang ku.
Lalu kurasakan gigitan super kilat yang di lakukan Cal terhadap hidungku.
Di saat banyak pria mengincar bibir untuk di gigit, ia malah memilih mengigit hidungku.
Dan yang pasti aku tahu, bahwa pipiku memerah.
***
Hulla!!
Sebenernya agak malu si nongol lagi dengan membawa part yang pendek. Ya, tapi mau gimana? Aku banyak banget tugas sekolah.
Aku berangkat sekolah jam 6 pagi, dan pulang jam 3 dan lanjut eskul dan nyampe rumah jam set 6 bahkan magrib. Kalian yang udah masuk SMA ngerti doong pastinyaaaaa rasanyaaa 😂
Dan ya, aku masih SMA. Hehe, maaf kalo tulisan ku masih jelek.
Aku pengen banget dapet jalur undangan ptn, tapi aku bakal usahain bakal sesering mungkin update walaupun mungkin ga panjang panjang part nya...
Bilary.
#060917
KAMU SEDANG MEMBACA
My MASTER IS STRANGER [ON HOLD]
ChickLit[Highest Rank #61 on ChickLit] Jika di jual oleh Ayah mu sendiri sudah sangat buruk, bagaimana jika kau di jual lagi oleh orang yang membeli mu tadi? Itu yang ku alami. Di jual dan di jadikan peliharaan oleh seorang Pria mapan yang sialnya juga tamp...
![My MASTER IS STRANGER [ON HOLD]](https://img.wattpad.com/cover/113106238-64-k835623.jpg)