"Bisa kita hentikan semua ini dan berangkat?" Aku melipat kedua tangan ku di depan dada sambil memicingkan mata sebal ke arah Cal.
Penyakitnya kembali kambuh. "Tapi, pakaian mu masih belum membuat ku puas." Cal menjawab dengan nada yang ia tekan.
"Saat kita dinner waktu itu, kau juga menyuruh ku berganti pakaian berkali-kali. Lalu sekarang kau mau aku bergantian pakaian sampai berapa kali lagi?" Aku berdecak pinggang sambil menatap sebal ke arahnya.
Lalu, ku lihat Cal menaikan bahunya dengan santai dan responnya itu membuat kegeraman ku padanya meningkat berkali-kali lipat.
"C'mon." Aku berujar dengan suara yang sangat frustrasi. Cal tetap bergeming di tempatnya, menatap ku dengan tatapan tak pedulinya.
"Tidak selama kau belum mengganti pakaian mu yang tak pantas." Cal menggeleng dengab tegas, sedangkan aku membelakan mata ku.
Apa pria itu bilang? Tidak pantas?
Apa mengembungkan pipi ku dengan sebal. Apa pria itu tidak tahu yang namanya style?
Aku menghembus kan napas ku kesal, dan melihat ke segala arah krcuali dirinya.
Ku tak hirau kan Cal yang sedang melangkah maju. Perlahan ku rasakan sentuhan telapak tangan Cal yang mulai menangkup pipi ku. Memaksa ku menengok ke arahnya.
"Aku tahu apa yang kau pikirkan."
Mendengar ucapannya membuat aku menetralkan wajah ku menjadi datar.
"Terserah jika kau berkata aku tidak tahu soal fashion dan membuat mu tidak bebas. Tapi, aku tidak mementingkan pendapatmu,"
Cal menggantung ucapannya, membuat rasa penasaranku menjadi lebih tinggi padanya.
Aku menatap mata biru milik Cal, wajahnya yang sekarang ini sangat dekat dengan ku, aku bisa merasakan deru napasnya menerpa kulitku. Napasnya yang berbau wangi membuat aku ingin menghirupnya terus-menerus seperti candu.
"Aku mengetahui dunia ku, Ale. Jika kau ingin ke tempat reuni itu, turuti kata-kata ku. Karena tempat itu tak seindah yang kau pikirkan."
"Aku hanya tak ingin kau di rendahkan."
"Tampil berkelas bukan berarti kau harus mengekspos lekuk tubuh mu."
Aku terdiam mendengar ucapan Cal.
Ia benar. Cal menyadarkan ku. Aku kembali mengingat hubungan ku dengan seseorang yang kaya raya seperti dirinya. Bahwa yang ku tahu, hubungan para konglomerat itu tak seindah yang terlihat.
Ku rasakan tangan Cal mulai merayap kepundak ku, lalu beralih kepunggungku membuat diriku berada di dalam dekapannya. Dagunya ia letakkan di atas kepalaku membuat diriku merasa pas di dalam pelukannya.
"Kau special, Ale. Kau tidak perlu menunjukan tubuhmu jika suara mu saja bisa membuat hati bergetar."
***
Bilary.
#090917
KAMU SEDANG MEMBACA
My MASTER IS STRANGER [ON HOLD]
ChickLit[Highest Rank #61 on ChickLit] Jika di jual oleh Ayah mu sendiri sudah sangat buruk, bagaimana jika kau di jual lagi oleh orang yang membeli mu tadi? Itu yang ku alami. Di jual dan di jadikan peliharaan oleh seorang Pria mapan yang sialnya juga tamp...
![My MASTER IS STRANGER [ON HOLD]](https://img.wattpad.com/cover/113106238-64-k835623.jpg)