14. Love at a first sigh.

4.9K 290 23
                                        

14. Love at first sight.

"Silahkan duduk, my queen."

Aku menahan senyum ku saat Cal mempersilahkan ku duduk, apa lagi dengan perkataannya yang seakan menyanjung ku.

Cal pun juga ikut mendaratkan bokongnya di bangku hadapan ku. Wajahnya terlihat bercahaya karena cahaya lampu yang di letakan di pohon dan lantai kayu restaurant ini.

Aku menggigit bibirku dan memandang kearah lain dengan tidak nyaman saat Cal terus menatap kearah ku.

"Kau terlihat tidak nyaman. Apa aku perlu memesan seluruh tempat ini untuk kita berdua?"

Saat mendengar pertanyaannya dengan otomatis aku menoleh padanya dengan raut wajah paling tidak tersiap yang pernah ku punya.

"Tidak, itu tidak perlu. Aku nyaman dengan ke ramaian ini." Aku paksakan senyum tidak apa-apa terukir di bibir ku. Lalu dengan sedikit linglung aku menggaruk tengkukku yang tak gatal lalu melihat kearah lain lagi.

Dasar pria bodoh! Aku bukan tak nyaman dengan suasana ini, tapi aku hanya tak nyaman dengan tatapan yang seakan menelanjangi diriku.

Aku tidak berani melihat mu, karena kau adalah pria yang manis sekaligus berbahaya.

Look at him! Dia tersenyum manis sambil memandang ku! Telapak tangannya di jadikan tumpuan untuk menopang kepalanya. Dan raut wajahnya terlihat santai seperti itu bukan lah hal besar untuknya. Tak sadar kah dirinya, bahwa aku merasa seperti tulang punggung ku mengilang?!

Restaurant yang kami datangi memang sama seperti restaurant lainnya. Restaurant ini terbagi dalam dua bagian, indoor dan outdoor, dan Cal ternyata sudah merevervasikan satu meja yang berisakan dua bangku untuk kami di bagian outdoor.

Kebanyakan yang datang ke restaurant ini adalah sepasang kekasih atau sebuah keluarga. Restaurant ini cukup ramai dan tentu juga terlihat berkelas-karena memang itu gaya seorang Cloullen.

 Restaurant ini cukup ramai dan tentu juga terlihat berkelas-karena memang itu gaya seorang Cloullen

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Memangnya kau tidak ada pekerjaan penting? Bukan kah orang kaya itu selalu sibuk?"

Ya, baru terlintas di kepala ku bahwa Billionaire pastilah orang yang sangat sibuk. Mengapa Cal sempat-sempatnya mengajak ku makan malam? Padahal ku kira ia akan langsung meninggal kan aku ke kantornya.

Ku dengar suara kekehan dari arah depan ku, membuat diriku mengangkat alis ku bingung.

Ku lihat Cal menegak kan punggungnya ke senderan kursi, jari-jari tanganya ia tautkan menjadi satu. "Aku itu seorang milyuner, Ale. Aku juga butuh kehidupan, bukan hanya butuh uang. Aku sudah terlatih disiplin, dan itu harus."

Aku kebalikannya dari Cal, aku malah mencondongkan tubuh ku, merasa tertarik akan ucapannya. "Maksud mu?"

Ku lihat Cal menipiskan bibirnya menjadi satu garis. "Jika kau ingin menjadi orang yang sukses. Kau harus bisa menguasai waktu, jangan sampai waktu yang memperbudak mu. Dengan kata lain aku sudah mengurus semua perkerjaan ku, termasuk memperhatikan mu saat tertidur." Cal mengedipkan sebelah matanya saat di ujung kalimat.

Dengan otomatis ku rasakan pipi ku memenas antara merona tersipu malu atau merona karena mengingat tingkah bodoh ku yang waktu aku terjatuh dari ranjang. Tapi, dengan secepat mungkin aku kembali menguasai raut wajah ku agar netral kembali.

Aku sedikit berdeham. "Mengapa kau mengajakku dinner? Maksud ku, bukan kah kita itu benar-benar orang asing?"

Pertanyaan yang tepat. Ini adalah kondisi yang sangat mendukung untuk menanyakan hal tersebut. Alasan mengapa Cal bisa begitu manis pada ku, padahal kami hanyalah dua orang asing yang kebetulan saling kenal.

Ku lihat Cal mulai mencondongkan tubuhnya ke depan. "Um, kau tahu kan apa itu Cinta Pandang Pertama?"

Ku rasakan tubuh ku mulai menegang dengan lambat. Aku menjawab pertanyaannya dengan anggukan kaku yang ku usahakan tidak begitu ketara.

"Itu lah yang ku rasakan pada mu."

Ku lihat Cal tersenyum di depan sana saat mengucapkan kalimat tersebut. Ia terlihat santai saat mengucapkannya, kebalikan dengan ku yang sudah terdiam mematung.

Cinta?

Seperti tertampar pada sebuah kenyataan, perempuan di dalam diriku meneriaki ku dengan begitu kencang.

Bodoh kau, Ale! Kau tak perlu menegang, Pria aneh itu hanya bercanda!


"Liar." Desis ku padanya. Aku melayangkan tatapan sinis ku padanya. Pertanda, bahwa aku sudah bisa menebak kebohongannya itu.

Ku dengan tawa Cal menderai. Dan satu kalimat dari mulutmya mampu membuat ku tersenyum kecut.

"Ya, kau benar. Aku berbohong."

Aku tahu, Cal.

Cinta pandangan pertama itu tidak mungkin ada menurut ku. Karena, yang sudah lama mengenal saja, belum tentu bertahan.

Yang selalu bergandengan tangan saja, bisa terlepas kapan saja tanpa sebab.

Dan kadang, yang sudah percaya saling mencintai, bisa saling meninggalkan.

"Tapi, tenang saja. Aku berjanji pada mu, jika makan malam ini adalah makan malam khusus untuk kita berdua. Tidak akan ada yang mengangganggu kita. Aku janjikan itu pada mu."

Aku melihat tatapan matanya yang terlihat sangat serius saat mengucapkan hal itu. Ucapan janji yang sampai ia ucapkan dua kali.

Dan aku pun tenggelam pada bola mata birunya yang bagaikan kolam yang dalam.

***

Bilary♔

Published : 23 Juli 2017

My MASTER IS STRANGER [ON HOLD]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang