6. Alasannya karena anu.

15K 601 5
                                        

=> 6. Alasannya karena anu. <=

Author pov

🎐🎐🎐

Rumah tangga Ken dan Dara kembali tentram. Sekarang mereka sudah seranjang lagi. Ena-ena juga udah jalan. Pokoknya kehidupan Ken dan Dara udah kembali seperti semula. Ya walaupun awalnya canggung, tapi setelah tiga hari nggak ada rasa canggung lagi. rutinitas tambahan setiap pagi, sebelum berangkat kuliah, harus cium Dara dulu. Nggak papa sih! Ken juga doyan kok, masalahnya kalau udah ciuman biasanya Ken susah berhenti. Nah itu masalahnya! Selain dari itu semua terkendali dengan baik.

Ken kembali mencari pekerjaan baru. Dia baru saja dipecat dari pekerjaan lama karena dia sudah bolos beberapa hari. Ken terima dengan lapang dada karena itu juga murni kesalahannya. Nggak papa kehilangan kerjaan, daripada kehilangan istri? Mau melampiaskan napsunya kemana kalau nggak ada Dara? Sama guling? Ya kali, bukannya puas malah biru-biru karena nggak klimaks.

Pada akhirnya Ken mendapat pekerjaan di sebuah toko serba guna. Karena pekerjaan itu mengharuskan dia bekerja di jam siang, makanya Ken menyiasatinya dengan mengambil kuliah sore hari.

Ken sejak mulai bekerja sudah ditempatkan di bagian gudang. Tapi kebetulan hari ini salah satu penjaga kasir sedang libur, dan karena kurangnya tenaga kerja apalagi yang berpendidikan dan tau komputer, jadilah Ken menjaga kasir seharian ini.

"Pak Bos dateng, rapiin bajunya," bisik salah satu pegawai laki-laki yang sudah berteman dengan Ken.

"Bosnya perfectionis ya?" tanya Ken pada pegawai laki-laki itu, namanya Gesang. Gesang juga salah satu mahasiswa yang kerja part time seperti Ken, tapi mereka beda kampus.
"Sok bersih aja Ken, padahal tampilannya dekil. Lo kalo liat pasti mau muntah, seriusan. Apalagi dia suka ngupil diem-diem, ditutupin pake tangan, ya tapi tetep aja keliatan."

Ken meringis jijik. "Parah!"

"Bukan parah lagi, Ken. Nanti kalo lo liat sendiri, gue yakin lo nggak bisa berkata-kata saking ajaibnya itu orang." Ken mengangkat alisnya, tapi nggak membalas ucapan Gesang.

Seperti penyambutan tuan besar, semua karyawan berdiri tegak membentuk barisan dari pintu masuk. Ken nggak ikutan, karena Gesang juga nggak ikutan. Dia toh santai, pecat ya udah sih! Cari lagi bisa kan?

Ken memicingkan matanya, saat sosok Pak Bos itu mulai terlihat jelas di retina matanya. Sesaat kemudian Ken membelalakkan matanya.

Ya tuhan kenapa orang itu lagi!

Cowok berkacamata, bertubuh gembrot, yang waktu itu tanpa sengaja tertabrak bibir Ken. Dan sekarang cowok gembrot itu bakal jadi bosnya Ken. Ken mau mati aja rasanya. Apalagi saat cowok gembrot itu menatapnya, Ken hanya mampu menghela napas. Dia hanya berharap cowok gembrot itu pura-pura nggak mengenalnya saja, Ken akan terima dengan lapang dada. Dia nggak akan sok kenal. Ohhh bukan, Ken bahkan nggak mau kenal!!

"Kamu ...," Mampus Ken! Cowok gembrot itu berjalan mendekat. Menatap Ken dari ujung kepala sampai kaki, ditatap begitu saja Ken sudah emosi.

"Selamat siang Pak Bos, saya pegawai baru di sini." Ken mencoba tersenyum.

Cowok gembrot itu memicingkan matanya. "Kamu!!" Matanya melotot dengan tangan terkepal. Ken menggerutu dalam batinnya. Dia yakin setelah ini hidupnya nggak tenang lagi. "Kamu, ikut saya pergi!" tegas cowok gembrot itu lantas berbalik dan berjalan lebih dulu. Ken menatap Gesang dengan pandangan memelas, tapi Gesang hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan prihatin. Mau nggak mau, Ken harus mengikuti langkah cowok gembrot itu.

Ken berhenti tepat di belakang cowok itu. Saat cowok itu berbalik badan, Ken mundur beberapa langkah. Aura yang keluar dari cowok itu membuat Ken mual.

Freak AccidentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang