(3) Hemodialisis

215 18 15
                                        

~Dunia bagaikan fatamorgana. Sekejap waktu berlalu~

Notifikasi Wattsap sedang ribut di ponselku malam ini. Beberapa menit tak kusentuh dan beragumen percecokan grub sedang berlangsung. Langkahku terasa ringan untuk duduk di bawah rembulan yang tengah bersinar. Aku duduk di atas tebangan batang nangka. Kemudian men-scroll ke bawah layar ponsel.

Anandini : Assalamualaikum!
Z
A
H
I
R
A
H
Teman kita Romy lagi sakit, sekarang dia di rumah sakit Pelita Hati.

Ini bukan pesan grub, melainkan pesan pribadi. Tunggu, rumah sakit itu adalah tempat temanku sedang bersekolah. Aku kirimkan pesan padanya saat itu juga.

Wulan Sari : Iya Mbak, Wulan aja baru lihat hasil pemeriksaan Hemodialisisnya.

Duh, Romy sakit apaan sih. Kan jadi sedih. Teringat masa SMA yang baru aja kami lalui bersama. Suka gangguin teman-teman. Belajar bareng bahkan main drama bareng. Dia bahkan sering manggil aku nenek. Sikap manisnya membuat orang menyukainya. Ia berkulit putih serta tinggi yang ideal. Tak jarang banyak cewek yang mendekatinya. Selain itu dia juga pintar, makanya jika ada acara tertentu ia selalu ikut serta menjadi host ataupun fashion show.

Aku mulai cemas tak karuan mendengar berita tersebut. Teringat sewaktu halal bialal bulan lalu di rumah Anandini. Ketika saling berbincang tentang reuni buka bersama. Aku tak dapat hadir karena tak menggunakan aplikasi grub line. Line-ku eror akibat tak cukup memori. Anandini menunjukkan foto yang ada di grub line. Aku mencetus, "Eh, Romy kok kayak udah bapak-bapak aja ya. Padahal pas masa SMA ganteng banget." Perawakan yang terlihat dalam foto sungguh berbeda dari Romy yang biasanya. Seperti tak bersemangat dirinya saat ini. Ternyata kegantengan itu tak abadi. "Eh, kok kayaknya pucat ya," ucapku setelah menemukan keganjalan lainnya. "Ah, efek kemera kayaknya tuh Ra. Kan tahu sendiri kalau Romy emang putih," imbuh Anandini.

Ngomingin pesan Wulan tentang Hemodialisis aku penasaran. Aku beranjak dari posisi saat ini kemudian menuju kamar.  Segera jari lentik nan anggun ini menelusuri hemodialis dan menuliskannya dalam jurnal harian.

Hemodialisis, berasal dari kata "hemo" artinya darah dan "dialisis" artinya pemisahan zat-zat terlarut. Hemodialisis berarti proses pembersihan darah dari zat-zat sampah, melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis. Hemodialisis dikenal secara awam dengan istilah cuci darah.

Cara kerjaPada hemodialis, darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan diedarkan dalam sebuah mesin di luar tubuh, sehingga cara ini memerlukan jalan keluar-masuk aliran darah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Cara kerja
Pada hemodialis, darah dikeluarkan dari tubuh penderita dan diedarkan dalam sebuah mesin di luar tubuh, sehingga cara ini memerlukan jalan keluar-masuk aliran darah. Oleh karena itu dibuat jalur buatan di antara pembuluh arteri dan vena atau disebut fistula arteriovenosa melalui pembedahan. Kemudian dengan selang darah dari fistula, darah dialirkan dan dipompa ke dalam mesin dialisis. Untuk mencegah pembekuan darah selama proses pencucian, maka diberikan obat antibeku yaitu heparin.

Physics Not DoctorsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang