(18) Keusilan Aldi

5.4K 244 17
                                        

"HAI, Tania," suara Aldi mengejutkan Maddie yang baru saja melangkah melewati gerbang sekolahnya.

Maddie menghela napas, kemudian menatap Aldi seolah melihat spesies langka. "Apa?"

Aldi malah mengernyit. "Kok 'apa', sih? Bales kek. 'Hai Aldi', gitu," protesnya.

"Kerajinan," gumam Maddie.

"Ehm," Aldi diam sebentar. "Date-nya gimana?"

Maddie menjawab datar. "Biasa aja."

"Nah, benar, 'kan gue! Buktinya lo masih sempet liat Instastory gue, he-he."

Yaelah, batin Maddie. Pake diungkit lagi.

"Pasti kencan sama gue lebih seru," ucap Aldi percaya diri.

"Sama aja."

Iya, seru.

"Bohong, buktinya lo malah nggak nyentuh ponsel sama sekali pas sama gue."

"Kebetulan doang."

Iya, emang sengaja.

"Ya udah, deh."

"Ya udah."

Maaf.

"Gue suka sama lo," aku Aldi tiba-tiba.

"Shh, Aldi! Kalo ada yang denger gimana?"

"Nggak masalah. Bagus kalo banyak yang denger."

"Terserahlah."

"Terserah terus," gerutu Aldi.

"Suka-suka gue."

Aldi nggak bisa ngomong apa-apa lagi. Tapi, ketika melihat segerombol siswi lewat, ide cemerlang langsung muncul dipikirannya.

"Tania, gue ... sebenarnya suka sama lo. Apa lo suka gue?" ucapnya dengan suara yang besar-besarkan. Wajahnya pun dibuat sedramatis mungkin.

Dan tentu saja, hal itu menarik perhatian siswi-siswi yang lewat tadi. Mereka berbisik-bisik, lalu berlari menjauh. Bisa ditebak, apa yang Aldi katakan tadi akan tersebar secepat cahaya.

"Gue nggak akan ngomong lagi sama lo," kecam Maddie. "Ugh, terserah lo deh!"

Lalu, ia menaiki tangga menuju kelasnya sendirian.

"Tan! Inget ya, kalo ngomong terserah lagi, gue cium!" seru Aldi enteng.

Dia nggak tau aja seberapa besar efek kalimat itu bagi Maddie.

***

"Butek amat muka lo," ucap Ellen dengan suara cemprengnya.

"Bukan urusan lo," balas Maddie tanpa ekspresi. Sejak pelajaran pertama tadi, dia tidak berbicara sepatah katapun dan raut wajahnya juga datar.

"Emang bukan, sih. Oh iya, gue mau ke kantin. Mau bareng nggak?"

Maddie tergiur dengan ajakan Ellen. Namun, ia tiba-tiba ingat sesuatu. Dimana ada Ellen, disitu ada Kevin. Dan dimana ada Kevin, disitu ada Aldi. Benar, Maddie nggak mau ngelihat Aldi. Saat belajar di kelas saja, Maddie nggak melihat ke wajah Aldi sama sekali.

Maddie masih kesel. Tapi ... cowok itu juga tidak mengganggunya selama pelajaran. Waktu mau ke kantin saja, Aldi cuma natap Maddie sebentar, terus pergi sama Kevin.

"Ya udah, gue ikut."

Maddie berdiri dari bangkunya, merapikan roknya, lalu berjalan ke luar kelas bersama Ellen. Selama perjalanan menuju kantin, orang-orang menatapnya. Tapi Maddie tidak peduli dan tetap menatap lurus. Masa bodoh mereka mau bergosip apa.

My Lovely HatersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang