MADDIE beneran kecanduan drama Korea. Benar-benar kecanduan. Bunda sampai kesal sendiri kalau Maddie pulang sekolah, mendekam terus di kamar dan baru keluar saat makan malam. Eh, ralat, saat Bundanya memanggil.
Gimana ya, Maddie entah mengapa sangat anteng ditemani guling, laptop, makanan ringan, dan cowok-cowok Korea idamannya.
Tiba-tiba ponsel Maddie berdenting dan terlihat pop-up pesan baru di-LINE dari ....
"Lah?" Maddie mengernyit. "Kenapa tiba-tiba Ed nge-LINE?"
Ia membaca isi pesan dari luar.
"Hai," isi pesan itu.
Dengan alis naik sebelah, Maddie berkata, "Lah, ngaco. Kenapa nih orang? Mending nonton drama. Ganggu banget."
Maddie me-lock ponselnya lalu menaruhnya di atas nakas.
***
Maddie terbangun dari tidurnya dengan mata yang masih setengah terpejam. Ia mengecek jam, ternyata ia bangun beberapa menit setelah azan magrib. Dengan berat hati, ia bangkit dari kasurnya dan mengambil air wudu di kamar mandi. Kemudian, Maddie memakai mukena untuk salat. Setelah salat, Maddie mengecek ponselnya.
Tidak mungkin.
Ada pop-up pesan baru lagi dari Edward, ternyata sudah dari sejam yang lalu.
Edward: Hai.
Edward: Gue suka lo.
Edward: Mau jadi pacar gue?
Maddie menaikkan sebelah alisnya, bingung. Kok tiba-tiba cowok ini nembak dia? Padahal mereka nggak lagi berinteraksi setelah acara makan malam tempo hari. Ini aneh.
Maddie langsung teringat kelakuan Edward selama ini. Edward 'kan tipe cowok player, dan dia bisa sesuka hatinya menyatakan perasaannya ke cewek--walaupun dia nggak benar-benar suka.
Well, kayaknya memang benar Edward menargetkan Maddie.
Entah kenapa, Maddie tiba-tiba bersyukur dengan kehadiran Aldi. Bayangkan kalau seandainya Aldi nggak ada dalam kehidupan Maddie, pasti Maddie masih terikat dengan perasaannya pada Edward. Dan kalau Edward nembak dia, pasti Maddie terima, meskipun pada akhirnya Maddie akan dicampakkan oleh cowok itu.
Langkah selanjutnya yang Maddie lakukan adalah mengirimkan Ellen tangkapan layar dari ruang obrolan Maddie dan Edward. Maddie membuka grup kelasnya, terlihat Ellen baru saja mengirim pesan. Ia menekan profil Ellen dan tanpa mengecek ulang, ia segera mengirimi Ellen hasil screenshot-nya.
Dengan buru-buru Maddie mengetik pesan.
Maddeline: Len, tolong jelasin itu maksudnya apa?!?! Gue harus gimana????
Beberapa detik kemudian, ponsel Maddie berdenting menandakan ada pesan baru. Ia langsung membaca pesan itu.
Kayaknya lo salah kirim.
LAH? Dahi Maddie berkerut, ia kemudian mengecek nama pengirim pesan tersebut.
Oh tidak.
Ternyata itu bukan ruang obrolannya dengan Ellen, tapi Aldi!
"Ya Tuhan, bodoh banget sih gue?!?" oceh Maddie dengan wajah panik.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Haters
Fiksi RemajaApa yang kalian pikirkan kalau denger nama Aldian Trevor? Itu lho, cowok ganteng blasteran yang sekarang populer karena debutnya dalam film layar lebar. Tapi dia punya haters. Cowok imut kayak dia, siapa yang bisa benci sih? Nggak percaya? Kenalan...
