(19) Selicik Edward dan Seanarkis Pemuja Aldi

6.6K 264 40
                                        

"DIA udah gue ajak dinner, tapi masih aja jual mahal. Belagu amat, biasanya cewek-cewek yang gue ajak dinner pasti langsung terobsesi sama gue," jelas Edward pada teman-temannya dengan kesal.

"Mungkin, lo harus lebih licik lagi, Ed. Cara lo harus beda, soalnya kayak gini nggak akan buat Maddie luluh. Dia rumit, Ed."

"Gue tau. Gue nggak bisa main-main kayak biasa. Gue mesti seriusin dia."

"Serius? Lo mau serius sama Maddie?"

Perlahan, Edward mengangguk. Lalu dia menggeleng.

"Eh, tapi nggak jadi. Gue masih pengen main-main. Gue nggak mau stuck ke Maddie aja."

"Tobat, Ed. Lo inget karma, 'kan?"

Edward tersenyum miring, dan siapapun tahu bahwa dibalik senyum miring licik itu, Edward sedang menyiapkan rencana terbaiknya.

"Karma nggak akan berlaku buat gue."

***

Maddie menggerutu sebal.

Penggemar Aldi kembali mengganggunya. Kali ini lebih parah.

Sumpah, deh, kayaknya fans cowok itu ada di mana-mana kali, ya? pikirnya.

Penggemar 'sejati' Aldi kali ini sudah kelewat batas. Mengusik kehidupan pribadi Maddie. Contohnya, ketika Maddie sedang jalan-jalan ke mal dengan Ellen.

Ellen ingin buang air kecil jadi Maddie menemaninya, tapi Maddie menunggu di luar.

Melihat tali sepatunya terlepas, Maddie berjongkok dan mengikat tali sepatunya. Saat hampir berdiri, seseorang menyenggol Maddie dengan kasar. Sudah begitu, tidak minta maaf pula. Maddie pikir mungkin orang itu hanya sedang terburu-buru, makanya tidak lihat-lihat.

Maddie abaikan.

Kemudian, ia kembali melanjutkan perjalanannya bersama Ellen yang sempat tertunda karena 'panggilan alam'. Mereka tiba di toko buku. Awalnya Ellen menolak, minta ke bioskop atau belanja pakaian saja. Namun Maddie bilang ini kunjungan wajib, diiringi matanya yang hampir meloncat keluar.

Saat sedang memilih buku, lagi-lagi seseorang muncul dari arah berlawanan dengan Maddie dan menabrak pundaknya. Pelakunya seorang cewek.

Ya iyalah, cewek, batin Maddie. Cuma cewek yang ngajakin berantemnya sebatas nyenggol-nyenggol bahu.

Seperti tadi, orang yang menabraknya tidak meminta maaf atau bahkan menoleh.

Maddie tetap tidak peduli. Ia melangkah ke kasir untuk lekas membayar, karena Ellen sudah super duper bete di luar sana.

Ketika hendak menyodorkan uang, seseorang muncul di samping Maddie, mendorong Maddie ke samping seraya menginjak kaki Maddie.

Ini apa-apaan.

Dan tebak, pelakunya orang yang sama. Kali ini, Maddie tidak tinggal diam.

"Heh!" seru Maddie seraya menepuk pundak cewek itu.

Cewek itu menoleh, menatap Maddie dengan sinis. "Apa?" balasnya. Ada kilat menantang di matanya.

"Gue cuma mau minta penjelasan. Lo udah nabrak gue berulang kali dan tampaknya lo memang sengaja. Maksud lo apa? Kita pernah kenal sebelumnya? Gue ada salah sama lo?" tanya Maddie bertubi-tubi. Ia sudah kepalang emosi.

My Lovely HatersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang