(2) Pindah Sekolah

9.5K 334 20
                                        

"ALDI!" panggil Kevin pada sahabat karibnya itu.

"Apa sih," sahut Aldi malas.

"Oh ya udah, lo yakin gak mau tau nih?"

"Bacrit lu. Mau ngomong aja ribet," ceplas Aldi tak tertarik.

"Oke kalo lo emang gak mau tau."

"Eh! Iya iya, apaan? Baper banget sih lo, macem abis putus. Gak layau," cegah Aldi yang diselipkan cemoohan.

Kevin menghela napasnya. Sabar, Vin. "Lo udah tau kita syuting di mana nanti?"

"Iya. Kita udah di sini kali."

"Bukan. Maksud gue, lokasi kita selama di Jakarta."

"Oh, itu sih gue gak tau ya. Lo tau emang?" ujar Aldi sambil cengengesan.

"Lentera Indonesia," jawab Kevin datar.

Aldi mengernyit, "SMA Lentera Indonesia?" ulangnya memastikan.

Kevin mengangguk.

"Gue ada sepupu sih, di sana," Aldi seperti teringat sesuatu.

"Siapa?"

"Ada. Ellen namanya."

"Wihh, cakep kagak? Mana tau kecantol ama gue," gurau Kevin.

"Dih! Gue sebagai perwakilan keluarga menolak mateng-mateng! Lagipula dia mana mau sama lo," ejek Aldi dramatis.

"Ngiri aje lu, jomlo," tukas Kevin sinis.

"Wohoo, santai aja dong. Liat ya, bentar lagi juga gue dapet cewek cantik. Liat aja lo," kata Aldi.

"Paling Abby. Dia kan juga demen ama lo, tuh," tebak Kevin.

"Abby? Abby dari mana, lagi. Gue tuh udah anggap dia adek gue sendiri."

"Oh, jadi lo dan dia cuma 'sibling zone'?"

"Yep," Aldi mengangguk mantap.

   
Kevin manggut-manggut, lalu berkata, "Eh iya, Di."

Aldi mendongakkan kepala dari smartphone-nya. "Apa?"

"Lo nggak minat masuk Lentera Indonesia?" tanya Kevin dengan raut wajah serius.

"Kenapa? Lo mau masuk situ?"

"Yaa, sejak dulu sih sebenernya gue pengen masuk situ."

"Terus?"

"Pindah ke situ, bego. Gue males pindah-pindah mulu setiap semester. Kita di situ aja sampe lulus," jawab Kevin dengan sabar.

"Hmmm," Aldi bergumam.

"Lagian ini juga baru awal semester pertama kelas dua belas. Jadi nggak ada masalah. Tinggal nunggu project ini selesai," timpal Kevin.

Aldi terdiam. Tentu saja dia juga ingin menjalani masa sekolahnya dengan baik tanpa gangguan dunia entertain. Dia ingin fokus. Sejak dulu ia mengidam-idamkan masuk SMA favorit seperti Lentera Indonesia. Apalagi, rumah tetapnya juga terletak di kota yang sama. Namun lantaran tawaran bermain film, dia terpaksa mengubur dalam-dalam impiannya itu, dan seringkali berpindah sekolah. Sebisa mungkin dia tidak ikut homeschooling. Paling, dia hanya ikut les mata pelajaran tertentu.

My Lovely HatersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang