(25) Terlalu Cepat

824 70 5
                                        

MELIHAT gadis dihadapannya hanya diam dengan mulut sedikit terbuka, Aldi meringis. Dia harus menahan niatnya buat nggak menyentuh bibir Maddie yang indah itu.

Maddie tidak tau harus berkata apa. Dia belum siap, sama sekali belum siap kalau harus jadi pacarnya Aldi. Dia bahkan belum terlalu yakin dengan perasaannya sendiri. Bagaimana jika akhirnya dia malah menyakiti hati cowok itu? Dia kan tidak tega. Tapi cewek mana sih, yang tega menyakiti cowok se-adorable Aldi.

Aldi menggerakkan telunjuknya mendorong dagu Maddie ke atas agar mulutnya tertutup. Terlalu lama begitu bisa membuat Aldi tidak tahan. Ekspresi yang Maddie buat setelah itu membuat Aldi malah semakin ingin melakukan hal yang belum seharusnya dia lakukan.

Belum.

"Kok lo diem, sih?" Aldi mengernyit.

Maddie mengerjap-ngerjapkan mata untuk kesekiankalinya. Kemudian dia menggeleng pelan.

Aldi menelusuri wajah Maddie. Lagi-lagi matanya berakhir pada bibir gadis itu. Tapi Aldi masih harus menahannya. Masih.

"Lo nggak suka gue ya?" tanya Aldi langsung straight forward.

Bego banget. Saat seperti ini gue harus bilang apa coba?! Gue nggak tau kalo dia bakal langsung nembak! Eh, nggak. Dia sama sekali nggak nembak. Ini bukan ditembak!

Maddie mencoba kembali jadi dirinya yang biasa. Ia yakin harus mengatakan apa.

"Nggak."

Aldi menaikkan sebelah alisnya. "Nggak untuk apa? Apakah 'nggak' untuk iya lo nggak suka gue, atau 'nggak' untuk lo suka gue?"

"Gue nggak suka lo."

Ekspresi Aldi malah tambah heran.

"Tapi kenapa lo ngirim chat kayak gitu? Gue pikir itu karena lo memang kangen sama gue."

"Gue ... dibajak."

"Sama siapa?"

"Sama cowok rese."

Aldi terdiam. Dia baru saja ditolak. Padahal ia yakin dengan cara mengklaim Maddie sebagai miliknya, Maddie tak akan bisa menolaknya. Aduh, sakitnya. Dan baru saja, Maddie menyebut laki-laki lain. Dan Aldi tidak tahu siapa laki-laki yang Maddie maksud.

"Oh, gitu," Aldi tertunduk sebentar lalu tersenyum samar. "Ya udah, gue ke kelas duluan."

Aldi berjalan melewati Maddie tanpa menatap mata gadis itu, padahal Maddie menatap mata Aldi lekat-lekat.

Mungkin Maddie tidak ingin Aldi sakit hati nantinya, tapi dia tidak sadar yang dia katakan barusan sudah membuat Aldi sakit hati.

***

Saat bel pulang sekolah berbunyi, Maddie langsung menarik tangan Ellen keluar kelas. Ellen hanya menautkan alis heran.

Begitu Maddie keluar, Maddie langsung menghirup udara sebanyak mungkin. Ia merasa tidak bisa menghirup oksigen saat di dalam kelas tadi. Ralat, tepatnya setelah kejadian di perpustakaan.

"Kenapa lo?" tanya Ellen seraya menatap sahabatnya penasaran.

Maddie hanya diam dan terus berjalan.

My Lovely HatersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang