(4) Pacar?

8.4K 320 11
                                        

"LEN, sini deh," panggil Maddie pada Ellen sembari tersenyum aneh.

"Najis muka lo serem, Di," tutur Ellen ngeri.

"Lo ngomong apa aja ke Aldi? Hah? Jawab Ellen sayang. Maddie gak gigit kok," Maddie masih tersenyum penuh intimidasi.

Ellen terbelalak. Tidak menyangka Maddie akhirnya tahu apa yang dia sembunyikan.

"Lo tau dari mana? Gue aja nggak kenal sama Aldi," jawab Ellen sambil nyengir. Muka tak berdosa.

Maddie berubah ekspresi. Kali ini datar. "Yakin gak kenal sama sepupu sendiri?"

"E-eh."

"JAWAB, ELLENA ALDENIA HANDOKO!" seru Maddie ganas.

"Eh, gak usah nyebut nama bokap juga, dong."

"Lo sih! Udah jawab!" omel Maddie balik.

"Iya iya. Sebenernya gue nggak ada campur tangan soal Aldi kenal sama lo. Dia langsung nanya ke gue tentang lo, itu aja. Selebihnya gue gak ada urusan."

"Hah? Dia kenal gue dari mana kalau gitu?"

"Ya, mana Selgom tau," canda Ellen narsis.

"Idih, Selgom pala lu," cemooh Maddie.

"Lo tau dari mana kalo gue yang ngasih tau, Di?" tanya Ellen heran.

"Aldi sendiri yang ngomong ke gue," jawab Maddie.

"Lo ngobrol sama Aldi?!"

"Iya. Di rooftop tadi."

"Berdua doang?" Ellen memastikan.

"Iya ah."

"Sialan tuh anak. Main pedekate aja. Jangan-jangan bentar lagi ada yang taken."

"NAJIS, dih!" seru Maddie kesal.

"Haruskah kupendam rasa ini Aldi, ataukah kuteruskan saja...." senandung Ellen sambil menggoda Maddie.

Maddie mendecak sebal. Gue kan sukanya sama Ed, batinnya.

***

Hari ini, Aldi dan Kevin resmi menjadi siswa kelas XII IPA 1 di Lentera Indonesia. Mereka dimasukkan ke kelas unggulan karena sudah dites, dan hasilnya lebih tinggi dibanding anak-anak kelas reguler.
Lagipula kuota siswa di kelas unggulan hanya sedikit. Delapan belas dan jadi dua puluh ditambah Aldi dan Kevin.

"Loh, Len. Kok mereka masuknya ke kelas kita, sih?" tanya Maddie pada Ellen.

"Gue aja nggak tau," jawab Ellen yang juga heran.

Setelah memperkenalkan diri, Aldi dan Kevin celingak-celinguk mencari tempat duduk. Sebuah ide licik tapi cemerlang muncul di otak Ellen. Berhubung bangku di belakangnya masih kosong, Ellen lantas memindahkan tasnya dan duduk di belakang.

"Di sini aja, Di!" serunya sambil melambaikan tangan pada Aldi. Ia menunjuk tempat semulanya tadi, di sebelah Maddie.

Aldi nyengir, lalu berjalan ke arah Maddie. Disusul Kevin yang akan duduk bersama Ellen.

Maddie lagi-lagi melotot ketika Aldi sudah duduk di sampingnya.

"Hai Tania," sapa Aldi.

"Apa? Pindah, siapa yang suruh duduk di situ?" balas Maddie jutek.

"Sebenernya tanpa disuruh Ellen gue emang mau duduk di sini, sih. Soalnya strategis. Adem juga."

Maddie membalikkan badan ke arah Ellen. "Riwayat lo kali ini bener-bener tamat, Len. Gue serius," ancam Maddie.

My Lovely HatersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang