(10) Berbagai Kemungkinan

6.5K 225 3
                                        

SETELAH mengantar Maddie ke rumahnya, Aldi bergegas pulang. Selama perjalanan, Aldi terus memikirkan tentang kelancangannya menggandeng tangan Maddie tadi. Sampai di parkiran pula.

Tapi yang aneh bagi Aldi, mengapa Maddie sama sekali tidak memberontak atau marah seperti biasanya? Kenapa Maddie tidak menolak? Maddie bahkan tidak berbicara sepatah kata pun. Membuat Aldi pusing dua ratus keliling ditambah delapan ratus keliling lagi.

"Kenapa sih, dia?" Aldi gusar sendiri. "Tau deh," ocehnya sambil mengacak rambutnya kasar.

Kalo dia makin benci sama gue gimana? pikir Aldi.

Mengingat Maddie saja, entah kenapa membuat perasaan Aldi bercampur aduk.

Tiga detik kemudian, ponsel Aldi bergetar. Ada notifikasi pesan masuk dari sebuah aplikasi.

Ia melihat siapa yang mengiriminya pesan. Mata Aldi terbelalak membacanya. Dan spontan saja, seulas senyum tercetak sempurna di bibirnya.

Pesan itu dari orang yang dipikirkannya.

Aldi tak pernah berpikir Maddie akan meng-chatnya duluan. Apalagi, Aldi yang lebih dulu menambahlan Maddie sebagai teman diakunnya. Itupun harus memaksa Maddie dulu.

Nama akun Maddie sebenarnya "Maddeline", tapi Aldi menggantinya menjadi "Tania Galak". Kalau Maddie lihat, entah sudah bagaimana nasibnya.

Tania Galak:
Lo udah sampe?

Aldian Trevor:
Belom nih, Yang.

Tania Galak:
.

Aldi terkekeh melihat balasan judes Maddie. Hanya tanda titik.

Aldian Trevor:
Bercanda, Tan. Serius amat, sih?

Read.

"Lah, dibaca doang," gumam Aldi.

Pelajaran untuk Aldi; sekali saja Maddie bersikap baik padanya, manfaatkan dengan baik pula. Dan satu lagi, jangan pernah mencoba menggoda cewek itu.

***

"Maddie bego! Ah, bego, bego, bego! Tangan gue kenapa bandel banget, sih? Ngapain juga gue nanya-nanya dia? Aelah, Maddie!"

Cewek itu terlihat frustasi. Ia berjalan mondar-mandir di kamarnya. Kebiasaannya kalau sedang bingung, malu, intinya lagi baper.

"Sekarang dia pasti mikir yang nggak-nggak! Kalo dia ngira gue suka sama dia gimana? Aish, gue bahkan masih benci sama dia!" seloroh Maddie sembari menghentakkan kakinya di lantai kamarnya.

Lalu ia menjentikkan jarinya. Mendapat sebuah ide. Yaitu; berbohong. Ia membuka lagi ruang obrolannya dengan Aldi dan membalas pesan cowok itu.

Maddeline:
Yang pertama, salah kirim.

Maddie mengetuk opsi send pada layar ponselnya. Ia menggigit bibir bawahnya kala mendapat balasan dari Aldi.

Aldian Trevor:
Ok.

"Ih!" Maddie bingung dengan balasan Aldi yang tak bisa ia tafsirkan.

Tapi kemudian, satu pesan kembali masuk ke ponsel Maddie. Membuat Maddie mengerjapkan matanya beberapa kali.

Aldian Trevor:
Harusnya lo udah tidur, besok masih sekolah. Dan seinget gue, lo ada presentasi.

Lho, kenapa Aldi bahkan mengetahui Maddie ada presentasi di kelasnya besok?

Jelas. Karena Aldi selalu memperhatikan Maddie tanpa cewek itu sadari.

Maddeline:
Bukan urusan lo. Dan gue juga inget ada presentasi.

My Lovely HatersCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang