9. Where's Mr Night?

9K 780 61
                                        

Happy reading ^^

Semoga suka dengan part ini.;)

*****

06:50 pm

Mobil Jane sudah dibawa oleh petugas vallet untuk diparkirkan. Jane pun masuk ke dalam klub yang sudah dipenuhi oleh orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang di tempat ini. Sama halnya dengan dirinya. Malam ini, Jane akan menghabiskan waktunya di tempat ini untuk menaklukkan Mr. Night.

Sampai di dalam klub, Jane berdiri sembari menyenderkan punggungnya di meja bartender. Sambil menunggu kedatangan Mr. Night, ia selalu melihat ke jam tangannya. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul tujuh lewat, tapi tidak ada tanda-tanda kehadiran dari Mr. Night.

"Mana ya Mr. Night? Apa dia telat?" gumam Jane sambil celingak-celinguk memperhatikan sekelilingnya yang ramai dipenuhi oleh anak-anak muda yang berjoget, pasangan yang bercumbu di pojokan. Ada juga para lelaki setengah tua yang kembali lagi ke masa puber datang untuk mencari wanita malam untuk minta dilayani. Akan tetapi dari semua yang Jane lihat, ia tidak menemukan apa yang ia cari. Ya itu karena memang sama sekali tidak ada petunjuk apapun untuknya tentang Mr. Night. Rupa wajahnya saja ia tidak tahu, dan juga nomor telepon yang menghubunginya tadi pun hanya operator yang mengangkat.

Karena merasa bosan, Jane segera mengambil ponselnya untuk menghubungi sahabatnya, Lizzie. Apa dia sudah bertemu dengan Nick?

07:15 pm

Saat panggilan tersambung dan diangkat, suara Lizzie pun terdengar di telinga Jane.

"Halo, Jane?"

"Apa kau masih bersama Nick?" tanya Jane.

"Ya, aku masih bersamanya. Kenapa?"

"Apa dia sangat tampan?"

"Ya. Dia sangat tampan, Jane."

Jane terkekeh mendengarnya. "Senangnya. Kau tahu, Zie, sampai sekarang Mr. Night belum datang," keluhnya yang mulai merasa bosan.

"Mungkin dia terjebak macet. Tunggu saja.

"Ya, ini juga aku sedang menunggunya. Oh ya, Zie, bisakah kau meminta foto Mr. Night pada Nick. Aku ingin mencarinya, tapi aku sama sekali tidak ada petunjuk apapun mengenai dia. Siapa tahu kan dia sudah datang, namun tidak berhasil menemukanku."

"Baiklah, nanti akan ku cari tahu lewat Nick."

"Oke. Thanks ya, Zie. Kau memang yang terbaik. Aku akan tunggu kabar darimu secepatnya. Have fun! Bye!"

"Bye, Jane!"

Panggilan dimatikan oleh keduanya. Saat Jane memasukkan ponselnya ke dalam tasnya, sebuah sapaan terdengar di telinganya.

"Hai, Jane Collins! Maaf, membuatmu lama menunggu."

Akhirnya datang juga. Jane tersenyum tanpa menoleh. Karena yang menyapanya adalah suara lelaki, sudah pasti Jane mengira itu adalah Mr. Night. Jane pun menoleh ke arah suara di sampingnya berdiri. Senyuman Jane makin merekah setelah melihat paras lelaki di sampingnya. "Jadi kau yang bernama Mr. Night?" tanyanya memastikan.

Sambil memandangi bola mata Jane yang berwarna biru itu, lelaki itu mengangguk menjawab pertanyaan Jane, kemudian tersenyum kepadanya.

Untuk sejenak, Jane memandangi setiap panca indera si lelaki yang bernama Mr. Night itu. Cukup tampan sih, tapi tidak seperti yang ku bayangkan. Aku jadi sedikit kecewa.

Mr. NIGHT [COMPLETED] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang