Chapter 21🔞

2.3K 88 1
                                        

00.30
Xiumin terbangun karna tubuhnya basah terkena sperma chen.
"Yaampun lengket sekali.." xiumin mengelus pahanya. Xiumin melonggarkan pelukan chen dan bangkit dari kasur. Xiumin berjalan menuju kamar mandi.
"Aw.." xiumin merasa sakit pada bagian bawahnya karna chen.
"Shh ahh.. tidak apa apa yang penting chen melakukannya padaku saja." Mengucapkan itu, xiumin langsung teringat masa masa dimana punch melakukan hal laknat.
"Ah sudahlah! Jangan ingatkan itu!" Xiumin menepuk nepuk kepalanya. Melihat kamar mandi, baju yang berserakan itu membuat xiumin geleng kepala.
"Aigoo, perbuatan chen!" Xiumin tersenyum sendiri. Dengan cepat xiumin memunguti baju bajunya dan memasukannya pada mesin cuci. Xiumin menyalakan airnya,
"Ash dingin."
"Sepertinya aku tidak jadi mandi, airnya dingin sekali. Aku mengelapnya saja kalau begitu." Xiumin dengan cepat mengambil handuk dan menutupi semua tubuhnya. Xiumin kembali kekasurnya dan kembali tidur. Sebelum tidur, xiumin mencium chen dahulu setelah itu ia bisa tidur dengan nyaman.

08.00
Chen bangun karna ia merasa gerah, padahal ac kamarnya menyalah.
"Aku merasa gerah." Chen membuka selimutnya, ia terkejut melihat xiumin menutupi tubuhnya.
"Aigoo! Kenapa tubuhnya ditutupi begitu! Padahal pagi pagi ini lebih indah kalau aku memandangi tubuhnya."
"Sudahlah, nanti aku minta lagi supaya aku bisa menguasai tubuhnya." Chen langsung tersenyum sendiri dan pergi kekamar mandi untuk mandi.
10 menit di kamar mandi, saat keluar kamar mandi melihat xiumin masih tidur itu geleng kepala.
"Yaampun, dia ini tidur seperti kerbau." Chen duduk dipinggir kasur,
"Minie? Bangun chagi.." chen membangunkannya dengan mencium kening dan bibir xiumin. Xiumin menggerakkan matanya,
"Chen? Kau sudah mandi ya?" Tanya xiumin dengan suara lemasnya.
"Iya, tadi aku ingin mengajakmu mandi tapi kau masih tidur." Ucap chen.
"Benarkah? Ah chen, aku ingin mandi denganmu." Rengek xiumin.
"Benarkah? Yasudah ayo mandi lah, tidak apa jika aku mandi dua kali. Kan bersamamu hehe." Tawanya. Xiumin ikut melebarkan senyumannya.
"Tuntun aku.." lagi lagi xiumin bersikap manja pada chen. Chen langsung menggendong xiumin dan membawanya kekamar mandi.

Chen membuka handuk yang dipakai xiumin, xiumin hanya duduk lemas pada wc duduknya. Saat chen menyalakan showernya, xiumin terkejut karna airnya sangat dingin. Spontan xiumin langsung memeluk chen dengan manja.
"Ah chen.. dingin." Xiumin memeluk chen erat.
"Hahaha.. xiumin kau ini lucu sekali ya?" Chen membalas pelukannya.
"Chen dingin sekali.." xiumin masih dalam dekapan chen.
"Yasudah kau mandi dalam pelukanku saja." Ucap chen yang kembali menyalakan showernya. Chen senang karna xiumin memeluknya sangat kencang.
"Iya chen.." sahut takut xiumin. Akhirnya tubuh xiumin dan chen basah. Chen membuka ikat rambut yang xiumin gunakan,
"Pakai shampo dulu.." ucap chen memberikan shamponya pada xiumin.
"Chen.. pakaikan." Ucapnya gemetar karna kedinginan. Chen kembali tertawa melihat xiumin bersikap seperti anak kecil.

"Chen? Berada dipelukanmu membuatku semakin nyaman. Aku tidak ingin kehilanganmu sayang, aku mencintaimu." Batinnya. Xiumin mencium dada bidang chen. Chen memakaikan sabun pada tubuhnya dan tubuh xiumin dan terlihat seperti ✌✌
"Minie sikat gigi dulu.." chen memberikan pasta gigi dan sikat giginya.
Sudah selesai mandi..
"Minie? Pakai handuk ya.." chen memberikan handuk pada xiumin. Xiumin tetap memeluk chen.
"Huh kayaknya hari ini minieku tidak mau lepas ya dariku? Hm?" Tanya chen. Xiumin mengangguk.
"Yasudah kita pakai handuk berdua." Ucap chen dengan sedikit tertawa. Xiumin membalasnya dengan senyuman.

Sudah dikamar.
"Chen, pakaikan aku baju ya." Pinta xiumin.
"Tentu saja, kalau nona jongdae sudah meminta akan kuturuti." Xiumin benar benar manja kali ini. Saat chen ingin memakaikan pakaian xiumin, pikiran kotor chen mulai keluar. Disaat seperti ini kenapa tidak melakukannya?

"Minie? Aku menginginkanmu." Ucap chen dengan wajah imut.
"Tapi chen ini masih pagi." Sahutnya pasrah.
"Bagus juga kalau melakukan sex morning?"
"Huh kau ini kalau sudah punya keinginan harus dilakukan." Xiumin mencubit hidung chen gemas.
"Yasudah kalau begitu." Xiumin langsung membaringkan tubuhnya.

"Lets play baby..." chen meluruskan badannya diantara kedua paha xiumin dan paha xiumin pun melebar. Chen mulai melumat lembut bibir xiumin. Sumpah demi apapun, chen baru pertama kali melakukan sex morning dan rasanya ternyata enak juga. Chen menghisap telinga xiumin dan berbisik.
"Bagaimana dengan sex morningnya?" Bisik chen. Xiumin terlihat geli karna chen berbisik.
"Chen ahh, jangan berbisik aku geli." Xiumin memejamkan matanya geli. Chen tersenyum dan kembali melanjutkannya. Tangan chen tidak tinggal diam, ia memainkan gundukan xiumin.
"Chennhh pelan pelanhh." Xiumin berbisik ditelinga chen.
"Iya sayang, aku tidak akan bermain kasar." Balasnya dan kembali mencium xiumin.
"Nghhhh.." dada xiumin merasa sesak karna chen terlalu menekannya.
"Minie kau sesak ya?" Chen menaikan tubuhnya dan langsung mengangkat tubuhnya berposisi seperti bermain kuda kudaan. Cuma bedanya xiumin dibawah chen.
"Huhh.. ahhh.." chen mengelap keringat xiumin di keningnya.
"Chen, sudah ahhhh. Kita lanjutkannya nanti malam saja ya? Sekarang kita bercerita saja." Xiumin pasrah. Chen cemberut,
"Nanti malam kita lanjuti, aku janji." xiumin mengusap pipi chen yang masih berada diatasnya. Chen malah merengkuk dan memeluk xiumin diatas dadanya.
"Hiks, tidak mau." Ucap chen imut. Xiumin malah tertawa melihat chen begitu.
"Eyh hahaha.. sayang??"

Akhirnya chen memindahkan dirinya disamping xiumin. Xiumin ikut tiduran dipundak chen dan mereka bercerita.
"Hm, minie? Ternyata aku tidak salah ya memilihmu. Waktu kita bertemu dulu kau sangat baik padaku. Kau sangat pengertian, ramah dan penyayang. Dan tidak lupa juga kau itu cantik." Goda chen. Xiumin hanya tersipu,
"Aigoo jeongmal? Gomawo chagiya" xiumin mencium pipi chen.
"Awalnya aku sempat tidak percaya kalau kau akan menjadi istriku. Tapi karna hati ini sudah menjadi milikmu, jadi apa boleh buat? Hehehe.."
"Aku juga, saat melihatmu aku sudah menyukaimu. Awalnya yang aku sukai darimu bukanlah ketampananmu. Tapi karna aku percaya kalau kau itu pria yang setia. Kau berusaha membuktikannya padaku dan aku pun bisa percaya kalau kau setia. Sarangheo tuan jongdae." Xiumin melumat bibir chen dengan kepala yang sedikit mendangak.

CHENMIN AREA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang