Xiumin pergi kedapur dan membuat makanan untuk suaminya. Saat memasak, xiumin teringat anaknya. Xiumin mengusapnya lembut, "Maafkan eomma ya? Eomma sudah membuatmu begini." Xiumin melamuni semuanya. Dan akhirnya xiumin menyelesaikan masaknya dengan baik. Xiumin membawa makanan yang masih panas kedalam kamar.
Ceklek Xiumin membuka pintunya, chen yang sedang main hp itu langsung cepat membantu xiumin. "Aduh aduh sayang, inikan panas." Chen membawa piringnya dan menaruhnya cepat dimeja samping kasurnya. "Sini sini duduk." Chen menuntun xiumin pelan pelan. Xiumin duduk disamping chen. Tibatiba xiumin dengan nyamannya memeluk pinggang chen. "Eyh? Memelukku?" Chen yang sedang mengambil makanan itu langsung merasa senang. "Chen suapi aku." Manja xiumin. Tumben sekali saat ini xiumin ingin dimanjakan oleh chen. "Iya iya, menghadaplah ke aku." Ucap chen sembari mengambil makanannya. Xiumin mendangak kearah chen dan membuka mulutnya, chen meniup makanannya terlebih dahulu supaya xiumin tidak merasa kepanasan. "Aa.. aaa" chen menggoda xiumin dengan tidak memasukan makanannya kemulut xiumin. "Ahh chen.." xiumin malah tertawa imut diperlakukan chen begitu. Chen yang ikut tertawa akhirnya memasukan makanannya. Lalu chen memeluk xiumin. "I love you.." ucap chen. "I love you too." Xiumin mencium chen.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
1bulan tiba.. Xiumin dan chen sedang tiduran sambil membaca satu majalah disofa. Pemandangan kamar chen dan xiumin sangat menakjubkan. Karna setelah jendela yang bening dan besar, didepan sana adalah gedung gedung besar dan terdapat lampu lampu pada gedung itu. "Minie? Aku bosan. Bagaimana kalau kita..." "Hm, mau tidak ya?" Xiumin berfikir meledek. "Ayolah, sudah lama kita tidak melakukannya." Rengek chen menempelkan kepalanya dibahu xiumin. "Baiklah." Sahutnya. Chen merasa senang, chen menarik tangan xiumin. "Chen tunggu!" Xiumin menghentikannya. Xiumin mengajak chen kekamar mandi. "Minie? Kenapa kita kesini?" Heran chen. "Chen? Milikmu sudah kotor! Aku ingin membersihkannya." Xiumin berniat untuk membersihkannya menggunakan sabun. Xiumin membuka celana chen dan mengambil sabunnya. Karna kebetulan sabunnya adalah sabun cair, jadi xiumin tidak akan susah. "Aigoo minie.." chen takjub melihat xiumin begitu cerdik.
Xiumin mengusap usap milik chen itu membuat chen merasa geli. Akhirnya chen menyalakan showernya dan mereka mandi. "Chen, kenapa dinyalakan airnya?" Xiumin terkejut karna air yang menetes pada rambutnya. "Tidak apa minie, aku sengaja membuatmu basah." Dengan santainya chen bicara. Chen mulai memberdikiran tubuh xiumin yang masih jongkok. Chen menodorong halus badan xiumin kedinding kamar mandi dan suasana menjadi romantis. Mereka berbasah basahan karna terkena air. Chen langsung menyantap bibir xiumin lembut dan membuat xiumin pasrah. "Ahmmm chennhhhh" desah xiumin karna chen sudah bermain pada lehernya. Chen membuka pakaiannya dan pakaian xiumin. Dan sekarang xiumin hanya memakai dalaman saja. Kedua tangan xiumin mengalungi leher chen. Xiumin membalas ciuman chen yang hangat itu. Chen semakin melekatkan tubuh xiumin pada tubuhnya hingga membuat nafas xiumin sesak. "Chennhh, mundurlah sedikithh" desahnya lagi. Chen menguasai tubuh mungil xiumin. "Chenhhh" xiumin sedikit memundurkan tubuhnya. Chen langsung menggendong xiumin ala bridalnya dan membawanya kekamar. Bughh Suara bantingan tubuh xiumin kekasurnya. Chen menaiki tubuh xiumin dan melanjutkan ciumannya. Chen sudah tidak memakai apa apa sedangkan xiumin, ia masih memakai dalamannya. Chen melepasnya satu persatu hingga terlihatlah gunung kembar xiumin. Chen menyusu layaknya bayi yang kehausan. "Chenhhh!!!" Chen tetap melanjutkan aksinya. Hanya karna dilumat bibirnya saja, xiumin sudah lemas. Mungkin karna sudah lama ia tidak melakukan bersama chen. Chen membuka lebar paha xiumin hingga mengangkang sempurna. Chen langsung memasukan juniornya itu dengan cepat. "Ahhhhh percepathhh!!" Perintah xiumin. Chen semakin cepat memaju mundurkannya. "Desahkan namaku baby..." perintah chen. "Ahhhhh chennnhh ahhhh.." xiumin mendesah hebat. "Good.." chen masih melanjutkannya. Chen masih terlihat bergairah, beda dengan xiumin yang sudah terlihat sangat lemas. "Chennnhh, sudahhh sayanghh!! Aku lelahhh." Xiumin menghentikan chen. "Aku.. ingin keluarhh miniee.." desah chen. "Keluarkan saja.." suruhnya. Chen membuangnya diluar dan langsung meniduri tubuh xiumin.
"Kau hhh lelahh miniee?" Tanya chen dengan nafas yang engap. Xiumin mengangguk lemas. "Maafkan aku yaa terlalu kasar." Chen mengusap rambut xiumin. "Iya sayanghh.. tidak apa.. aku mengerti. Kau hanya bisa menikmatinya bersamaku saja kan?" Tanya xiumin. "Iya tentu saja aku hanya bisa merasakan nikmat ini bersamamu saja cinta.." chen yang bangkit dari tubuh xiumin dan tidur disampingnya. "Minie.. aku mencintaimu." Chen kembali memeluk xiumin erat. "Iya chenie, aku juga.." xiumin melumat bibir chen. Chen menggigit bibir xiumin dan bibir xiumin pun langsung terbuka dan lidah chen masuk kedalam mulut xiumin. Lidah mereka berdansa bersama hingga membentuk saliva yang indah. Chen melepaskan bibirnya, "Chenhh! Kenapa dilepaskan? Aku ingin lagi!" Xiumin menunjukkan wajah aegyonya. Chen langsung tertawa melihat xiumin seperti itu. "Ah? Jeongmal? Kau yang memintanya?aigoo.. aku tidak menyangka." Ucappannya terhenti saat xiumin sangat ingin merasakan lembut bibir chen.
Dengan xiumin mencium chen begitu, justru xiumin mengundang chen dan juniornya untuk kembali ke nafsunya. Tangan chen memegang payudara xiumin dan meremasnya. Tangan satunya lagi masuk kedalam ms.v xiumin. Datanglah desahan desahan indah dari mulut xiumin. "Nghh chenhh ahhhh nikmathhhh.." tangan chen mulai mengocok ms.v xiumin. Wajah chen menempel pada wajah xiumin. "Hold me tight.." pinta xiumin. Chen menurutinya dan memeluknya dengan sangat erat.
Hayo otak oi otak😂 Btw jan gapolos grgr abis liat ff ini ya?😅 Tangan tu kalo nulis beginian langsung kaya mau copot gmna gt yekan. Jangan baca yang bagian 18+ nya doang😂