Chapter 24

1.4K 96 2
                                        

Xiumin masih shook melihat foto mesra chen dan punch. Hingga akhirnya xiumin membalas pesannya,

Punch

Maaf punch, jangan ganggu suamiku lagi. Dan chen tidak akan kembali padamu. Tolong mengertilah.

••••

Ada satu notifikasi di hp punch,

Chenie❤

Maaf punch, jangan ganggu suamiku lagi. Dan chen tidak akan kembali padamu. Tolong mengertilah.

Punch merasa kalau yang membalas pesan ini adalah xiumin. Maka dari itu punch semakin suka dengan permainan ini.

Chenie❤

Maaf punch, jangan ganggu suamiku lagi. Dan chen tidak akan kembali padamu. Tolong mengertilah.

Xiumin, kenapa kau sangat kerasa kepala untuk mendapatkan chen? Jelas jelas akulah cinta pertamanya. Jadi chen mulai mencintaiku lebih lama, dan kau? Xiumin, pernikahanmu dengan chen mungkin tidak akan lama, bisa saja kau diceraikannya. Ups

Punch

Xiumin, kenapa kau sangat kerasa kepala untuk mendapatkan chen? Jelas jelas akulah cinta pertamanya. Jadi chen mulai mencintaiku lebih lama, dan kau? Xiumin, pernikahanmu dengan chen mungkin tidak akan lama, bisa saja kau diceraikannya. Ups

Huh sayang sekali punch, chen sudah sangat mencintaiku. Aku tidak perduli jika kau berhubungan lama atau tidak dengannya. Aku.. tidak.. peduli..

Chenie

Huh sayang sekali punch, chen sudah sangat mencintaiku. Aku tidak perduli jika kau berhubungan lama atau tidak dengannya. Aku.. tidak.. peduli..

Dasar keras kepala! Batin punch.

••••

"Minie, aku membeli ini.." chen memasuki kamarnya dan memberikan makanannya pada xiumin. Xiumin terlihat lesu,

"Kau kenapa?" Tanya chen.

Xiumin menggeleng pelan dengan tatapan kosong.

"Minie? Katakan padaku. Ada apa.." -chen

Xiumin diam,

"Yasudah kalau kau tidak ingin bicara, kita makan saja ya?" Chen mengeluarkan makanannya. Xiumin tetap saja diam.
Chen menyuapi xiumin, mulut xiumin tidak terbuka.

"Minie? Ayo makanlah?" -chen

Xiumin tetap menutup mulutnya, chen menghela nafas.

"Xiumin? Ada apa denganmu?" Chen sepertinya mulai penasaran dengan sikap xiumin yang dingin begini.

Xiumin menoleh sedikit kehadapan chen,
"Apa kau mencintaiku?" Tanya xiumin. Chen benar benar heran karna pertanyaan xiumin. Xiumin dan chen sudah lama menikah, dan seharusnya xiumin tahu kalau chen sangat mencintainya dan menyayanginya.

"Tentu saja sayang, kenapa eoh?" Tanya chen heran.

Xiumin menunjukkan handphone chen pada chen.

Terpampang jelas kalau itu adalah punch dan chen. Chen membulatkan matanya,

"Xi-xiumin? K-kau.."

"Chen kau pernah mencintainya?" -xiumin

"Minie jangan tanyakan itu padaku, aku sudah melupakannya." Chen acuh.

"Katakan saja chen, katakan!" -xiumin

Chen melihat bola mata xiumin,

"Kau mencintaiku?" Chen bertanya dengan nada serius.

"Tentu saja." -xiumin

"Kalau begitu pasti kau tahu, hati ini milikmu." Chen menujuk nunjuk arah dadanya dan dengan mata yang sedikit berkaca kaca.

"Apa mungkin aku kembali dengannya? Aku sudah mencintaimu xiumin. Tidak dengan yang lain! Aku mohon jangan ungkit masalalu ku.." chen menangis.

"Ya tapi kau pernah menyukainya kan? Aku tahu itu.." xiumin ikut menangis.

Chen melempar pelan makanannya dan pergi dari kamar.

Bughh

Suara tutupan pintu,

Xiumin meneteskan airmata karna chen. Tumben sekali chen pergi meninggalkannya.

Kenapa dia meninggalkanku?

"Yatuhan apa aku salah?" Xiumin merasa bersalah.

CHENMIN AREA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang