CHAPTER 37 (CHAPTER Paling Gaje)

1.5K 77 3
                                        

Chen dan Xiumin keluar kamar mandi tidak menggunakan apa-apa. Gaada malunya emang.

Mereka cepat-cepat memakai pakaian masing-masing.

Melihat Xiumin hanya memakai celana dalam dan bra-nya, Chen menggoda Xiumin.

"Walaupun sudah punya anak tetapi badanmu tetap saja bagus, aku heran."

"Wae? Salah?"

"Tidak." Chen terkekeh.

Sebenarnya Xiumin ingin mandi sedari tadi, karena kegiatan panas tadi makanya tidak jadi. Jadi semuanya salah? CHEN!

"Minie aku lapar, buat makanan sana." Ucap santai Chen sembari duduk dipinggir kasur dan menyisir rambutnya.

"Baiklah, tunggu ya. Aku titip JongSeok. Ingat jangan dibangunkan!" Ancaman tajam dari Xiumin.

"Iya iya kau ini cerewet sekali. Aku cium baru tahu ne!"

Xiumin meninggalkan Chen dikamar dan berjalan perlahan menuju dapur. Gausah tanya lagi ya kenapa jalannya pelan-pelan.

Selama memasak, Xiumin tidak banyak bicara. Ia hanya sibuk memasak untuknya dan Chen.

"Aigoo, JongSeok belum makan!" Xiumin menepuk pelan keningnya.

Ia buru buru memasak bubur untuk JongSeok. Ia membiarkan makanannya dan makanan Chen dingin.

Tidak lama Xiumin kembali ke kamar sambil membawa piringnya.

"Gomawo minieeee." Chen menyeringai bahagia. Entahlah bahagia karena apa.

Xiumin membangunkan JongSeok dengan perlahan, ia menggendong buah hatinya dan membawanya kedalam pelukannya.

Saat Chen mencicipi makanannya, ternyata sudah dingin.

"Minie, kenapa dingin?"

"Aku membuatkan makanan dulu untuk JongSeok."

"Oh begitu." Jawabnya pelan.

Xiumin menyuapi anaknya yang tengah lapar itu.

"Minie? Kesini sebentar."

Xiumin datang dan duduk di kasur.

"Aaaaaaaaaa.." Chen membuka mulut untuk menyuapi Xiumin.

"Untuk apa Chen?"

"Kau menyuapi JongSeok, aku menyuapimu."

Xiumin membuka mulut dan memakannya.

Kring kring

Ponsel Chen berdering keras. Mengganggu momen dimana Chen dan Xiumin sedang menikmati makan siangnya.

Chen menerima panggilan itu tanpa melihat namanya siapa yang menelfon.

"Hallo?"

"Hallo sayang."

Chen terkejut dengan ucappan menjijikan itu. Ia langsung melihat namanya yang menelfonnya.

Sepertinya tidak usah diberitahu lagi siapa yang menelfon.

"Sudah lama kita tidak bertemu ne?"

Chen mematikan ponselnya dan menyimpannya dibawah bantal.

"Kenapa Chen? Siapa yang menelfon?" Tanya Xiumin penasaran.

"Salah sambung saja."

Xiumin hanya mengangguk dan melanjutkan menyuapi JongSeok.

Kenapa wanita brengsek itu menggangguku lagi! Aku benar-benar membencinya!

"Minie, berikan padaku. Aku gemas pada JongSeok."

Xiumin perlahan memberikan JongSeok pada Chen.

"Pelan pelan ya?"

Chen mencubit gemas pipi JongSeok yang amat menggemaskan. Jika Chen tidak tahu bagaimana cara membuatnya, sudah ia gigit pipi anaknya itu. Tetapi apanya yang sulit? Bukankah mendapatkan jatah dari Xiumin adalah hal wajib Chen dapatkan? Entahlah.

"Ini anak appa? Ommo.. imut ya sepertiku?" Tanya Chen pada Xiumin. Xiumin hanya mengiyakan saja.

Xiumin kembali ke dapur untuk menaruh piring-piringnya. Lalu kembali dengan cepat. Xiumin berbaring disamping Chen dan tiba-tiba mengecup pipi Chen.

Chen mematung karena yang Xiumin lakukan ini sangat langka.

"Ada apa minie? Kau menciumku?" Ucap Chen tidak percaya.

"Ne, saranghaeyoooo." Bisik Xiumin.

Ada apa ini? Xiumin terlihat begitu manja pada Chen.

"Nado saranghaeyoooo." Chen dan Xiumin terkekeh melihat perlakuan mereka berdua.


Aneh bin ajaib.



TBC..

CHENMIN AREA (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang