Ceklek
Xiumin terkejut mendengar suara pintu kamarnya terbuka. Padahal dirumah itu hanya ada Xiumin, ternyata yang datang adalah Jimin.
"Jimin? Kenapa kau kesini?" tanya Xiumin dengan mata sembabnya. Jimin tidak menjawab, ia memandangi wajah Xiumin dengan sedikit cemas karena matanya.
"Tidak usah menangis." Jimin menghapus airmata Xiumin. Xiumin menghindar karena Jimin bukanlah pasangannya.
"Maaf Jimin, jangan sentuh aku ya? Kau tahukan kalau aku ini istri orang lain," Xiumin sedikit ragu untuk bicara begitu karena takutnya Jimin sakit hati dengan ucapan yang Xiumin katakan.
"Ya aku tahu, tapi bagaimana dengan suamimu? Kau sedang seperti ini seharusnya dia ada disampingmu dan memberikan bahunya padamu," Sungguh pintar, ia pintar membuat Xiumin makin bersedih. Padahal dia sendiri yang membuat Xiumin patah hubungan dengan Chen.
"Ya aku tahu, Jimin? Aku minta kau jangan berlama-lama dirumahku apalagi ini dikamarku dan Chen, bisakah kau pergi? Aku ingin istirahat." Saat ini, Xiumin benar-benar terpukul. Ia tidak mau diganggu, karena memang Xiumin suka dengan suasana sunyi.
"Tidak, aku akan menemanimu." Jimin tetep kekeh dengan ucapannya. Sejujurnya Xiumin takut jika Jimin melakukan sesuatu, seperti hal yang tidak diinginkan.
"Jimin, please.."
"Tidak!"
"Jimin, ahh...." Xiumin terjatuh ke kasur karena Jimin memberikan sedikit dorongan kepundak Xiumin.
"Aku sudah bilang kan kalau aku akan menemanimu!" Jimin berjalan kearah Xiumin dan posisi saat ini benar-benar sudah tidak diinginkan.
Jimin berada diatas Xiumin,
Dan
Ceklek
Chen membuka pintu, ia terlupa jika botol susu JongSeok tertinggal.
Shook
Terkejut
Sakit hati
Sedih
Itu yang Chen rasakan saat pertama kali melihat suasana kamar menjadi sangat buruk baginya. Xiumin menoleh kaget, ia langsung bangun begitu juga Jimin.
"Chen?" Xiumin cepat-cepat bangkit dan menghampiri Chen.
Chen terbengong akan kejadian tadi.
"Chen jangan salah paham dulu, a-aku bisa ceritakan lag.." ucapannya terpotong karena Chen sudah muak dengan Xiumin.
"Diam!"
Xiumin diam.
"Aku tidak ingin dengar apapun lagi.."
Xiumin menangis pelan, Jimin hanya menyeringai kecil disamping kasur.
"Karna kita.. Sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi." Airmata Chen tidak sanggup untuk tetap bertahan pada matanya, akhirnya satu air turun membasahi pipinya.
"Chen maafkan aku," Xiumin bertekuk lutut dan menangis. Ia berharap jika Chen bisa mendengarkan apa yang terjadi. Bukan ini yang Xiumin mau.
Kesalahpahaman bisa membuat semuanya, KACAU.
Chen tidak jadi mengambil apa yang ia tujukan untuk datang kerumah itu. Ia kembali, dan Xiumin kembali menjerit.
"Aku sudah bilang kan kalau aku mau sendiri! Lihat? Apa yang sudah kau lakukan? Chen marah lagi padaku!" Xiumin tidak tahan menahan emosinya, ia membentak Jimin berkali-kali.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHENMIN AREA (END)
Fiksyen PeminatKarena orang ketiga, keluarganya kembali hancur. Maka dari itulah, berhati-hati dengan mantan pacarmu.
