Dimobil, Xiumin menangis terus terusan. Ia tidak sangka kalau kejadian tadi terjadi padanya.
"Sudah minie jangan menangis, aku ada disini." Chen langsung memegang tangan Xiumin.
"Chen aku tidak sangka kalau Jimin akan melakukan itu padaku."
Chen menaikan satu alisnya bingung.
"Wae? Dia kenapa?"
"Saat aku memberitahunya aku mohon kau jangan marah ne?"
Chen cepat mengangguk.
"Dia--dia mencium bibirku."
Drrrtttt!
Mobil berhenti mendadak kasar. Chen terkejut mendengar itu.
"Chen ada apa? JongSeok sedang tertidur bagaimana jika dia bangun?"
Chen melamun sebentar dan langsung menjawab Xiumin.
"Tidak, aku hanya shock."
Xiumin merasa kalau Chen shock. Apalagi Xiumin yang benar-benar merasakannya tadi.
"Aku akan segera menikahimu lagi!" Chen mengejutkan Xiumin dengan memukul keras setiran mobilnya.
"Astaga! Chen aku terkejut!" Xiumin ngedumal.
"Kau tidak perlu tunggu lama-lama. Aku akan segera menikahimu! Kalau perlu malam ini juga!"
Chen terburu-buru agar Xiumin cepat menajadi istri nya lagi. Kasihan JongSeok, sampai sekarang ia belum mempunyai seorang ibu lagi walaupun jarak mereka sangatlah dekat. JongSeok masih belum mengerti siapa Xiumin, walaupun Chen sudah memberitahunya. Wajar saja, anak kecil seperti JongSeok tidak mengerti urusan rumah tangga.
"Iya yasudah lanjutkan menyetir. Jangan berhenti ditengah jalan seperti ini."
"Ne. Tapi ingat ya aku akan segera menikahimu."
"Iya iya."
Mereka melanjutkan tujuannya untuk segera pulang.
***
10.30
Xiumin sedang asik bermain dengan JongSeok. Tidak ada Chen disana, entah kemana.
Gubrakkk!
Xiumin terkejut, tidak tahunya yang datang adalah Chen.
"Minieee!!"
"Astaga, kau ini ada apa Chen?"
"Appa? Kau seperti anak kecil!" JongSeok ikut terkejut tidak tahunya.
"Ah maaf-maaf. Begini, aku sudah menyiapkan kartu undangan. Sekarang kau pilih saja." Chen menyodorkan beberapa kartu pada Xiumin.
"Mwo? Secepat ini kah?" Xiumin mengambil kartunya sambil menatap bingung.
"Ne, tadi aku habis pergi bersama Punch untuk memesan ini. Kira-kira yang mana yang bagus?" tanya Chen dengan keringat yang sudah mengalir di pelipis akibat berlarian tadi.
"Hmm, Jongiee? Yang mana yang bagus?" tanya Xiumin pada JongSeok.
"Ini." JongSeok memilih satu kartu sederhana namun menarik.
"Ah benar. Ini lucu." tambah Xiumin.
"Apa selera kalian berdua sama?" Chen sedikit cemburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
CHENMIN AREA (END)
FanfictionKarena orang ketiga, keluarganya kembali hancur. Maka dari itulah, berhati-hati dengan mantan pacarmu.
