Dia, Wenny

929 63 0
                                        

    Wanita yang kalut ini duduk di hadapan Abhimanyu. Wajahnya jelas menyiratkan ketakutan dan kekhawatiran. Wenny, itulah dia.

    Abhimanyu menatapnya masih dengan tatapan tidak percaya dan kesal.

   "Kamu yakin?! Apa kamu tidak salah lihat hasilnya?!"

   Tanya Abhi mendesak kepada wanita di hadapannya, disambut tatapan luka yang mendalam dari Wenny.

   "Kamu pikir aku bohong, Bhi? Aku juga nggak mau seperti ini..." Suara wanita itu goyah, menahan tangis.

   "Tapi kalau sudah begini, mau apa lagi? Mau bagaimana lagi?!" Pecah tangisnya yang tanpa suara itu menggambarkan kepedihan hati seorang wanita. Air mata sudah membanjiri wajahnya yang putih mulus. Sementara, lelaki yang berada tepat di hadapannya hanya membisu.

    Wenny telah mengenalkan Abhimanyu kepada keluarganya sebagai teman kantor. Tanggapan orang tua Wenny yang terbilang agak kaku kala Abhi di kenalkannya adalah positif. Terutama ayahnya yang terkenal sangat selektif dalam melihat teman lelaki anaknya. Harus dari keluarga terpandang, lulusan universitas terbaik, mapan dan serentetan syarat lainnya. Namun ketika bertemu Abhi, ayah Wenny yang berasal dari latar belakang keluarga sangat berpendidikan itu menyambut Abhi dengan ramah.

    Abhi bukanlah dari keluarga kaya yang terpandang seperti yang ayahnya mau, tetapi dia memiliki modal lain yang membuat sang ayah berdecak kagum. Otak cerdasnya, sikap santunnya terhadap yang lebih tua dan tanggung jawab. Setidaknya itulah yang dilihat ayah Wenny dalam diri Abhi.

   Wenny, yang telah menyimpan rasa suka kepada Abhi sejak mereka kenal di kantor ini. Dengan lampu hijau yang telah diberikan ayahnya, dia sangat ingin Abhi menjadi bukan hanya kekasih tapi, pendamping hidup.

   Namun, sikap Abhi yang cuek dan tidak memberikan perhatian yang lebih membuat Wenny menjadi penasaran.

   Ada selentingan kabar yang mengatakan bahwa Abhi telah bertunangan dan akan segera menikah, tak juga membuat hati Wenny berhenti sampai disitu untuk tetap mencintai Abhi. Justru keadaan itulah yang membuat Wenny jadi semakin gigih karena merasa tertantang untuk menaklukan Abhi. Apapun caranya, Abhi harus menjadi miliknya.

   "Ayah dan ibumu bagaimana? Apakah mereka sudah mengetahuinya?" Suara lelaki itu memecah lamunan Wenny. Akhirnya, batin Wenny.

   "Aku nggak tahu harus mulai dari mana. Aku takut, Abhi." Jawab Wenny masih dengan air mata yang berlinang membuat hati Abhi semakin gundah.

   "Bagaimana dengan Hanna?" Pikir Abhi.

   "Apa yang harus aku katakan kepada dia?"

    Dia sudah menjaga jarak dengan Hanna beberapa waktu terakhir ini, bukan karena Abhi masih kesal melainkan takut. Takut dengan kejadian yang ternyata seperti apa yang difikirkannya.

   Bagaimana Abhi harus berlalu dari hidup Hanna, sementara Hanna segalanya bagi Abhi. Ini suatu kesalahan. Kesalahan fatal yang tak termaafkan. Nafsu telah benar-benar membuat Abhi terpenjara dengan konsekuensinya sekarang.

   "Benar – benar sial !!" Pekik Abhi dalam hati.

   "Abhimanyu... aku mohon..." Pinta Wenny disela tangisnya. Dia berusaha menyentuh lengan baju Abhi yang kemudian diurungkannya karena tatapan dingin Abhi.

   "Tidakkah dia merasa iba kepadaku? Tidakkah dia merasa bertanggung jawab untuk paling tidak menenangkanku?" Pertanyaan itu berputar tidak hanya di dalam hati Wenny tapi juga kepalanya yang terasa berat.

   Abhi bangkit dari duduknya dan berlalu begitu saja menambah kepedihan Wenny.[]

Annyeonghaseyo, Korea! [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang