My Everything

670 52 1
                                        

   Sore itu tidak jauh dari kampus, di mini coffee shop tempat Hanna biasa menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas–tugas kuliahnya selain di perpustakaan kampus, mereka duduk berhadapan dalam diam. Bayang Hanna dan Min Ho yang duduk tepat di pinggir jendela terlukis manis, tidak saling bicara masing–masing masih tertunduk namun keduanya sama–sama memaknai kebersamaan itu. Diam–diam terselip seuntai doa di hati keduanya agar kisah yang telah tercipta ini bisa di ridhai oleh Allah SWT.

   "괜 차 나? (Gwenchana?) kau baik–baik saja?" Min Ho mencairkan suasana kaku yang sudah sejak tadi ada diantara mereka. Perlahan Hanna mengangkat wajahnya menatap Min Ho, mengamati dengan seksama sosok yang berada tepat di hadapannya, tidak sampai satu menit Hanna kembali mendundukan pandangannya lalu kemudian tersenyum simpul.

   "뭐가 괜 차 나? (Mwoga Gwenchana?) apanya yang baik-baik saja?" Hanna menjawabnya dengan serius, menimbulkan rasa bersalah Min Ho terhadap Hanna. Min Ho menatap gadisnya dengan lekat, rasa bersalah kian menyeruak di dadanya.

   "정말 미안해, Hanna yaa (Jeongmal Mianhae) Aku benar–benar minta maaf, Hanna yaa." Ucap Min Ho penuh penyesalan.

   "Seharusnya kamu tidak merasa sebersalah itu padaku Min Ho ssi..." ucap Hanna sedikit menggantung, menimbang apakah tepat membicarakan tentang kedua orang tuanya atau tidak.

   "Maksudmu?"

   "Hmm... maksudku apa kamu sudah mengabari keluargamu? Dan kemarin kamu bilang ingin berbagi cerita, tapi sekarang kamu hanya bilang maaf." Cerocos Hanna, membuat Lee Min Ho tertegun sejenak.

    Ayah dan ibunya belum dia beri kabar, baru Hanna. Hanya Hanna. Min Ho membalas dengan senyum simpul terlihat dari matanya yang menyipit. Yups, Min Ho masih dengan kostum menyamarnya, kupluk dan masker. Tidak ada yang mengenalinya dulu dan sekarang, dia selalu berhasil dengan penyamaran ini.

   "Aku baru memberitahukanmu saja, Hanna yaa. Menurutmu apa aku salah?" tanyanya pada Hanna.

   "Hmmm... semestinya kamu memberitahukan keluargamu lebih dulu, baru kemudian yang lain."

   "넌내가족야...(Neon Ne Gajokya) kamu adalah keluargaku, Hanna yaa." Jawab Min Ho membuat Hanna tertegun dan kikuk. Min Ho tersenyum geli melihat Hanna yang salah tingkah.

   Min Ho mencondongkan badannya kearah Hanna, lalu menggodanya.

   "Apa aku berhasil membuatmu salah tingkah? Aku tak tahu kalau ternyata kau selemah itu Hanna yaa..." ucap Min Ho sambil tertawa lepas.

   "Apaa?!" teriak Hanna setengah berbisik galak, kemudian berusaha memukul lengan Min Ho namun dengan cepat Min Ho menghindar sambil tetap tertawa.

   Bahagia rasanya dia dapat merasakan kebersamaan ini bersama Hanna. Kekauan kini lumer sudah seiring dengan canda dan tawa mereka, berbagai cerita kita sudah mengalir dari bibir mereka masing–masing untuk menggambarkan dan menyampaikan segala hal yang terjadi ketika keduanya tidak bertemu. Ketika Lee Min Ho absen dari hingar bingarnya kehidupan sebagai artis papan atas Korea Selatan.

   Kadang mereka mentertawai kejadian lucu yang terjadi lalu kemudian terharu saat berbagi cerita–cerita yang menyentuh hati, termasuk cerita ketika orang tua Min Ho yang sangat terpukul atas hilangnya dia serta betapa merindu hati kedua orang tuanya akan kehadiran dirinya kembali untuk ada bersama diantara mereka. Min Hopun tidak bisa membendung air matanya ketika mendengar Hanna bercerita tentang ibunya yang tak pernah berhenti berharap kalau Min Ho bisa berdiri di hadapannya kembali begitu juga ayahnya, mereka tidak lagi perduli dengan pilihan Min Ho, mereka akan mendukung sepenuhnya asalkan Min Ho kembali kepada mereka dengan hidup dan sehat. Orang tuanya sangat khawatir takut kalau anak mereka bunuh diri karena putus asa.

   Min Ho merasa bersyukur namun juga merasa sangat bersalah kepada keluarganya, dia merasa sangat tidak berbakti kepada orang tuanya karena telah membuat mereka menangis, terlebih ibunya. Min Ho berjanji akan bertemu dengan kedua orang tuanya tapi, Min Ho tidak berniat untuk pergi sendiri, diapun meminta Hanna untuk pergi bersamanya. Hanya satu hal yang belum disadari Min Ho bahwa kini Hannanya telah diterima oleh keluarga Min Ho dengan sepenuh hati.

   Setelah menunaikan ibadah shalat Maghrib, mereka menyusuri jalan–jalan sepanjang Itaewon, mampir ke beberapa tempat untuk sekedar menikmati jajanan kaki lima yang halal untuk sekedar mengurangi rasa dingin yang semakin menggigit. Sampai pada akhirnya Min Ho mengantarkan Hanna pulang.

   Sesampainya mereka di depan flat Hanna, Min Ho menyampaikan apa yang akan dia lalukkan selanjutnya.

   "Hanna yaa, dengarkan aku baik–baik." Ucapnya dengan serius, lalu Hanna menatapnya dengan serius juga.

   "Besok, aku akan menemui kedua orang tuaku atau tepatnya keluargaku, dan kau harus ikut bersamaku. Aku akan mulai membenahi satu persatu kekacauan yang telah aku perbuat dan memperbaiki segala kesalahanku namun, aku memerlukanmu untuk berada tepat di sampingku."

   Hanna membulatkan matanya, merasa kalau–kalau dia salah dengar barusan, tiba–tiba saja jantungnya berdetak sangat cepat. Baru saja Hanna akan membuka mulutnya untuk menentang rencana tersebut, tetapi Min Ho keburu mengatakan bahwa dia tidak ingin mendengar penolakan Hanna.

   " No 못해요 (No Mothaeyo) jangan katakan tidak, Hanna yaa." Pendek dan tegas, membuat Hanna tidak dapat berkata apa–apa lagi, namun Hanna akhirnya terkikik geli karena tiba–tiba saja Hanna merasa bahwa kalimat Min Ho itu sama dengan kalimat drama yang dikatakan oleh pemeran utama pria yang pernah ditonton oleh Donita. Hmmm apa ya? Sepertinya Oh, My Venus nama drama yang membuat Donita tidak habis–habisnya terbawa perasaaan sendiri, membuat Hanna tak hentinya menertawakan Donita.

   "Apa kau sedang menertawaiku?" ucap Min Ho sambil membelalakan mata tak percaya.

   "Apa kamu sedang mencontek dialog drama, Min Ho ssi?" timpal Hanna menggoda Min Ho.

   "Wuaahh... bisa–bisanya kau menggodaku pada saat seperti ini?" Min Ho pura–pura marah yang pada akhirnya membuat Hanna semakin terkikik. Min Ho merasa gemas dengan Hanna namun mengurungkan niat ketika ingin menyentuh ujung kepala Hanna, hampir saja dia lupa dengan aturan tak kasat mata yang saat ini juga di anutnya.[]

Annyeonghaseyo, Korea! [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang