Menemukanmu

742 61 0
                                        


Sudah hampir tiga bulan Abhi berusaha mencari tahu dimana keberadaan Hanna, dari mulai informasi yang berusaha dia dapatkan dari kampus kemudian teman-teman yang dinilai Abhi mengetahui keberadaan Hanna sampai kepada hal yang paling nekat adalah mendatangi rumah Hanna untuk bertanya langsung kepada mantan calon mertuanya.

"Kamu harus sadar, Bhi bahwa antara kamu dan Hanna sudah tidak ada ikatan apapun. Cerita tentang Hanna didalam hidupmu juga telah berakhir jadi kemanapun Hanna pergi sudah bukan lagi menjadi prioritasmu untuk tahu." Begitulah jawaban yang di dapatkan Abhi saat mendatangi rumah Hanna, tapi tetap dia tidak menyerah

Abhi terus berusaha mencari tahu keberadaan Hanna walaupun harus mengorbankan perasaan istrinya serta mengabaikan anak yang berada dalam kandungan Wenny. Segalanya bisa dia kesampingkan hanya untuk menemukan Hannanya kembali karena baginya Hanna adalah sumber kebahagiaan satu-satunya.

"Aku ini apa buat kamu, Bhi?!" Tanya Wenny dengan nada tinggi dan tatapan mata berkilat karena amarah. Abhi terkejut melihat sikap Wenny yang tidak seperti biasanya.

"Kenapa kamu jadi marah-marah, Wen?" Tanya Abhi dengan sedikit penekanan namun tetap mengabaikan kehadiran Wenny karena Abhi tetap memilih sibuk dengan ponselnya. Kali ini Wenny sudah tidak mampu bersabar lagi, diusia kehamilannya yang sudah menginjak delapan bulan sikap Abhi tidak berubah malah semakin parah. Wenny merebut ponsel Abhi dengan kasar yang menyulut kemarahan Abhi.

"Apa-apaan kamu, Wen?!" Abhi menggebrak meja.

"Aku berusaha meminta perhatian kamu!!" Bentak Wenny kemudian.

"Apa kamu tahu, Bhi?! Kamu sudah keterlaluan!! Kamu tidak pernah peduli dengan aku sebagai istri kamu dan yang lebih menyakitkan lagi kamu tidak peduli dengan anak kita!!" Wenny histeris dan menangis frustasi, sementara Abhi hanya diam.

"Kamu hanya peduli pada wanita lain yang semakin lama semakin menjadi duri disini. Dan aku mulai tidak bisa diam melihat hanya dengan bayangannya saja dia sudah dapat mengguncang rumah tangga kita!!"

Abhi angkat bicara ketika Wenny mulai menyinggung Hanna.

"Kamu tidak usah bawa-bawa dia dalam pertengkaran kita!" Bentak Abhi kepada Wenny, lalu kembali merebut ponselnya dan melangkah pergi dari rumah, meninggalkan Wenny dalam rasa sakit yang teramat sangat.

Abhi memacu motornya kearah Cafe tempat dia Hanna pertama kali jadian serta tempat dia mengakui kebodohannya. Abhi memarkir motornya di depan Cafe, lalu setelah masuk dia duduk di tempatnya. Dia bersaha menenangkan pikirannya yang kacau, berusaha mengatur emosinya agar kembali normal.

Dengan ditemani segelas Iced Cappuccinno segera dia mengeluarkan ponselnya dan mulai membuka internet. Dia membuka youtube untuk sekedar melihat video klip lagu Indonesia terbaru, namun tanpa sengaja, ditempat sugestion video terbaru dia membaca judul wanita berjilbab menjadi pembawa acara di Korea dengan jumalah viewer sudah lebih dari seribu orang. Penasaran, akhirnya Abhi membuka video tersebut, kini rasa penasarannya berganti rasa terkejut yang tidak berkesudahan.

"Hannaa...!" Katanya berbisik pada dirinya sendiri. Ternyata dia ada di Korea Selatan selama ini. Ternyata dia melanjutkan sekolahnya disana tetapi, mengapa dia bisa menjadi pembawa acara di sana? Banyak pertanyaan yang tidak menemukan jawaban dalam benak Abhi.


"Aku harus bertemu denganmu, Hanna." Ucapnya pasti pada dirinya sendiri lalu dengan cepat dia menghabiskan Iced Cappuccinno-nya dan bergegas pergi. Pergi menyusul Hanna.

***

Min Ho tidak percaya bertemu dengan gadis yang sering mengganggu pikiran serta hatinya dengan cara yang seperti ini. Dia menyandarkan kepala pada kursinya diruangan VIP artis yang disediakan oleh stasiun televisi yang menjadikan Lee Min Ho sebagai bintang tamunya.

Min Ho memejamkan matanya mengatur perasaannya yang campur aduk, sekilas senyum tersungging dibibirnya. Senyum lega sekaligus tak percaya bahwa ternyata Tuhan mendengar permohonannya kali ini. Terdengar suara ketukan pintu pelan membuyarkan lamunannya.

"누구 (nugu) ? Siapa?" Tanyanya kemudian.

"Min Ho Ssi, ini aku." Jawab sang manajer segera.

"Oo... 형 (Hyeong) , masuklah." Sang manajer masuk dengan membawa secarik kertas berisikan nomer telepon sesuai yang artisnya minta serta tablet yang selalu dibawanya guna mengecek internet mengenai pemberitaan Min Ho, malam ini popularitas Min Ho melejit sempurna, rasa puas dan lega terpancar dari wajah sang manajer, dia menyampaikan berita positif ini kepada Min Ho.

"고맙다 (Gomapda), terima kasih..." Min Ho menyambar kertas itu dengan antusias dari pada mendengar tentang popularitasnya yang kembali terdongkrak karena acara malam ini.

Dia mengucapkan terima kasih diikuti senyum tulusnya kepada sang manajer. Sang manajer curiga dengan sikap Min Ho namun lega dengan mood baik artisnya.

"Min Ho yaa..., jangan sampai ini menjadi skandal yang akan menghabiskan karirmu. Masalah kau dengan Suzy saja sudah cukup banyak menimbulkan berita yang menjurus pada gosip, untung saja manajemen bisa mengatasinya serta acara malam ini yang mendongkrak kembali popularitasmu dan mengahapus bersih gosip itu." Nasehat sang manajer ditanggapi dengan anggukan setuju oleh Min Ho.

"네. (Ne), baiklah." Jawab Min Ho singkat.

Diiringi tatapan khawatir dari sang manajer namun tetap berusaha memercayainya, lalu meninggalkan Min Ho kembali sendiri. Dia memilih berada diluar, memberikan Min Ho ruang untuk waktu pribadinya.

Lama Min Ho menatap barisan nomor disecarik kertas yang di genggamnya, dia memutar - mutar kertas itu, banyak menimbang dan mencari cara bagaimana dia membuka pembicaraan dengan gadis itu, mereka-reka berbagai alasan yang kiranya masuk akal.

Min Ho kembali memejamkan mata berusaha mengingat kembali saat mereka bertemu, berusaha mengingat senyum itu, mata indah itu. Penampilannya malam ini terlihat sedikit berbeda namun tetap menampilkan kesan sederhana.

"Penutup kepalanya merah kali ini, dia terlihat sangat eksotis dengan warna itu. Aku tersihir untuk yang kedua kalinya." Bisik Min Ho kepada dirinya sendiri.

"Dia bahkan menolak menjabat tanganku. Bukankah itu aneh sekali? Sementara banyak orang yang ingin sekedar melihat senyumku, dia malah menolak menjabat tanganku saat ada kesempatan." Min Ho berkata pada dirinya sendiri tidak dengan berbisik melainkan seperti sedang monolog. Wajahnya heran dan tidak terima. Sehingga dia kemudian memutuskan akan mengirimkan pesan singkat terkait dengan itu untuk alasan agar mereka bisa bertemu kembali.[]

Annyeonghaseyo, Korea! [TAMAT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang