Abhi mulai mengurusi keperluannya untuk menyusul Hanna. Tidak menggubris sedikitpun rengekan dan kesedihan Wenny. Bahkan ketika Wenny terpaksa melahirkan bayinya lebih awal dari jadwal seharusnya dikarenakan stress yang berlebihan.
Bayi mungil yang didekap Wenny dengan hangat dan penuh kasih tidak meluruhkan hati Abhi. Wenny mendekap bayi cantik itu dengan perasaan campur aduk, senang, bahagia karena melihat putrinya sehat serta cantik, namun juga nyeri hatinya karena ayah si bayi tidak perduli dengan kehadirannya kedunia. Tak hentinya air mata jatuh membasahi pipi Wenny.
"Anak ini aku akan beri nama Assyfa Putri Abhimanyu, bagaimana menurutmu?" Tanya Wenny kepada Abhi yang masih tetap ditanggapi dingin.
"Terserah saja." Jawabnya lalu meninggalkan Wenny kembali sendiri. Kali ini Wenny tidak berani menangis atau merengek, ini karena orang tuanya ada di sini. Kali ini dia membiarkan begitu saja kepergian Abhi, meski hatinya sangat sakit.
Abhi memeriksa kelengkapan dokumennya, passport, visa, dan keperluan lain yang mendukung perjalanannya. Hatinya berbunga sekaligus takut ketika membayangkan akan bertemu dengan Hanna, akankah Hanna mau kembali padanya setelah mendengar penjelasannya kali ini? Hatinya penuh pertanyaan.
Dia akan meninggalkan Wenny itu janjinya dalam hati kini. Untuk Hanna dia akan melakukan apa saja agar dia dapat bersatu kembali dan meneruskan apa yang sempat terhenti, yaitu menikah. Itu yang seharusnya terjadi, dia menikah dengan Hanna dan bahagia sampai hanya maut yang memisahkan. Kehadiran Wenny hanyalah kesalahan sejarah saja, batinnya.
Akankah Hanna menerima penjelasannya? Akankah Hanna memahaminya seperti biasanya dia memahami dirinya. Hanna harus melihat kesungguhannya untuk kembali merajut kisah mereka. Abhi akan berusaha keras agar Hanna melihat kesungguhannya, melihat cintanya pada Hanna.
"Hanna, tunggu aku. Aku akan datang untuk membawa kamu kembali, akan aku tebus semua dosa dan salahku padamu.
Jatuh cintakah dia kini dengan perempuan beda benua, beda budaya dan yang paling mencolok adalah beda keyakinan dan berkerudung? Batinnya berperang. Terlalu dinikah dia jika menyimpulkan ini adalah cinta bukan hanya sekedar rasa penasaran akut yang biasa dimilikinya?
"Ini jelas penasaran akut yang biasa aku miliki jika menginginkan sesuatu. Jelas sekali. Pasti jika aku sudah tahu bagaimana dia sebenarnya aku akan bosan seperti yang sudah–sudah. Jadi jelas ini bukan cinta. Aku tidak mungkin jatuh cinta."
Min Ho berkata pada dirinya sendiri, berulang kali berusaha meyakinkan dirinya bahwa apa yang dimilikinya bukan rasa cinta tetapi hanya rasa penasaran.
Min Ho memilih bersantai di balkon kamar tidurnya seperti yang sudah–sudah di sana pula angannya tentang Hanna berkelana. Ada sesuatu di dalam diri gadis itu yang berbeda, bukan karena penampilannya yang memang sudah jelas berbeda, tetapi memang ada yang berbeda di sana. Gadis itu tersenyum namun entah mengapa ada kesedihan yang sepertinya tersembunyi namun terpantul melalui kedua matanya yang indah. Dan... dan dia berani menolakku, berani bersikap tegas padaku, dia menjelaskan secara gamblang tentang aturan agamanya yang menurutku tidak masuk akal tapi.... tapi dia memegang teguh prinsip itu. Di jaman yang modern seperti ini, masih tersisa gadis seperti dia..... aku sungguh tidak percaya. Apa dia sengaja melakukannya padaku? Aaaaiishh.... itu tidak mungkin.
Min Ho jadi kesal sendiri dengan dirinya. Jika memang benar ini hanya penasaran, maka ini adalah penasaran terlama yang pernah dia miliki terhadap seseorang. Dia segera menghabiskan kopinya lalu menuju tempat tidurnya dengan gelisah ditatapnya layar ponsel itu berkali–kali.
Akhirnya teks pendek dikirimkan Min Ho untuk Hanna.
Kau masih hutang penjelasan yang lainnya. Sabtu aku akan datang ke kantormu.
Lama Min Ho menatap layar ponselnya, tak juga ada balasan yang dia tunggu hingga akhirnya dia terlelap.
Aku selalu sibuk dengan jadwalku yang super padat, tapi.... Setiap kali aku berhenti sejenak dari segala aktifitas entah mengapa aku tetap memikirkanmu, bayangmu muncul dari semua sudut benakku. Dan pada saat yang seperti itu hanya hati yang bekerja karena otakku sepenuhnya lumpuh.[]
![Annyeonghaseyo, Korea! [TAMAT]](https://img.wattpad.com/cover/124642620-64-k524585.jpg)