Rank #286 Romance 06/01/2018
Rank #186 Romance 11/02/2018
Aku tau aku hanyalah sosok penggantinya lelaki yang sulit kau lupakan. segala cara ku lakukan agar kau dapat menerima ku sebagai suamimu di dalam hati mu
-Mara Gani .H
sebenarnya semenjak kau...
Tibalah hari ini dimana hari yang selalu di tunggu tunggu, di mana ayah ku sudah duduk di samping bapak penghulu. Untuk apalagi kalau bukan untuk menyelesaikan proses rukun menikah.
Aku tak tau apa yang terjadi disana, aku hanya menjadi pendengar yang budiman di kamar ini, karena aku meminta pernikahan di lakukan di rumah saja tak perlu ke masjid, resepsi barulah di laksanakan di gedung agar lebih luas saja.
Yang ku dengar dari sini suara lantang ayah ku yang mengatakan "saya nikahkan dan kawinkan kamu Mara Gani. H dengan anak saya Apriani Marlia. S binti jafar. S dengan mas kawin 10gr emas dan seperangkat alat solat di bayar tunai"
"Saya terima nikah dan kawinnya Apriani Marlia .S binti Jafar. S dengan mas kawin yang tersebut di bayar tunai"
"Syaah?" Tanya pak penghulu "Saah jawab para saksi dan tamu undangan "Baiklah bu coba di bawakan anak gadisnya kesini dulu" "Baik pak" jawab mama ku
Aku melihat haru ayah ku dan papa ku berpelukan sambil menangis, kenapa mereka mengis sih aku jadi terharu sama ayah dan papa kalau begini ceritanya.
Pak penghulu menyuruh aku untuk menyalam suami ku, eh suami? Rasanya aku sangat males sekali menyebutnya suami, karena suami ku hanya mas fadlan.
Aku menyalaminya, dan dia mencium keningku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kenapa aku? Kenapa aku merasa ciuman kening itu seperti waktu aku menikah dengan mas fadlan.
Doapun di panjatkan setelahnya. Acara selesai dengan hikmat sampai acara di gedung juga. Semua lancar tak ada kendala kecil sedikit pun.
Ini adalah waktu yang paling aku takutkan malam pertama. Ya bagaimana tidak, aku belum mencintainy, bagaimana kalau dia meminta haknya sekarang. Aku benci gani sangat benci.
🌸🌸🌸🌸
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Apa apaan ini fikir ku setelah memasuki kamar kami, hah entahla ini pasti permintaan gani. Eeh tapi yang melakukan pemesanan kan mama. Mama selalu buat kesel aku aja hmm.
"Dek, mandilah kamu pasti capek kan?" Tanya gani "Iya, aku capek sekali. Jadi jangan ganggu aku mengerti!" Aku sedikit memberi peringatan pada dia "Baiklah, aku mau pergi keluar sebentar.
*Mara Gani Pov Kenapa dek kenapa kamu selalu cuek sama aku? Kenapa kamu selalu kasar bicara sama aku, ngebentak aku? Aku tau kau masih mencintai dia dan belum bisa menerima ku, tapi bisakah kau sediki lembut padaku? Kau itu istriku sekarang.
Aku begini tak ingin menyakiti mu, dengan memberi petingatan padamu, tapi kamu selalu saja begitu beberapa hari ini.
Padahal akku tak akan memaksamu dek melakukan ini mengambil hak ku malam ini, aku akan menunggunya dek sampai kau bisa dan mampu memenuhinya sendiri.