Mingyu dan Jungkook menoleh kearah Taehyung yang baru saja datang sembari menenteng kantong plastik, Mingyu tersenyum lebar saat melihat Taehyung, dengan cepat namja itu melangkah kearah hyung nya lalu memeluk Taehyung erat. Sedangkan Taehyung hanya tersenyum tipis, matanya melirik kearah Jungkook yang tengah menundukkan kepalanya. Perlahan ia melepaskan pelukan adiknya itu lalu menghampiri Jungkook.
"Ini pesananmu Kookie... makan yang banyak, agar baby selalu sehat di dalam sana." Jungkook tersipu malu saat Taehyung mengelus perutnya yang masih rata itu, dengan canggung ia mengangguk lalu menerima makanan yang di berikan Taehyung kepadanya, sedangkan Mingyu yang sedari tadi melihat interaksi keduanya mulai berdehem keras agar bisa memulai kembali ke topik sebelumnya.
"Jadi hyung.. bisa kau jelaskan padaku, semuanya." Taehyung mengangguk cepat karna iapun tak mau menyembunyikan apapun dari adiknya itu.
"Dia Jungkook... dia calon istri ku karna sekarang dia sedang hamil anakku, tentunya." Singkat, padat, dan jelas. Mingyu melihat Jungkook dari atas sampai bawah, dan hal itu tentu saja membuat Jungkook risih.
"Kau menakuti nya Gyu.. sudahlah.. jika ingin lebih jelasnya akan ku jelaskan nanti." Mingyu mendesis mendengar perkataan Taehyung, tapi setelah nya ia tersenyum kearah Jungkook.
"Hai calon kakak ipar... namaku Kim Mingyu, senang bertemu dengan mu." Jungkook mengangguk ragu, bola matanya bergulir kesana kemari lalu menatap kantong plastik yang sekarang ia pegang.
"Ehmm.. hyung.. bolehkah aku makan sekarang?" Jungkook menggigit bibir bawahnya kuat karna malu, sedangkan kedua namja di depannya hanya terdiam hingga akhirnya Taehyung mengangguk memperbolehkan.
"Aigo.. lucunya calon istri mu hyung." Ujar Mingyu membuat Taehyung mendelik tak suka pada adiknya itu.
"Dia memang lucu, dan dia milik ku." Mingyu tersenyum jahil pada Taehyung, dengan sengaja ia menyenggol bahu namja itu.
"Bolehkah aku meminjamnya untuk satu malam."
"Ku bunuh kau jika itu terjadi." Mingyu tertawa mendengar perkataan Taehyung, matanya beralih menatap Jungkook yang sedang makan dengan khidmat sekarang, ia baru sadar jika Jungkook memanglah cantik sebagai seorang namja, dan diapun bersyukur karna ada Jungkook yang akan menjaga dan merubah sikap Taehyung secara perlahan nantinya.
* * *
Namja berambut orange ini, terlihat berjalan sempoyongan di trotoar jalan yang sudah sepi, mulutnya terus meracau tak jelas akibat banyaknya alkohol yang ia minum. Matanya terlihat sayu dan mengantuk. Ya namja itu adalah Yugyeom, kalian bisa menebak sendiri kenapa dia seperti sekarang? Hanya ada satu jawaban bukan, yaitu karna Jeon Jungkook.
"Kookie.. aku mencintaimu... kenapa.. hik.. kenapa kita berpisah?"
Sementara itu, Bambam terlihat baru saja keluar dari minimarket untuk membeli ramyun. Matanya menyipit kala melihat seseorang yang sudah tak asing lagi baginya, matanya melebar saat sudah mengenali orang itu dan dengan cepat ia berlari menghampiri orang tadi.
"Yugyeom sunbae.. oh astaga!! Apa yang terjadi padamu? Kenapa kau seperti ini?" Bambam terlihat histeris ketika melihat keadaan Yugyeom, raut khawatir sangat terlihat jelas di wajahnya.
"Hik.. kau siapa? Hik.. bukankah.. kau Bambam.. hik.. Jungkook.. yah kau temannya.. bukan."
Bruukkk
Bambam segera menghampiri Yugyeom yang sudah terkapar tak berdaya di jalanan yang dingin itu, dengan sigap Bambam memapah tubuh Yugyeom untuk pergi dari sana lalu membawa Yugyeom ke rumahnya.
* * *
Wanita paruh baya ini terlihat berjalan memasuki sebuah mansion besar di ikuti seorang namja tinggi di sampingnya, salah satu bodyguard mansion itu menghadang nya agar tidak masuk, karna bagaimana pun ia hanya menjalankan perintah dari atasannya bukan.
"Maaf nyonya.. anda mencari siapa?" Tanya bodyguard itu.
"Aku mencari putraku, Jeon Jungkook
Bukankah ia bekerja disini? Aku ingin menebusnya." Bodyguard itu sedikit berfikir sejenak, lalu tersenyum simpul.
"Maaf nyonya Jeon, tuan Kim sedang tak ada di rumah.. jadi anda bisa kembali lagi nanti."
"Lalu dimana putraku?"
"Ada apa ini?"
Ketiga orang itu menoleh kearah ahjumma Park, bodyguard tadi undur diri karna merasa ahjumma Park lah orang yang tepat untuk berbicara dengan nyonya Jeon, sebab ahjumma Park bukanlah sekedar kepala pelayan di mansion itu tapi merupakan ibu asuh kedua Kim bersaudara.
"Anda nyonya Jeon?" Ujar ahjumma Park, dan di balas anggukan oleh ibu dari Jungkook itu.
"Maaf nyonya.. tuan Kim sedang tidak ada di rumah, dia sedang di rumah sakit."
"Rumah sakit?? Memang nya tuan Kim itu sakit apa?"
"Emm... bukan tuan Kim yang sedang di rawat, tapi putra anda nyonya."
"Apa?? Jungkook di rawat?? Katakan dimana rumah sakitnya.. aku akan kesana." Pelayan Park terlihat ragu memberitahukan alamat tempat Jungkook di rawat, ia yakin jika ia memberitahu nyonya Jeon pasti masalah yang ada akan bertambah rumit apalagi kedatangan nyonya Jeon adalah untuk menebus Jungkook, yang artinya Jungkook akan di bawa kembali oleh ibunya itu, lalu bagaimana dengan Taehyung?
"Ngg.. anu.. Jungkook di rawat di---"
* * *
Taehyung masih saja menatap wajah Jungkook lekat, dan hal itu tentu saja membuat Jungkook malu dan canggung. Yah setelah kepergian Mingyu tadi kini Taehyung terus saja menatapnya sembari tersenyum manis, dan entah kenapa hatinya itu terasa berdetak cepat melebihi saat dirinya bersama Yugyeom dulu.
"H-hyung... jangan menatapku seperti itu.. a-aku malu." Tangan itu saling bertaut menandakan jika sang pemilik sedang gugup saat ini.
"Memangnya kenapa? Apa aku tak boleh memandangi calon istri ku sendiri?" Jungkook terdiam, setiap ia mendengar kata calon istri, hatinya tambah berdebar tak karuan.
"Ngg... a-aku malu di tatap seperti itu." Suara Jungkook semakin mengecil pada akhir kalimatnya, dan Taehyung hanya tersenyum simpul menanggapi hal itu. Perlahan Taehyung mendekat kearah Jungkook, di raihnya tengkuk namja manis itu hingga kini mata mereka saling menatap satu sama lain.
Jungkook bungkam kala merasakan bibir basah Taehyung menyentuh bibirnya, melumat bibirnya bergantian dengan lembut, Jungkook sedikit melenguh saat Taehyung menggigit bibir bawahnya agar mulut nya terbuka hingga pada akhirnya sang dominan memainkan perang lidah sekarang. Ciuman itu semakin menuntut, dan seakan lupa dimana mereka berada saat ini, Taehyung mulai menurunkan ciumannya di sela leher Jungkook yang terekspos, membuat ruam keunguan disana, sedangkan Jungkook hanya bisa mendesah tertahan sembari mencengkeram kuat jas milik Taehyung.
Taehyung tatap mata sayu itu, baginya Jungkook sangat indah jika mengeluarkan banyak keringat karna ulahnya, di tambah bibir ranum itu sedikit bengkak karna ciumannya barusan. Di satukannya kening mereka, hingga akhirnya Jungkook bisa merasakan deru nafas Taehyung di permukaan wajahnya begitu pun sebaliknya.
"Kau sangat manis Kook.. aku sangat mencintaimu.. dan tentunya dia juga." Terlihat jika kedua pipi chubby itu mengeluarkan semu merahnya yang sangat kentara, dan hal itu semakin membuat Taehyung gemas akan kelincinya itu.
"Jungkook!!"
Kedua orang itu serempak menoleh kearah pintu, mata Jungkook membulat kala melihat ibunya ada di ambang pintu begitu pula Taehyung, hati namja itu kini mulai resah saat melihat nyonya Jeon datang sembari membawa sebuah koper di tambah ia tidak datang sendiri melainkan di temani oleh namja lain yang mungkin seumuran dengannya.
"Nyonya Jeon."
.
.
.
.
.
.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Kim
Fiksi Penggemar(END) MPREG Yang Jungkook rasakan hanyalah pelecehan,dan penyiksaan terhadap dirinya saat hidupnya dijadikan jaminan akan hutang ibunya yang memang orang tak berada. jungkook rela jika harus menggantikan posisi sang ibu. Hanya itu yang bisa dia laku...
