Chapter 20

44.6K 3.3K 90
                                        

Rasa malu dan kesal bercampur menjadi satu dalam diri Jungkook, ia memalingkan wajahnya yang memerah dari tatapan sosok di depannya, sedangkan tatapan lain di ruangan itu seolah tengah menguliti orang yang tadi seenak jidatnya menganggu keromantisan mereka. Taehyung berdecak pelan ketika menatap raut tanpa dosa yang di layangkan Mingyu padanya sejak beberapa menit lalu, adiknya itu memang tak mengenal kata malu sedikit pun, apa ia tak bisa diam sejenak untuk melihat kakaknya bahagia barang sedetik saja? Padahal baru saja tadi Taehyung bisa mencium Jungkook lagi dan sialnya orang yang bernotabene adik kandungnya itu malah menganggu nya dengan teriakan yang melengking, membuat Taehyung seperti orang jahat yang akan berbuat mesum di muka umum. Dan sekarang Jungkook malah marah padanya, yah Taehyung akui pasti namja kelinci nya itu malu karna kepergok sedang berciuman dengannya oleh orang lain, apalagi orang itu adalah Mingyu, orang yang senang sekali menggoda orang lain melalui keburukan nya. Sama seperti sifatnya.

"Mau apa kau kemari?" Tanya Taehyung dingin, Mingyu hanya tertawa kecil  melihat tingkah kakaknya itu di tambah calon kakak iparnya yang sejak tadi masih memunculkan semburat merah di kedua pipi chubby nya hingga menjalar sampai ke telinga namja manis itu. Menambah kesan imut di mata Mingyu.

"Tenanglah hyung.. maaf karna aku menganggu waktu bercinta kalian tadi, tapi bukankah bagus karna aku yang masuk lebih dulu daripada suster rumah sakit yang melihat kalian seperti itu, ah.. dan ku yakin kau yang memulai semuanya kan, hyung." Taehyung menatap sinis kearah Mingyu, dasar tak sopan, pikirnya.

"Bukan urusanmu!!" Ujar Taehyung ketus.

"Sudah ku duga.. hyung tak seharusnya begitu, lihat!! Sekarang calon kakak iparku merasa malu karna ulahmu hyung."

Merasa dirinya di bawa-bawa akan perbincangan kedua saudara kandung itu, Jungkook memilih bungkam di tambah rasa panas di pipinya semakin menjadi dan ia yakin sekarang wajahnya sudah sangat memerah, sumpah serapah sudah ia berikan pada Taehyung dalam hatinya, mengutuk namja itu atas segala kecerobohan serta kemesuman tingkat dewa nya. Jungkook serasa ingin menggantung Taehyung saat ini jika saja ia tak mencintai namja bermata elang itu.

"Diam kau!! Cepat katakan, mau apa kau kemari?" Tanya Taehyung sarkastik.

"Tentu saja menjenguk kakak iparku, apa hyung tak lihat buah-buahan yang ku bawa?" Taehyung melirik sinis kearah keranjang buah yang ada di atas meja di depannya, hembusan napas berat di keluarkan namja itu. Setelahnya ia menatap sekilas kearah Jungkook yang masih memasang wajah juteknya sejak kedatangan Mingyu tadi.

"Kau lihat!! Karna kau.. Jungkook jadi marah padaku!"

"Hyung jangan menyalahkan ku, itu semua salah hyung sendiri yang tak bisa menahan hormon hyung sejak lahir, dasar tua bangka mesum!!"

"Apa kau bilang?! Dasar adik kurang ajar!! Ku potong uang saku mu sebulan ini!!" Mingyu melotot tak percaya pada kakaknya, pemotongan uang jajan itu sangat menyakitkan baginya, karna tentu saja ia tak akan bisa membeli barang-barang kesukaan nya lagi.

"Hyung.. kau tak adil!!" Taehyung tersenyum penuh kemenangan saat melihat mimik jengkel dari wajah adiknya, melihat adiknya itu kesusahan adalah kesenangan tersendiri bagi Taehyung.

"Jangan memasang raut wajah seperti itu, kau malah terlihat menyedihkan." Mingyu memandang sinis kearah Taehyung.

"Ku doakan semoga calon kakak ipar tak pernah memafkan mu, hyung." Tutur Mingyu sinis.

"Dasar bocah sialan!!"

"Bisakah kalian berhenti berdebat?? Kepala ku tambah pusing karna mendengar ocehan kalian berdua." Kini kedua namja itu terdiam saat mendapati tatapan tajam dari mata doe di hadapan mereka. Dan ah... apakah mereka lupa jika Jungkook memang baru saja sadar pagi ini?

Mr. KimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang