Chapter 3

72.4K 5.8K 237
                                        

Masih melakukan hal yang sama, akhirnya Taehyung memilih untuk lebih mendekat kearah Jungkook dengan tatapan yang kembali datar, sedangkan namja manis itu sendiri sedikit tersentak kala mendapati bayangan Taehyung pada kaca di hadapan nya. Dengan cepat Jungkook mengusap air mata nya kasar lalu berbalik untuk menghadap kearah Taehyung sembari menunduk.

"A-ada a-apa d-doryeonim? A-apa ada pekerjaan lagi untuk saya?" Tanya Jungkook gugup, Taehyung perlahan mendekat kearah Jungkook membuat namja kelinci itu beringsut mundur. Jungkook hanya bergerak gelisah sedangkan Taehyung terus saja menatap Jungkook dengan tatapan yang sulit di artikan, hingga akhirnya langkah Jungkook terhenti karna tubuhnya sudah terpojok di dinding  dan tepat saat itu Taehyung menghentikan langkahnya di hadapan Jungkook tanpa cela sedikit pun membuat tubuh yang lebih kecil sedikit menegang di buatnya.

Taehyung perlahan mengangkat dagu Jungkook agar menghadap kearahnya, Jungkook yang mendapat perlakuan seperti itu hanya bisa diam dan menelan ludah takut. Kedua netra mereka bertemu, yang lebih tua hanya menampilkan tampang datarnya sedangkan yang muda terlihat begitu gugup sekaligus takut.

"Kenapa kau tidak ke ruang makan?" Mulut sang dominan akhirnya terbuka, ada rasa khawatir yang sangat jelas tersirat disana namun sayangnya si lawan bicara tak paham akan hal itu.

"M-maaf doryeonim... a-aku.. h-hanya... ngg--"

"Apa karna pacarmu itu?"

"Apa?!" Taehyung tersenyum sinis melihat respon Jungkook yang terlihat sangat kaget, perlahan ia mencondongkan badannya kearah Jungkook.

"Kau sekarang milikku, jadi tak ada yang boleh memilikimu selain diriku sekarang, termasuk kekasih mu itu." Jungkook menegang di tempat nya kala mendapat bisikkan intens dari tuannya itu, dia menatap tak percaya pada Taehyung membuat sang dominan tersenyum lebar.

"Ayo kita makan, kau harus makan bersama ku, itu tugas mu sekarang." Taehyung perlahan menarik pergelangan tangan Jungkook, sedangkan Jungkook sendiri hanya terdiam. Ia masih memikirkan perkataan Taehyung tadi.

* * *

Jungkook kini tengah mengusap wajahnya yang lebam dengan handuk basah, sesekali ia akan meringis karna handuk itu menggores luka nya. Kalian ingin tahu Jungkook kenapa? Ini semua karna Taehyung. Yah tuannya itu memukulnya tadi, entah karena hal apa tuannya itu terlihat sangat marah saat pulang dari kantor dan Jungkook lah yang menjadi pelampiasan nya.

Clekk

Jungkook menoleh kearah pintu yang terbuka, dan dia langsung menundukkan kepalanya takut ketika melihat Taehyung yang membuka pintu. Jungkook duduk dengan gusar di atas ranjang nya kala langkah kaki Taehyung mendekat kearahnya.

Entah kenapa bertemu Taehyung selalu membuat dirinya takut, seperti saat ini.

"Jeon." Panggil Taehyung lirih, Jungkook hanya terdiam tak menjawab. Ia menunggu Taehyung melanjutkan perkataan nya itu.

Taehyung mendekatkan dirinya kearah Jungkook, membuat namja kelinci itu semakin ketakutan sekarang. Taehyung perlahan mengangkat tangan kanannya untuk mengangkat wajah Jungkook yang selalu saja menunduk ketika bersama dengan nya tapi Taehyung mengerti kenapa Jungkook berbuat demikian, sebab semuanya itu terjadi karena ulah dirinya.

Mata setajam elang itu melihat wajah manis di depannya, netra coklat itu sedari tadi bergulir tak tenang, sang pemilik terlalu takut menatap mata elang itu dan entah kenapa melihat hal itu membuat sang dominan merasa sakit.

"Jeon, kau takut?" Tanya Taehyung, membuat Jungkook menggeleng dengan ragu tanpa melihat kearah nya. Dan Taehyung hanya tersenyum miris melihat nya.

"Jeon.. Jungkook tataplah mataku ketika kita sedang berbicara!!" Jungkook terkesiap saat mendengar Taehyung kembali membentaknya, badannya mulai gemetar lantaran takut kalau nanti Taehyung bisa saja memukul nya kembali.

"Hiks... m-maaf d-doryeonim.. tolong jangan pukul aku lagi.. hiks.. a-aku takut." Hati Taehyung seakan teremas kuat kala melihat air mata itu jatuh di hadapan nya, kau tahu bahkan saat memukuli Jungkook tadi, namja manis itu tak menangis sama sekali dan sekarang dia menangis karna takut Taehyung memukul nya kembali.

"Jeon... aku--"

"Hiks... m-mianhae doryeonim... jeongmal mianhae... hiks."

"Jungkook... hentikan."

"M-mian."

"Kook... berhentilah."

"Hiks.. hiks...hiks... aku tak---"

Chup

Mata kelinci itu membulat seketika kala merasakan sebilah bibir mendarat di atas bibirnya tanpa persetujuan lagi dari pemiliknya, Jungkook dapat melihat manik itu terpejam tanpa syarat di depannya. Merasa tak ada penolakan, Taehyung perlahan melumat bibir mungil itu dengan lembut, menyesap bergantian bilah bibir yang sudah membuatnya candu semenjak pertama kali ia mencobanya.

Jungkook hanya terdiam, batinnya menolak di perlakukan seperti ini tapi tubuhnya tak bisa menolak perlakuan lembut dari Taehyung, ia menikmati nya. Tangan kekar itu mulai menarik tengkuk Jungkook sensual, untuk memperdalam ciuman mereka dan manik bulat itupun perlahan terpejam untuk menikmati setiap sentuhan dari sang dominan.

"Ngghh.... ssstt." Jungkook meringis di sela ciumannya kala tanpa sengaja kulit wajah Taehyung bergesekan dengan luka lebam di wajahnya dan Taehyung menyadari itu.

Sang dominan melepaskan tautannya, dan itu berhasil membuat Jungkook menatap Taehyung dengan tampang blank nya saat ini. Mata coklat itu kini beralih menatap mata elang itu membuat si pemilik tanpa sadar menyunggingkan senyumannya.

"Istirahat lah Kook... besok kau harus sekolah."

"Sekolah?? Sungguh aku boleh pergi ke sekolah doryeonim?" Tanya Jungkook dengan penuh binar di matanya, melihat hal itu membuat Taehyung tersenyum dalam diam.

"Ne... kau ku izin kan untuk bersekolah tapi ingat, kau tak boleh berdekatan dengan kekasih mu itu." Seketika binar dimata Jungkook kembali redup kala mendengar hal itu dari Taehyung, padahal tadi ia senang karna dirinya bisa bersama Yugyeom nanti tapi mendengar hal itu dilarang membuat kebahagiaan nya itu perlahan surut.

"B-baiklah." Pasrah Jungkook pada akhirnya.

"Tidurlah, besok kau harus bangun pagi."

"Eung."

Taehyung tersenyum kecil kearah Jungkook, sebelum ia pergi dirinya menyempatkan untuk mengusak kepala Jungkook terlebih dulu. Membuat Jungkook menghembuskan napas nya perlahan. Melihat tingkah sang majikan yang terkadang berubah-ubah seperti bunglon.

* * *

Langkah riang di awali oleh Jungkook pagi ini, ia menyapa beberapa maid yang bekerja disana dengan senyuman kelinci miliknya membuat siapa saja pasti gemas melihat tingkah nya itu.

"Annyeong ahjumma." Sapa Jungkook pada pelayan Park, selaku kepala pelayan di mansion milik Kim Taehyung ini.

"Annyeong Kook-ah." balas ahjumma Park dengan ramah.

"Ahjumma... doryeonim kemana? Apa dia sudah berangkat ke kantor?" Tanya Jungkook membuat wanita paruh baya itu tersenyum hangat padanya.

"Doryeonim masih tidur di kamarnya, jika kau mau kau boleh membangunkannya karna jika tidak maka doryeonim akan terus tidur sampai akhirnya ia terlambat ke kantor, dan tuan Jimin akan memarahi nya karna ia harus menunda rapat dengan para client."

Jungkook terdiam mendengar perkataan Ahjumma Park, sifat lain dari sosok Taehyung baru ia tahu sekarang bahwa sebenarnya Kim Taehyung hanyalah sosok manusia yang sama seperti dirinya yang terkadang memiliki kelalaian tersendiri. Tanpa sadar Jungkook mengulas senyumannya, dan kakinya entah kenapa tiba-tiba saja bergerak kearah kamar Taehyung.

.
.
.
.
.
.
.

Tbc.

Mr. KimTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang