Semua orang kini sudah berkumpul diruang tunggu, setelah Jungkook dimasukan kedalam UGD, Taehyung langsung menghubungi Nyonya Jeon dan yang lainnya agar segera datang kerumah sakit, bagaimana pun mereka harus tahu keadaan Jungkook saat ini.
Nyonya Jeon mengusap punggung Taehyung beberapa kali sekedar ingin menenangkan menantunya itu, sudah hampir dua jam mereka menunggu Jungkook yang ada dalam ruang operasi, tapi tak ada tanda-tanda operasi itu akan berakhir. Taehyung memejamkan matanya, berdoa didalam hati agar Jungkook dan bayi mereka baik-baik saja.
Hembusan lega beberapa orang disana terdengar bersamaan setelah suara bayi menangis masuk kedalam indra pendengaran mereka termasuk Taehyung, namja itu mengusap wajahnya lega saat tahu bayi nya selamat tapi hatinya masih gusar memikirkan bagaimana keadaan Jungkook sekarang. Setelah menunggu beberapa menit, terlihat beberapa suster keluar dari ruang UGD sembari mendorong brankar, Taehyung dapat melihat istrinya disana. Namja manis itu tak sadarkan diri, bahkan kini ada selang oksigen yang menutupi sebagian wajah manis itu, hati Taehyung berdenyut nyeri melihat keadaan Jungkook. Iapun segera menghampiri sisi brankar itu lalu mengenggam tangan kelinci manisnya.
"Dia kenapa suster?"
"Pasien kritis Tuan, kami harus segera membawanya kedalam ruang ICU untuk menjalani perawatan khusus." Langkah Taehyung terhenti, pegangan tangannya terlepas begitu saja. Tubuhnya seakan membeku ditempat setelah mendengar perkataan suster tadi, matanya menatap kosong kearah Jungkook yang sudah dibawa menjauh dari sana, Eunwoo yang kebetulan ada disana menatap prihatin kearah Taehyung. Lantas Eunwoo segera mendekati Taehyung dan menepuk pundak namja itu.
"Dia akan baik-baik saja, Jungkook itu orang yang kuat." Taehyung menundukan kepalanya, tak berselang beberapa menit ia baru ingat akan anaknya, Taehyung kembali menoleh kearah pintu UGD, dan disaat yang bersamaan Taehyung baru bisa melihat sang anak yang dimasukan kedalam tabung incubator, ada perasaan senang dihatinya tapi saat melihat anaknya itu dimasukan kedalam tabung, Taehyung merasakan dadanya kembali berdenyut tak karuan. Nyonya Jeon yang ada disana, tersenyum senang melihat cucunya lahir, bayi mungil itu memiliki pipi yang begitu tembam dan sangat mungil.
"Taehyung!! Kau memiliki anak kembar!!" Taehyung mengangkat kepalanya yang sempat tertunduk, senyuman cerah terpatri dibibirnya saat melihat salah satu suster mendorong tabung yang lain dari arah belakang. Hatinya menghangat, mungkin kedua anaknya itu adalah ganti dari anak yang sebelumnya--karna sempat keguguran.
"Suster, bolehkah saya menggendong cucu saya?" Tanya Nyonya Jeon.
"Maaf Nyonya, kedua bayi ini harus segera dibawa keruangan incubator segera karna masih kesulitan bernapas, maafkan kami." Setelah mengatakan itu, suster tadi kembali membawa kedua bayi mungil itu menjauh dari sana. Nyonya Jeon hanya memandang miris kedua cucunya. Padahal ia ingin segera menggendong bayi mungil itu.
Taehyung menatap dokter bermarga Jung itu--yang baru saja keluar dari ruangan UGD--dengan tatapan datar seakan meminta penjelasan yang lebih rinci mengenai kesehatan Jungkook dan kedua anaknya. Dokter Jung yang mendapat tatapan mengintimidasi dari Taehyung hanya berdehem kecil.
"Apa yang terjadi pada istri dan anakku?" Tanya Taehyung datar.
"Saat didalam ruang operasi tadi Jungkook-sshi mengalami banyak pendarahan, ia terlalu banyak kehilangan darah hingga mengalami kritis hingga sekarang, dan untuk kedua bayi itu, untunglah mereka selamat meski Jungkook-sshi sempat pingsan sebelum melahirkan tadi, mereka dibawa keruang incubator agar bisa membentuk paru-paru mereka yang belum sempurna karna sebelumnya kandungan Jungkook-sshi belum mencapai sembilan bulan." Helaan napas berat Taehyung keluarkan, kandungan Jungkook memang baru berjalan delapan bulan ini saat kemarin lusa, maka dari itu ia sangat khawatir saat Jungkook tiba-tiba saja merasakan kontraksi sebelum waktunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Kim
Fanfiction(END) MPREG Yang Jungkook rasakan hanyalah pelecehan,dan penyiksaan terhadap dirinya saat hidupnya dijadikan jaminan akan hutang ibunya yang memang orang tak berada. jungkook rela jika harus menggantikan posisi sang ibu. Hanya itu yang bisa dia laku...
