Satu minggu telah berlalu sejak Jungkook dirawat, kini namja manis itu sudah di perbolehkan pulang, Jungkook menghembuskan napasnya lega ketika ia memasuki mansion milik Taehyung, berada di rumah sakit membuatnya bosan, apalagi jika Taehyung tidak ada karna harus mengurus pekerjaan kantor nya juga tapi sekarang ia sudah kembali ke mansion besar itu dan ia senang karna dirinya bisa memulai aktivitas seperti biasanya lagi.
"Ahh.. senangnya." Jungkook merebahkan dirinya di atas kasurnya sendiri bukan milik Taehyung.
"Kook." Jungkook menoleh kearah Taehyung, iapun membenarkan posisinya menjadi duduk tanpa mengalihkan pandangan nya dari namja itu.
"Luka operasi mu belum sembuh total, jadi jangan banyak melakukan aktivitas yang melelahkan, aku tak mau kau terluka lagi." Jungkook mengangguk, dan setelahnya menghampiri Taehyung yang masih setia berdiri di ambang pintu tanpa berniat masuk kedalam kamarnya.
"Tak perlu khawatir hyung, kali ini aku janji aku akan menjaga diriku sendiri dan tidak ceroboh karna masuk rumah sakit itu tidak menyenangkan." Taehyung mengusak rambut Jungkook gemas sembari terkekeh pelan, tangan nya menangkup kedua pipi gembil itu hingga Jungkook menatap dirinya.
"Aku mencintaimu Jeon, aku tak mau melihat mu terluka." Jungkook tersenyum kecil lalu mengangguk.
"Aku juga mencintaimu, Mr. Kim." Jungkook tersenyum lebar, ia melingkarkan tangannya di leher namja itu lalu mengecup bibir Taehyung sekilas.
"Kau mulai nakal ya." Taehyung menampakkan smirk nya, membuat Jungkook terkekeh.
"Hahaha... aku begini itu juga karna kau, hyung. Aku hanya mempelajari apa yang kau lakukan padaku."
"Mau membuat-nya lagi denganku." Suara berat milik Taehyung mampu membuat Jungkook meremang, dan tanpa aba-aba namja itu kini mulai mencium Jungkook, berawal dengan kelembutan dan setelahnya menjadi ciuman yang begitu menuntut, Taehyung mulai memainkan lidanya saat ini tak membiarkan ciuman mereka terlepas sedikitpun.
Tangannya mulai menyelinap masuk kedalam kaos Jungkook, mengelus permukaan punggung namja itu dan beralih keperutnya, hingga tangannya berhasil mencapai titik sensitif milik Jungkook. Namja kelincinya itu melenguh di sela ciuman mereka, membuat libido seorang Kim Taehyung semakin naik, jika saja---
"HYUNG.. TUTUP PINTUNYA JIKA INGIN MESUM!!!"
---Teriakan seorang adik terlaknatnya itu tidak menganggu aksi mereka berdua dan lagi teriakan itu menggema karna saking kencangnya membuat seorang Kim Taehyung kembali dijadikan sebagai sosok pedofil yang berbuat mesum di muka umum.
"KIM MINGYU.. KU BUNUH KAU!!!"
Jungkook? Jangan tanya, kini namja itu sudah membenamkan wajah memerahnya di dada bidang Taehyung sembari meruntuki dirinya sendiri. Terlalu malu, karna ia sudah kepergok dua kali saat sedang bercumbu dengan Taehyung, dan karna orang yang sama, Mingyu.
* * *
Taehyung menghembuskan napas beratnya saat melihat Jungkook masih saja bergelung di dalam selimutnya, namja manis itu menutupi dirinya dengan selimut sejak kejadian tadi, dan sudah berkali-kali Taehyung membujuknya untuk tidak malu lagi tapi Jungkook tetaplah Jungkook yang memiliki kepala batu, yah mungkin sedikit sama dengan dirinya.
Sumpah serapah sudah beberapa kali Taehyung keluarkan untuk adiknya yang sialnya setelah berteriak layaknya menangkap maling yang bersembunyi, Mingyu langsung pergi begitu saja, ia terlalu pintar untuk menghindari amukan Taehyung.
"Kook." Panggil Taehyung untuk yang sekian kalinya.
"Pergilah hyung!! Aku tak mau melihatmu!!" Dan jawaban itu pula yang selalu Taehyung dengar dari Jungkook yang ada dalam selimut.
"Kook.. ohh ayolah.. tak perlu malu, lagipula kitakan akan menikah."
"Ya tetap saja itu membuatku malu, hyung."
Erangan keluar dari bibir tebal itu, Taehyung cukup frustasi untuk menghadapi Jungkook yang seperti sekarang, dengan paksa ia menarik selimut itu, menampakkan wajah memerah Jungkook sejak tadi yang belum juga pudar, Jungkook menatap Taehyung tajam, warna merah di wajahnya kini sampai ke telinga namja itu, Jungkook memandang kesal kearah Taehyung yang kini menatapnya datar.
"Kenapa hyung menarik selimutnya? Wajah merah tomatku jadi terlihat!! Hyung membuatku tambah malu!" Jungkook mengembungkan pipinya, terkesan imut bagi Taehyung. Namja itu sedikit tersenyum lalu duduk di samping Jungkook, ia sudah lelah berdiri sejak tadi.
"Kenapa harus malu? Bahkan aku sudah beberapa kali melihat tubuh polosmu, iya kan."
"Hyung jangan bahas itu!!" Jungkook kesal, kenapa Taehyung tak mengerti juga apa maunya? Kenapa ia malah semakin membuka kartu saat dirinya tengah menahan malu sejak tadi? Dasar tidak peka.
"Aku membencimu hyung!! Keluar sana!! Aku tak mau melihat mu!" Ujar Jungkook ketus. Taehyung terkekeh pelan mendapati wajah merajuk Jungkook yang terkesan menambah kemanisan namja kelinci itu.
"Aiish.. jangan berkata kau membenci ku Kook, karna faktanya kau itu sangat mencintai ku." Jungkook memutar matanya malas, mendengar tingkat kepercayaan diri Taehyung yang begitu tinggi.
"Persetan dengan cinta!!"
"Ouuhh.. kelinciku merajuk."
"Pergi sana!!"
"Kau yakin mengusir ku? Yahh... padahal tadi aku berniat membelikanmu ice cream jumbo di cafe yang baru buka itu, tapi rasanya kau memang menginginkan ku pergi, ahh ya sudahlah aku pergi saja." Taehyung membalikkan badannya, sebenarnya ia tak benar-benar ingin pergi, hanya ingin menggoda Jungkook saja. Ia ingin tahu jika sudah membawa-bawa kata ice cream, namja manis itu akan berhenti marah padanya atau tidak. Karna seorang Jeon Jungkook itu adalah salah satu manusia yang begitu maniak dengan ice cream, apalagi dengan iming-iming kata jumbo yang Taehyung katakan tadi, pasti Jungkook akan---
"Hyung tunggu dulu!!"
---luluh karna seberapa marahnya Jungkook pada Taehyung jika sudah di beri hal kesukaannya pasti Jungkook akan berubah pikiran lagi, Jungkook itu tipikal uke tsundere jika kalian ingin tahu.
"Oh.. ada apa Kook?" Tanya Taehyung pura-pura tak mengerti kenapa Jungkook memanggilnya lagi.
"Hmm.. a-anu.. nggg.. aiisshh.. dasar Kim sialan!! Kenapa kau membawa kata ice cream sih? Kau benar-benar licik tuan Kim!" Gerutu Jungkook, sedangkan Taehyung hanya tersenyum penuh kemenangan.
"Jadi?"
"Ya ya ya.. aku akan memaafkanmu, tapi traktir aku tiga mangkuk ice cream jumbo ya, hyung."
"Tiga? Tidak bisa!! Perutmu masih belum bisa mencerna nya dengan baik, luka nya belum sembuh total!! Kau mau masuk rumah sakit lagi karna keram di perut mu." Jungkook mendengus sebal, tapi yang di katakan Taehyung itu memang ada benarnya juga.
"Huftt... kalau kau sudah sembuh total, aku akan kembali mentraktir mu ice cream sebanyak yang kau mau." Binar senang kembali muncul di mata doe itu, membuat Taehyung mau tak mau merasa senang melihat Jungkook tak marah lagi padanya. Jungkook memang tipikal orang yang mudah di bujuk.
"Oke.. aku terima tawaran itu, tapi awas saja jika hyung melanggar janji hyung, aku akan benar-benar tak pernah memanfaatkan mu lagi."
"Ya.. aku janji Jungkook sayang. Ayo kita pergi."
"Kajja... aku ingin memakan ice cream rasa strawberry yang banyak topingnya, bolehkan hyung?"
"Call!!"
"Akkhh.. gomapta, hyungie."
.
.
.
.
.
Tbc.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr. Kim
Fanfiction(END) MPREG Yang Jungkook rasakan hanyalah pelecehan,dan penyiksaan terhadap dirinya saat hidupnya dijadikan jaminan akan hutang ibunya yang memang orang tak berada. jungkook rela jika harus menggantikan posisi sang ibu. Hanya itu yang bisa dia laku...
