Chapter 12

2.8K 234 4
                                    

Teng... Teng... Teng...

Bel istirahat berbunyi, Nick dan Ara keluar kelas seperti anak-anak lainnya. Berjalan menuju kantin sekolah seperti biasa untuk mengisi perut mereka, atau lebih tepatnya Ara karena Nick yang merupakan seorang vampire jarang memesan makanan manusia. Kecuali makanan itu disukainya dan tidak merusak pencernaannya yang berbeda dengan manusia.

Ketika berada di kantin sekolah, tampak Liz, Billy, Sam, Cla atau Claire yang duduk disebelah A2 di meja yang sama seperti biasanya. Ara menyapa semua orang-orang yang dikenalnya tersebut, dan mereka balik menyapa gadis manis berambut panjang itu. Ara memperhatikan A2 yang duduk bersebelahan dengan Claire, salah satu teman baiknya itu kini bersikap dingin padanya dan juga Claire yang tampak ingin dekat dengannya.

"Apa kau sangat menyukai sandwich?" tanya Claire pada A2 yang lagi memakan makanan yang disebutnya.

"Iya," jawab A2 singkat.

"Kau mau lagi, biar aku pesankan?" tanya Claire lagi.

A2 mendelik kearah Cla, yang menggeser tempat duduknya mendekatinya. "Tidak!"

"Aku serius"

"Aku juga!" A2 bangkit dari tempat duduknya dan berpindah tempat duduk yang tidak jauh dari mejanya tadi. "Kau kenapa sih, aneh begitu?"

"Apanya yang aneh?" ujar Claire ikut berpindah tempat duduk mendekati A2.

"Sikapmu dan mulutmu lebih cerewet dari kemarin" ujar A2 merasa risih dengan sikap agresif gadis vampire, yang merupakan adik bungsu Sam tersebut.

Cla menganga untuk sesaat mendengar perkataan dari A2, sebenarnya dia juga bingung dengan dirinya yang selalu ingin didekat lelaki berkacamata itu. "Aku kan hanya ingin berteman dan dekat dengan mu! Apa itu salah?"

"Tidak sih, tapi bisakah kau diam dan tidak cerewet!?!"

"Oke aku akan diam"

"Iya, seperti itu!"

"Apa kau mau minum? Bukankah kalau habis makan kita pasti..." Claire menghentikan kata-katanya saat melihat mata A2 melotot kearahnya.

"Katanya mau DI-AM?" A2 menekan kan kata-kata terakhirnya pada Claire yang terus saja bicara.

"Oke-oke, aku akan diam!" seru Claire sambil menggerak kan tangannya kearah bibir mungilnya seperti menutup resleting, lalu menguncinya.

Ara, Nick, Sam, Liz, dan Billy pada terkekeh geli bersamaan melihat tingkah A2 dan Claire. Begitu pula dengan murid-murid lain yang tidak sengaja melihat hal tersebut.

"Dia merusak citra vampire, yang harusnya berkarisma, cold, dan dikejar-kejar. Bukan malah dia yang mengejar" bisik Sam pada Nick yang berada disebelahnya.

Nick tambah terkekeh geli mendengar pendapat saudara sulungnya itu. "Iya kau benar, Sam!"

Sam memutar bola matanya dengan malas, karena Nick menganggap kata-katanya hanya lelucon saja. Padahal dia mengatakan itu dengan serius kepada adik lelakinya tersebut.

.

Bersambung...

Terima kasih ya teman-teman sudah membaca sejauh ini.

Jangan lupa kasih dukungan suaranya ya teman-teman! Tinggal tekan bintang di pojok bagian kiri paling bawah!!!

Semoga kalian suka ya sama ceritanya.

He Is VampireTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang