17. Lose Touch

11.2K 460 16
                                        

Chapter ini panjang, oke teman.

Sehun meletakkan cangkir kopi miliknya dan mulai menyilangkan kaki di depan Chanyeol. "Hyung, terima kasih untuk layanan penginapan dengan bonus ekstra ditemani Baekhyun hehe."

Keduanya sudah terjaga walau jam masih menunjukkan pukul 4 pagi. Kedua teman dekat itu masih saling berbincang sembari mengumpulkan tenaga sepenuhnya. Sesekali Chanyeol menguap dengan air mata yang menetes pada sudut matanya tanda ia masih memerlukan waktu untuk tidur.

"Bocah sialan." Chanyeol murka walau diselingi kekehan halus di akhir kalimatnya.

Sehun ikut tergelak dan mengajukan protes lain. "Hey! Aku hanya membicarakan kebenaran. Terima kasih juga untuk dokumennya, Hyung. Akan segera kukembalikan, oke."

Dengan senyum bodohnya, ia juga membolak-balik dokumen milik Chanyeol yang sengaja ia pinjam untuk ia contek guna menyelesaikan laporannya.

"Heum. Kau yakin ingin pulang sekarang? Kenapa tidak pulang saat makan siang?"

"Dan membiarkan Baekhyun makin jatuh cinta kepadaku? Hahaha."

"Sialan! Keluar dari rumahku!" Chanyeol bangkit, meraih kerah kemeja belakang Sehun dan menuntunnya hingga pintu utama.

~•~

Chanyeol kembali mengunci pintu rumahnya setelah menatap kepergian teman karibnya-- Sehun. Langkahnya tidak ia tujukan ke kamarnya, melainkan tertuju pada kamar Baekhyun. Perlahan ia masuk dan mengunci pintu kamar tersebut, menurunkan suhu pendingin dan berjingkat mendekati ranjang dimana Baekhyun tengah berbaring.

Chanyeol melepaskan baju atasannya, menyingkap selimut, kemudian ikut berbaring dan menarik tubuh Baekhyun agar merapat dengan tubuhnya.

"Eunghh Paman.. Baekkie capek hmmm." Baekhyun menggeliat dan semakin menggulung tubuhnya ketika merasakan suhu ruangan semakin dingin.

Dalam hati Chanyeol berdecih. Ini aku Ayahmu, Baekhyun. Bukan lagi si bocah sialan yang sialnya kau sukai itu.

Ia memeluk Baekhyun dari belakang. Jemarinya bergerilya menyingkap baju tidur Baekhyun, mengusap perut tersebut dan terus naik hingga ia merasakan dua buah tumpukan daging yang menggoda untuk diremasnya.  Jemari panjangnya juga dengan jahil mengusap-usap pucuk dada tersebut.

"Paman.. nghh jangan-- nanti Ayah marah hhh."

Chanyeol mendekat dan berbisik tepat di telinga Baekhyun, "ini Ayah, Sayang."

"Nghh hentikan."

~•~

Chanyeol keluar dari mobilnya dan menyambut Baekhyun dalam pelukan. Sekolah Baekhyun pulang cepat hari ini dan Chanyeol memikirkan ide spontan untuk mengajak Baekhyun menjajal segala jenis makanan berbahan dasar strawberry kesukaannya.

Chanyeol pun tak dapat lagi menahan senyumannya hingga keduanya menduduki posisi tersendiri dalam mobil. Baekhyun hendak memasang sabuk pengamannya, tetapi Chanyeol justru menarik lengannya dan sedikit mempersempit jarak diantara keduanya.

"Sayang, kau tahu kita akan kemana?"

"Eum.. pulang?"

"Ttaeng! Kita akan ke tempat olahan strawberry, Sayang."

Mendengar nama buah kesukaannya membuat Baekhyun siaga. Kedua tangannya terkepal erat dengan gumaman bahagia yang terdengar tertahan. "Benarkah?! Ayah tidak bohong kan?" Baekhyun membuka matanya lebar-lebar memastikan bahwa Chanyeol tidak sedang membohonginya. "Tentu saja tidak."

Daddy; PCY [Completed][GS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang