Hari ini Chanyeol mengirimkan surat izin kepada pihak sekolah untuk membiarkan Baekhyun beristirahat, karena tadi pagi Baekhyun mengaku tubuhnya masih dilanda pegal dan lemas walau tidak separah hari kemarin. Sosok Chanyeol yang menghadapi siklus Baekhyun perlahan berubah, menjadi sosok Chanyeol yang sempurna di mata Baekhyun.
Kini, keduanya masih bergelung di dalam hangatnya balutan selimut walau hari sudah siang.
"Ayah, cium Baekkie."
"Eung?" Chanyeol yang sedang menatap wajah Baekhyun dengan senang mengabuli permintaan Baekhyun yang secara tiba-tiba.
Chanyeol mencengkram sisi kanan wajah Baekhyun, mengelus pipi tersebut dengan ibu jarinya dan mengecup bibir Baekhyun dalam, seperti biasa. Baekhyun memejamkan mata dan tersenyum. Ia merasa begitu menakjubkan saat sosok yang ia cintai memanjakannya disaat yang seperti ini.
"Terima kasih," Baekhyun berkata malu-malu.
"Apa ada yang masih sakit, hm?" Chanyeol mengelus perut Baekhyun perlahan, "tidak ada, Baekkie cuma lemas."
"Apa dia baik-baik saja?"
"Siapa?" Jemari Chanyeol bergerak turun hingga mengusap kewanitaan Baekhyun yang masih terbalut. Baekhyun buru-buru menghentikan usapan tangan Chanyeol ketika ia merasakannya.
"Jangan, Ayah." Baekhyun menarik tangan Chanyeol keluar, sedangkan Chanyeol dibuat heran karena tidak biasanya Baekhyun menolak sentuhannya.
Chanyeol membawa Baekhyun di bawah kungkungannya. Ia mencoba untuk melakukan hal biasa yang sering ia lakukan untuk mengetesnya. Chanyeol merendahkan dirinya dan mengecup bibir Baekhyun sekali, tetapi tidak ada respon dari Baekhyun.
Chanyeol kembali merendah dan mencium bibir tersebut, lagi. Dengan teratur, kecupan tersebut berganti menjadi sebuah hisapan lembut yang membuai dan terus berganti hingga Chanyeol memutuskan untuk menarik dagu Baekhyun dan mengeksplor lebih dalam belah bibir lembut tersebut.
Sebelah tangan Chanyeol kembali bergulir ke dalam kaos yang dikenakan Baekhyun. Tangannya yang besar bergerak menangkup dada kenyal milik putrinya. Dengan sedikit usaha, Chanyeol mampu membebaskan benda tersebut hingga ciumannya berpindah ke pucuk dada Baekhyun yang menegang dan kemerahan.
Baru saja Chanyeol ingin melumat puting manis tersebut, Baekhyun angkat suara. "Ayah, jangan."
Chanyeol melepasnya dan mendongak menatap Baekhyun yang berusaha meraih wajahnya dan memaksanya untuk saling tatap. "Kenapa, Sayang? Sebelumnya kau tidak pernah menolak Ayah seperti ini."
"Baekkie hanya tidak mau. Hentikan."
"Kenapa baru sekarang kau memohon untuk berhenti?"
Baekhyun mengusap bibir basahnya, "karena Baekkie menyukai ciuman Ayah di awal."
Chanyeol kembali merendah dan menghisap pelan belah bibir bawah Baekhyun. "Kau hanya ingin sebuah ciuman?" Baekhyun merasa memanas ketika Chanyeol menatapnya dalam dengan senyuman manis yang tercipta untuknya. Samar-samar Baekhyun mengangguk.
"Maaf, Ayah tidak bisa."
Raut kesedihan terpancar di wajah Baekhyun ketika Chanyeol dengan santai menolaknya.
"Kenapa?"
"Penis Ayah akan berakhir tegang walau hanya menciummu. Tidak masalah jika kau ingin membantu Ayah menidurkannya, tetapi jika tidak, Ayah tidak mau menjadikan dirimu hanya sebagai objek fantasi untuk menuntaskan ketegangan Ayah. Bagaimana?"
"Tidak. Baekkie tidak mau. Maafkan Baekkie 'Yah."
"Apa? Kau.. menolak Ayah lagi?"
"Baekkie hanya sedang tidak ingin, Ayah. Kumohon mengertilah."
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy; PCY [Completed][GS]
FanfictionUntuk putriku apapun kulakukan, satu-satunya wanita yang kucintai di sisa hidupku. Permintaannya akan selalu kukabulkan, termasuk- -memuaskannya.. come to me, Baekhyun-ah.
![Daddy; PCY [Completed][GS]](https://img.wattpad.com/cover/113078738-64-k253747.jpg)