Kalau kalian pikir kemarin aku berhasil melakukan hal iya-iya dengan Baekhyun. Kalian salah. Disaat aku sudah benar-benar tegang didepan kewanitaannya. Baekhyun justru meringsut menjauhiku. Ia bilang 'baekkie lapar yah.'
Bagaimana bisa? Baru saja aku ingin memakannya.
Berakhirlah aku yang bermain tangan sambil merutuki kepolosan Baekhyun.
Hari ini, aku berniat untuk melakukan hal-hal kecil dengan Baekhyun di rumah. Aku masih berada di kamarku karena sekarang masih terlalu pagi untuk memulai semuanya. Apalagi hari ini akhir pekan.
Tok tok.
Baekhyun?
"Ayah? Sudah bangun?" Terdengar suara Baekhyun dari balik pintu kamarku.
Aku melangkah untuk memutar kenop pintu, dan benar saja 'ada Baekhyun dengan tampilannya yang masih memakai piyama tidurnya. Aku berjongkok dan mengelus surainya.
"Baekkie kok sudah bangun?"
"Baekkie mau susuuuu."
"Susu apa?"
"Susu buatan ayah. Apa saja."
Ouh, susu buatan ku ya?
Aku mengamit jemarinya dan membawanya untuk turun ke dapur. Hingga beberapa saat, susu strawberry kesukaannya pun siap. Tidak sampai satu menit susu itu pun habis diminumnya.
"Hari ini apa yang akan kita lakukan 'yah?"
"Entah, pekerjaan rumah sudah menumpuk. Mungkin ayah akan cuci baju dan bersih-bersih lainnya."
"Baekkie ikutan."
Setelah selesai, aku membawanya untuk mandi bersama dan berganti pakaian. Kemudian kembali ke ruang cuci untuk merendam pakaian dan kutinggalkan untuk melakukan pekerjaan lain. Contohnya, mencuci piring.
Baekhyun selalu berada disampingku, aku menyabuni piring, ia membilasnya. Aku mencuci tangan, ia yang mengeringkannya.
Such a good woman. I mean, good girl.
Beberapa saat kutinggalkan akhirnya aku memutar cucian pada mesin cuci otomatis. Tinggal tunggu sampai cucian benar-benar selesai dan hanya tinggal menyetrika nya.
Aku tengah berada di ruang tamu bersama Baekhyun. Baekhyun memegang gunting kuku dan memberikannya kepadaku.
"Ayah, kuku Baekkie sudah panjang."
"Kemari sayang."
Aku duduk bersila dan Baekhyun duduk di pangkuanku agar lebih memudahkan aku untuk memotong kukunya. Juga merasakan tubuhnya.
Kutundukkan kepalaku hingga dibelakang lehernya. Kehirup aroma manisnya sambil terus memangkas kukunya. Lama-lama aku bisa salah potong kalau begini caranya.
"Ayah?"
"Oh, iya?"
"Kok kuku Baekkie jadi miring?"
Benar kan aku tidak fokus.
Aku meletakkan gunting kuku tadi disamping tubuhku dan memeluk pinggang Baekhyun dengan erat. Wajahku tiba pada ceruk lehernya. Menghadiahinya kecupan basah pada sekitar lehernya.
Jemari Baekhyun mencengkram tanganku. Aku mengecup, menjilat, dan menghisap bagian lehernya hingga kemerahan.
"Ayahh."
Baekhyun menyandarkan tubuhnya padaku, tanpa habis akal. Aku menahan wajah Baekhyun dan meraih bibir kemerahannya. Aku menciumnya dari belakang. Sebelah tanganku tetap menahan tubuhnya.
Pagutanku menguasai dirinya. Menghisap bibirnya yang adiktif dan bermain lidah dengannya. Ciumannya lambat laun berubah diiringi gairah. Baekhyun mulai bergerak tidak nyaman.
Tanganku menelusup melalui celana super pendeknya. Meraih kancing dan menurunkan resleting kala ia masih terbuai dengan ciumanku.
"Mmhhh."
"Ccpph cpkhh mmh."
Jemari benar-benar bermain disekitar kewanitaannya. Mulai menelusup melewati celana dalamnya dan menemukan apa yang kucari. Jariku membelai kewanitaannya yang lembap. Kucari titik sensitif nya dan dan kugoda.
"Mmmhh aayahhh."
Kugesek klitorisnya dengan agak cepat hingga pre cum mengalir membantuku memudahkan pergerakan tangan. Kurasakan Baekhyun merapatkan kakinya membuat jemariku terperangkap dalam kewanitaannya.
Tanpa memperdulikan nya, jariku masih bisa tetap bergerak menggesek klitorisnya yang semakin mengeras.
"Ayahhhh."
Satu jariku meluncur disekitar lubang senggama nya, berusaha membalas apa yang belum kudapatkan hari kemarin. Sebelah tanganku merayap ke dadanya melewati singkatan kaos tipisnya. Kuusap pucuk dadanya seiring gerakan jariku pada kewanitaannya.
Tubuh Baekhyun bergetar disetiap desahannya. Mengalunkan kata 'ayah' tiada henti. Kupercepat gesekan jariku pada klitorisnya hingga lelehan hangat mengalir pada jariku.
Kupindahkan tubuhnya menjauh dariku, dan aku membuka celanaku tanpa ragu dan menampilkan nya didepan Baekhyun.
Aku duduk bersandar di sofa, sedangkan Baekhyun bertumpu pada lututnya dilantai.
Tanganku mengocok milikku pelan, "hisap Baek." Kataku, entah mengapa setiap aku melakukan hal iya-iya dengan Baekhyun, ucapan sayangku kepadaku justru luntur.
Seolah belajar dari pengalaman, bibir mungil Baekhyun mengecup kepala penisku dan mulai menghisapnya. Jemari kecilnya juga tinggal diam, mengocok bagian penisku yang tidak terjamah oleh bibirnya.
Aku mencengkram surainya dan membantunya untuk memompa lebih cepat. Kupaksa hingga penisku menyentuh pangkal tenggorokannya. Aku tahu ia ingin muntah, tapi disaat seperti ini siapa peduli?
Gerakannya semakin cepat kala aku menggeram nikmat. "Bagus Baek."
Apa karena aku tidak pernah dipuaskan atau memang permainan Baekhyun yang hebat, bagaimana bisa aku merasakan kenikmatan secepat ini? Bibir Baekhyun terlalu lihai memijat penisku.
Gerakannya kuhentikan dan kubawa ia untuk naik ke atas sofa bersamaku. Tetap mem-blowjob penisku dengan posisi miring dan menungging. Memudahkan ku untuk bermain-main dengan kewanitaannya.
Jemariku kembali merasakan betapa lengket nya bagian inti dirinya. Baekhyun mendesah tertahan yang membuat penisku seolah bergetar dalam kulumannya.
"Ssshh."
Penisku akan tiba sebentar lagi, disaat itu pula kulumannya dipercepat. Hingga lelehan ku terbebas hingga mengotori sofa setelah kulepaskan kuluman Baekhyun. Aku menengadah merasakan sisa-sisa kenikmatan yang masih terus mengalir.
Kubawa Baekhyun pada pangkuanku dimana penisku yang bersinggungan dengan kewanitaannya.
Kubawa ia dalam pagutan kasih sayang, lembut dan sensual. Tubuhnya bergerak seiring pagutan, menggesekkan kewanitaannya dengan penisku yang baru saja melemas. Sebelum aku menghampiri keteganganku, aku menghisap kuat bibirnya dan melepaskannya.
"Tadi itu morning treat untukmu."
Lagi-lagi hari damaiku gagal untuk kesekian kalinya. Bagaimana dengan besok?
~•~
Tidak ada yang lebih baik dibanding mendapatkan kasih sayang dari orang yang juga kita sayangi.
Terima kasih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy; PCY [Completed][GS]
FanficUntuk putriku apapun kulakukan, satu-satunya wanita yang kucintai di sisa hidupku. Permintaannya akan selalu kukabulkan, termasuk- -memuaskannya.. come to me, Baekhyun-ah.
![Daddy; PCY [Completed][GS]](https://img.wattpad.com/cover/113078738-64-k253747.jpg)