Masih sama seperti hari kemarin. Baekhyun sekolah, aku pergi ke kantor, menjemput Baekhyun, dan pulang bersama.
Tetapi ada berbeda, hari ini cuaca tidak cerah seperti biasa, langit tampak ingin menurunkan hujannya. Ku tatap langit melalui jendela kamar Baekhyun bersamanya. Ia termangu sambil berpangku tangan.
"Baekkie bosan." Aku pun menoleh menatap wajahnya. Seketika senyum terpatri di bibirku
"Mau bermain? Bersama ayah tentu saja." Ajakku sambil menaik turunkan alis
"Main apa?" Ia tampak kebingungan dengan kedua alis yang bertautan
"Permainan yang sangat seru dimainkan saat hujan tentu saja."
"Ayo ayah!"
"Baekkie tunggu disini saja ya ayah mau pakai sesuatu dulu." Kataku tersenyum lebar
"Pakai apa?"
"Pengaman."
"Oh oke, Baekkie tunggu disini."
Aku langsung melesat ke lemari kamarku, mencari sesuatu yang tidak tertumpuk bersama baju-baju lain yang biasa kupakai. Dan inilah yang kucari,
Baju hujan.
Kalian tahu fungsinya bukan? Untuk mengamankanku dari milyaran tetes air hujan diluar sana.
Kubawa dua pasang baju hujan beda ukuran. Untukku dan Baekhyun. Setelahnya, kubawa baju tersebut dan kembali ke kamar Baekhyun.
"Baju hujan?"
"Yap! Sini ayah pakaikan."
"Untuk apa? Kita mau kemana 'yah?"
"Apalagi selain main hujan-hujanan."
"Astaga ayahku sayang~ masa mau main hujan-hujanan segala pakai baju hujan?" Ia menyela dengan nada bicara yang sedikit mengeluh.
Hey apa salahnya?
"Kan biar Baekkie tetap kering."
"Kalau begitu menonton TV juga kering ayah. Ayolah~ Baekkie tidak akan sakit, Baekkie tidak butuh baju hujan dan ayah juga tidak perlu." Katanya mengambil alih baju hujan tadi dan meletakkannya di atas meja belajarnya
Ia menggenggam tanganku dan membawaku untuk ke halaman belakang. Ia bersiap dengan dirinya yang sudah berjingkrakan.
Aku memandangnya bingung. Bagaimana kalau ia sakit? Tapi ia justru berlari kecil ditempat. Ia memandangku mantap seolah memberi kode untuk langsung meluncur di bawah guyuran hujan.
Selangkah saat ia ingin berlari aku menahannya,
"Berdo'a dulu sayang." Ia mendecak dan mengubah ekspresi datar
"YaTuhan ayah berlebihan sekali."
Hey, apa salahnya? Takut-takut ia tersandung atau tergelincir. Kan aku juga yang direpotkan.
"Ayo berdo'a." Kataku sambil berjongkok dihadapannya dan berdo'a bersama, kupejamkan mataku dan--
"WOAAH DERAS SEKALI HUJANNYA, KEMARI 'YAH AYO KEJAR BAEKKIE~" Ternyata ia sudah berlari sambil berputar-putar menengadahkan kepalanya
Heuh~ pasti Baekhyun tidak berdo'a.
Kuulang do'a ku dan langsung kubawa tubuhku untuk melawan guyuran hujan. Kukejar tubuh mungil Baekhyun tapi, sial! Kenapa lari Baekhyun bisa segesit ini? Berkali-kali aku tergelincir dan nyaris oleng.
Saat Baekhyun lengah ku percepat langkahku dan kepeluk pinggang rampingnya. Ku eratkan pelukanku dan membawanya untuk berguling bersama diatas luasnya hamparan rumput hijau yang menambah nuansa segar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Daddy; PCY [Completed][GS]
FanfictionUntuk putriku apapun kulakukan, satu-satunya wanita yang kucintai di sisa hidupku. Permintaannya akan selalu kukabulkan, termasuk- -memuaskannya.. come to me, Baekhyun-ah.
![Daddy; PCY [Completed][GS]](https://img.wattpad.com/cover/113078738-64-k253747.jpg)