Shawn mengajak Lily untuk berjalan di tempat favoritnya,Venice Canal,
dan juga tempat dimana perkenalan Shawn dan Lily menjadi berkesan tidak enak.
Shawn sudah memakai jaket dengan topi agar semua orang di situ tidak menyadarinya.
Tak lupa masker yang menutup mulutnya.
Keduanya berjalan di pinggir danau dengan keadaan canggung.
"Apa kau sering kesini?"tanya Lily
Shawn mengangguk,"ini salah satu tempat favoritku jika aku sedang banyak masalah disinilah aku menyendiri dengan wajah yang misterius agar tidak dikerubungi."
"Apa kau memiliki masalah sekarang?"
"Ya, sekarang, aku datang ke sini dengan masalah yang sangat besar bahkan berat."
"Siapa?"
"Kau."ejek Shawn seraya menjulurkan lidahnya keluar
Lily memelototi Shawn dengan mata membesar membuat Shawn tertawa.
"Aku hanya bercanda."ujar Shawn seraya mengacak rambut Lily membuat Lily tersenyum tipis.
Walaupun ini hanya taktik Shawn agar Lily jatuh cinta dengannya, dengan semua sikap romantis dan lembutnya, namun tetap saja ia terlihat sangat romantis.
Dan Lily menyukai Shawn yang seperti ini.
"Kenapa kau menjadi sangat baik?"tanya Lily
"Memangnya aku tak boleh bersikap baik dengan penggemarku ini?"ujar Shawn dengan nada sombong
"Cih! Aku sama sekali tidak menggemarimu."
"Benarkah? Kau yakin?"tanya Shawn dengan alis diangkat sebelah menantang
Lily mengangguk mantap.
"Baiklah."
Shawn tiba tiba melepas topi dan maskernya lalu melambaikan tangannya ke semua orang yang lewat di hadapannya seraya tersenyum manis.
"Hai. Nikmati harimu."ujar Shawn ke semua orang yang berlalu lalang di hadapannya.
"ASTAGA! SHAWN MENDES!"teriak semua orang di hadapannya lalu berlari mengerubungi Shawn.
Shawn langsung memasang maskernya dan memasangkan topi ke kepala Lily lalu menggandeng tangannya,"ayo!"
Shawn dan Lily langsung berlari meninggalkan kerumunan wanita wanita histeris itu.
Semua wanita itu mengejar Shawn dan Lily hingga keduanya mengumpat dibalik pohon dengan nafas tersengal sengal.
"Kemana arahnya?"tanya salah satu wanita
"Aku tak tahu."
"Yah,sudahlah mungkin belum saatnya kita memeluknya."
Semua wanita itu mendesah frustasi lalu pergi.
Shawn menghela nafas lega seraya memegang dadanya dan mengatur nafasnya.
Lily memperhatikan kedua tangan mereka yang sedang bertautan erat.
Lily refleks melepas gandengan itu lalu melepas topinya dan memukulnya ke kepala Shawn membuat Shawn meringis.
"Aw!"ringis Shawn seraya memasang topinya
"Kau gila,huh?! Aku tahu kau terkenal! Tapi tak usah bertingkah seperti itu! Bagaimana kalau aku mati terperangkap?"
Shawn tertawa lepas dan memukul mukul lututnya sendiri dengan tawanya yang sangat terbahak bahak itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Perfect
RomanceSaat seorang penyanyi terkenal yang terlihat sangat ramah,baik hati, namun ternyata dibalik semua sifatnya sangat emosian dan mengerikan. Shawn Mendes diminta untuk melatih salah satu anak dari keluarga ternama di Los Angeles. Shawn membenci salah s...
