Part.34 END❤️

4 0 0
                                        

2 tahun kemudian.....

Lily mengerjapkan matanya mendengar dentingan piano di pagi hari di rumahnya.

Siapa yang memainkan piano pagi pagi?

Cam tidak bisa bermain piano,apalagi Michael.

Lily berjalan keluar dan melihat Shawn yang sedang menggunakan kaos dan bermain piano dengan sangat lembut namun nadanya terlihat sedang emosi.

Lily berjalan keluar dan melihat Shawn yang sedang menggunakan kaos dan bermain piano dengan sangat lembut namun nadanya terlihat sedang emosi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Shawn?"

Shawn menghentikan gerakan tangannya lalu perlahan menatap Lily dan langsung tersenyum.

Shawn menghampiri Lily dan mengecup keningnya pelan.

"Selamat pagi,"ujar Shawn lembut seraya mencolek dagu Lily dengan telunjuknya.

Lily tersenyum lalu langsung menggandeng Shawn untuk duduk di sofa ruang tamunya.

"Emosi."ujar Lily pelan

Shawn langsung menatapnya dengan dahi mengkerut.

"Maksudmu?"tanya Shawn bingung

"Nada piano yang kau mainkan, terdengar sangat emosi,Shawn."

Shawn tersenyum miris lalu menunduk seraya menggelengkan kepalanya.

"Perasaanmu saja-"

"Sudah dua tahun, Shawn. Kau harus lupakan dan coba untuk maju kedepan."potong Lily seraya meraih tangan Shawn.

"Aku tidak akan pernah bisa melupakan bagaimana keluargaku meninggalkan ku,Carily Dallas."ujar Shawn tegas

"Tetapi mau sampai kapan kau begini? Zayn, Manuel,dan Karen sudah bahagia disana. Mereka melihatmu dari surga,Shawn. Cobalah untuk terima semua keadaan."

"Kau tidak tahu bagaimana-"

"Jelas aku tahu. Aku kehilangan ibuku disaat umurku masih bayi,Zayn. Semua keluargaku awalnya sangat membenci dengan kelahiranku karna itu penyebab ibuku meninggal."ujar Lily lirih

Shawn menatap Lily yang matanya sudah berair dan menggenggam tangannya lebih erat.

"Kau harus mencoba menerimanya. Karirmu tidak boleh hancur, karna itu mimpimu. Memiliki karir yang sukses! Pertahankan itu,Shawn."

Shawn tiba tiba menarik Lily ke pelukannya dengan sangat erat.

"Terima kasih, Lily. Aku mencintaimu."bisik Shawn

"Aku lebih mencintaimu."

-
Malamnya, Lily diminta Shawn untuk menemuinya di restoran favoritnya, Providence.

Lily mengedarkan pandangannya namun belum menemukan sosok Shawn.

"Dimana Shawn?"gumam Lily gusar.

"Disini,nona."

Lily langsung menoleh kearah sumber suara dan menemukan Shawn yang sudah berdiri menunggu tanpa menatapnya seraya menyender.

Lily tersenyum dan langsung menghampiri Shawn.

"kau membuatku-"

Ucapan Lily terpotong saat Shawn menahan tubuhnya dan menjaga jarak antara mereka.

Lily mengerutkan keningnya,"ada apa?"tanya Lily bingung

"Jangan mendekat,"ujar Shawn dingin

"Kenapa?"

"Jangan."

"Baiklah."ujar Lily pasrah

"Ayo kita masuk."ujar Shawn

Shawn dan Lily mendudukkan diri mereka di salah satu meja dan menyantap makanan mereka dengan hening.

Shawn bersikap dingin. Ini membuat Lily bingung.

"Ada apa denganmu?"tanya Lily pelan

"Dimeja makan tidak boleh bicara."ujar Shawn datar tanpa menatap Lily seraya mengunyah makanannya.

Lily terdiam lalu memotong hamburger nya, namun ia merasa seperti ada yang mengganjal dan tidak bisa dipotong. Seperti ada benda disitu.

Lily mengerutkan keningnya lalu perlahan membuka sedikit roti burgernya.

Lily menutup mulutnya terkejut saat melihat..

Cincin.

Ada cincin di dalam hamburger itu.

Lily menatap Shawn dengan mata membelalak.

Shawn tersenyum lalu memanggil pelayan.

"Bisa aku pesan satu hamburger lagi?"tanya Shawn

"Tentu."

Tiba tiba pelayan itu langsung datang lagi dengan hamburger baru dengan sangat cepat.

Tiba tiba Shawn mengambil cincin di dalam hamburger itu dan menancapkannya di atas roti hamburger yang baru seraya berdiri dengan lututnya di hadapan Lily.

"Bersediakah kau menjadi istriku,Carily Dallas?"ucap Shawn dengan lembut seraya menyodorkan 'burger ber-cincin' itu dihadapan Lily.

"Aku sangat bodoh jika aku menolakmu,Shawn Peter Raul Mendes."jawab Lily yakin

Shawn tersenyum lalu langsung memasukkan cincin itu ke jari manis Lily.

Lily membelalakkan matanya saat semua pelanggan disitu menepuk tangan mereka seraya menatap kearah keduanya.

"Semuanya, saya, Shawn Mendes, penyanyi berkelahiran Kanada, memperkenalkan,Carily Dallas sebagai calon istri saya."ujar Shawn kepada semua pelanggan itu

"Wohoo....!"sorak semua pelanggan restoran seraya bertepuk tangan meriah

Shawn tersenyum lalu langsung menarik Lily berdiri dan memeluknya erat.

Shawn melepaskan pelukan mereka dan meraih wajah Lily, keduanya memajukan wajah mereka dan menyatukan bibir mereka.

Tidak ada penghalang bagi mereka, tak berapa lama, nama Lily berubah menjadi Carily Mendes.

END

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 04, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

PerfectTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang