THIRTEENTH : SHOCKED

2.8K 119 1
                                        

"Jika ini caraku mencintaimu agar kau tetap bahagia, Maka akan ku lakukan." -Aleta

_________________________







Syifa hanya melongo menyaksikan drama yang ada di hadapannya. Sungguh membuatnya muak! Tak tega melihat sahabatnya itu di permainkan.

"Lo siapa?" Tanya Aleta mendorong Angga, lalu menjauh darinya.

"Gue Angga, pacar lo Ta."

Sam, gue benci sama lo! Lo tega! Lo jahat! Oke, gue bakal terus jalanin peran gue sebagai cewek amnesia, gue bakal ikutin permainan yang lo bikin! Aleta membatin.

Flashback on

Setelah semuanya keluar kini hanya ada Sarah, dokter dan suster.

"Aleta, kamu benar tidak ingat apa-apa?" Tanya dokter yang sudah memeriksa Aleta tapi tidak ada luka yang serius di bagian kepalanya.

Aleta hanya nyengir kuda lalu menggeleng. "Aku gak amnesia kok, aku ingat semuanya mama, papa, kak Arka, pokoknya aku ingat semuanya, jangan khawatir."

Semuanya bernafas lega. "Syukurlah," Ucap dokter yang juga merasa lega.

"Tapi, Aleta minta tolong ya sama mama supaya bilang ke semua orang kalau Aleta itu benar amnesia."

Sarah heran dengan puterinya yang memintanya untuk berbohong, tapi Aleta akan melakukan segala cara supaya mamanya bersedia menyimpan rahasia ini hanya berdua. "Ma.. Please?" Aleta meraih kedua tangan Sarah lalu menatapnya penuh permohonan.

Sarah dengan pasrahnya hanya mengangguk, mengiyakan permintaan puterinya itu.

"Makasih, Ma." Aleta langsung memeluk pinggang Sarah. "Dokter sama suster jangan bilang apa-apa ya di depan teman Aleta, biar mama aja yang ngomong, oke Ma?" Aleta mengacungkan ibu jarinya.

"Iya Aleta." Jawab Sarah tersenyum

"Nanti pokoknya pas mama keluar pasang wajah sesedih mungkin ya?" Aleta kembali mengingatkan.

"Iya sayang." Aleta kembali memeluk Sarah

"Love you, Mom"

"Love you too, dear"

Flashback off

Gue yakin setelah ingatan Aleta kembali, pasti dia benci banget sama gue. Samudra hanya bisa membatin

Posisi Angga memang dekat dengan Aleta, namun pandangan mata dan hatinya hanya terpaku pada Samudra yang kini juga sedang menatapnya, namun sulit untuk di baca.

-----

Kini hanya ada Aleta dan Syifa yang berada di ruang rawat itu. Angga, Samudra dan Reza sudah pulang sejak tadi.

Syifa merasa aneh dan canggung saat ini, dari tadi Aleta hanya memandanginya dengan tatapan yang sulit dibaca tanpa buka suara.

Syifa yang duduk disofa langsung bangkit dan berjalan mendekat kearah Aleta. Syifa menarik kursi yang ada disamping ranjang kasur lalu duduk.

Posisi Aleta memang dari tadi sedang terbaring namun matanya tidak menutup, malah dari tadi mata Aleta terus menatap kepada Syifa.

Takut juga sih kalau si Aleta beneran kerasukan, abisnya liatin gue segitunya! Batin Syifa dengan mimik wajah ngeri.

Ngomong gak yah? Kalau gue pura-pura amnesia? Aleta ragu, namun hatinya terus ingin berkata jujur pada sahabatnya.

"Lo, gak ikut pulang?" tanya Aleta bersuara, membuat Syifa menghela nafas lega. "Kenapa?"

"Muka lo tadi serem bikin gue tegang tau gak! Mata terus liatin ke gue tapi mulut lo diem aja,"

Bilang, nggak? Bilang, nggak? Bilang, nggak? Bilang, nggak? Bilang, nggak? Bilang, nggak? Bilang, nggak? Bilang, nggak? Bilang, nggak?

Aleta merubah posisinya jadi duduk, kemudian melambaikan tangan sambil menepuk-nepuk kasur di pinggirnya.

Syifa mengerutkan dahi, "Gu-gue?" Syifa menunjuk pada dirinya sendiri.

Setelah Aleta mengangguk barulah Syifa mendekat kemudian duduk di sebelah Aleta.

"Gue pura-pura amnesia," bisik Aleta di telinga Syifa

"WHAT?!" Teriak Syifa saking shock nya mendengar pengakuan dari Aleta.

Aleta langsung bergerak cepat menutup mulut Syifa dengan satu tangannya, satu tangannya dia tempelkan jari telunjuk di depan bibirnya "Sst.. Jangan teriak! Nanti pada kesini!"

Syifa menetralkan suaranya menyamai dengan Aleta "Sorry, kan refleks Ta,"

"Pokoknya yang tahu gue pura-pura amnesia itu cuma lo dan mama! Awas aja sampai bocor, apalagi si Sam sampai tahu,"

Syifa mendengus sebal. "Kalau tadi gue ada di posisi lo, gue bakal cakar-cakar tuh si Sam! Gak terima gue kalau misalkan lo gak di anggap pacar sama dia!"

Aleta diam, memandang lurus ke depan. Mengingat kata teman yang keluar dari mulut Samudra itu hanya membuatnya terluka.

"Gue juga shock, pas Sam ngomong kalau Angga itu pacar gue," Aleta berusaha mengatur nafasnya yang tidak beraturan karena dadanya merasa sesak. "Gue bakal tetap berperan jadi cewek amnesia dan ikutin permainan Sam," Aleta melirik Syifa horror "Asal lo gak bocor!" Ancam Aleta horror sambil menunjuk kearah Syifa.

Syifa yang ditatap horror, langsung menoyor kepala Aleta agar menjauh darinya. "Gila!"


♥♡♥

See you the next part

ALETATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang