"Gak usah sok ngajarin gue! Lo juga cowok! Masih ngelak aja sama perasaan sendiri." -Angga
_______________________________
"Gimana, lancar?"
"Beres." Syifa tersenyum puas "Rencana selanjutnya apa?"
"Nikah sama Chanyeol,"
"Sonya!"
Sonya terkekeh geli, Syifa ternyata kalau marah lucu melebihi banteng bertemu kain merah.
"Nanti gue kabarin lagi, yang penting rencana kita jangan sampai ada yang tahu, oke?"
"Ya, ya! Tapi, kenapa harus gue ngaku-ngaku suka sama si Angga?! Nanti Aleta beneran mikir gitu, padahalkan kenyataannya nggak Soy.."
Sonya menghela nafas "Itu bagian dari rencana kita Syifa.."
"Terserah!" Syifa memutar bola matanya malas "Rencana selanjutnya apa?"
"Sini, deketan!" Sonya mulai mengarahkan mulutnya pada telinga Syifa. Sedangkan Syifa hanya merespons dengan anggukan saja kemudian setelah mengerti ia tersenyum simpul.
Sebenarnya Syifa dan Sonya tidak begitu dekat, mereka hanya kebetulan dekat semenjak pertemuan di kantin. Syifa merasa aneh karena Sonya menyuruh Angga untuk mencium tangannya. Syifa penasaran, ia ingin tahu alasannya. Jadi, Syifa main iseng-iseng ke kelas Sonya.
Minta nomor Sonya lewat Joko. Meskipun agak sedikit tidak nyaman karena selalu digombalin Joko. Dan diberi tatapan aneh oleh Reza. Tapi Syifa tidak perduli, demi kekepoannya ia rela menanggung semua itu.
Dan ternyata Sonya juga Kpopers, jadi sangat mudah untuk dekat dengan Sonya. Barulah Syifa berani bertanya soal di kantin waktu itu. Dan yang membuat Syifa shock, Sonya dengan enteng hanya menjawab "Gue suka Angga dari dulu, dia teman kecil gue."
Dari situh Syifa bisa mengambil kesimpulan bahwa Sonya manusia yang blak-blakan, jujur, apa adanya, tidak perduli siapa lawan bicaranya.
Syifa juga merasa tidak enak, jadi ia juga berkata jujur bahwa Aleta hanya pura-pura amnesia. Awalnya, Sonya memang marah. Karena dia bilang "Berani-beraninya dia mainin perasaan Angga dan Samudra, gue gak terima!"
Namun, perlahan Syifa jelaskan semuanya secara rinci dan untungnya Sonya paham.
Sonya juga bilang bahwa Samudra melakukan semua ini untuk Angga. Karena Keluarga Angga sangat baik pada keluarganya. Ah, Syifa jadi merasa bersalah karena pernah berpikir negatif tentang Samudra.
Karena itu, Sonya mengajak Syifa untuk bertindak sesuatu. Ya, Sonya yang mengatur semua rencananya, sedangkan Syifa hanya mengikut saja.
-----
"Lo menang," Angga tersenyum tanpa arti sambil menepuk bahu Samudra "Sorry, karena udah bikin hubungan kalian renggang."
Samudra masih diam, berusaha mencerna kalimat Angga barusan. "Menang?" Ia menyerngit heran "Dalam hal apa?"
"Aleta sabar dengan sikap lo yang berubah dan lo berusaha setia meski bersikap dingin." Angga tersenyum sinis "Gue tahu Sam, karena itu gue minta maaf sempat jadi orang ketiga."
Samudra menarik satu sudut bibirnya tanpa menatap Angga balik "Gak usah sok tahu, gue udah gak cinta sama dia."
"Bisa aja lo ngelak, kan?"
"Dia lebih cocok sama lo,"
"Dianya nggak mau, gue bisa apa?"
"Lo cowok, berusahalah kalau emang cinta!"
"Cih" Angga tersenyum getir. Apa barusan Samudra meremehkannya? Cowok itu benar-benar butuh cermin. "Gak usah sok ngajarin gue! Lo juga cowok! Masih ngelak aja sama perasaan sendiri."
Samudra diam. Kata-kata Angga berhasil membungkam mulutnya.
"Aleta cuma anggap gue sahabat, dia gak pernah ada perasaan lebih." Angga menonjok kecil bahu Samudra "Tapi kalau lo sakitin dia, gue akan rebut Aleta lagi." Setelah mengucapkan itu Angga pergi dari hadapan Samudra.
♥♡♥
Hai, Hello, Annyeong.. part ini agak aneh ya? Maklumi saja, saya lagi simulasi UNBK tapi harus tetap mikirin update sampai ending. Oke see you the next part
KAMU SEDANG MEMBACA
ALETA
Teen Fiction[END] Selamat berimajinasi untuk hubungan Aleta dan Samudra. Copyright, 2017.
