"Lo pilih, Angga atau Samudra? Jangan murahan, dua-duanya lo deketin!" -Syifa
_____________________________
Untung saja hari ini Pak Eko sedang tidak ada, jadi ada sedikit kebebasan untuk kelas Aleta.
Kalau saja tadi Pak Eko ada, mungkin Aleta sudah dimarahi habis-habisan, karena sudah telat datang ke kelas.
Tapi, jika dihukum pun Aleta siap, karena rasa bahagianya hari ini melebihi tingkat dewa. Aleta sangat bahagia setelah pertemuannya di rooftop dengan Samudra tadi, terkesan manis.
Aleta duduk masih mengukir senyumnya, terkadang tertawa kecil sambil menghentak-hentakkan kedua kakinya ke lantai, entahlah, Aleta sangat senang hari ini. Perlakuan Samudra padanya begitu manis, apalagi saat mencium tangan Aleta, rasanya ingin berteriak.
Berbeda dengan Syifa, yang sedari tadi hanya memperhatikan Aleta dari samping. Sebenarnya Syifa sedikit takut, sedari tadi Aleta tak henti-hentinya tersenyum lalu tertawa, apa ini ciri-ciri orang gila?
"Ta.. lo masih waras, kan?"
"Kenapa?" jawab Aleta seadanya, masih dengan lengkungan manis dibibirnya.
Syifa mengerutkan dahi, heran, sedikit tidak mengerti. Ini ciri-ciri orang gila? Atau ciri-ciri sedang jatuh cinta?
"Lo, mulai suka sama Angga?"
"Ck! Angga melulu,"
"Nah, terus?"
"Gue udah ngomong jujur sama Sam, dan dia nggak marah, dan dia cium tangan gue terus bilang I love you, aaaahhh.. manis banget kan?"
Syifa tak habis pikir, sahabatnya ini benar-benar ceroboh, gimana sama perasaan Angga, apa dia tidak memikirkan itu?
"Egois," balas Syifa ketus.
"Kok egois, sih?"
"Lo gak mikir gimana perasaan Angga, hah?!" Syifa menarik nafas, kemudian menghembuskan perlahan untuk meredamkan emosinya "Lo egois! Lo selalu gitu! Cuma mikirin kebahagian diri lo sendiri,"
Aleta sungguh terkejut. Syifa bisa semarah ini, karena hal sepele?
Jujur saja selama ini Aleta belum pernah melihat Syifa benar-benar marah seperti sekarang.
"Gue kan udah pernah bilang sama lo, jalani dulu aja! Siapa tahu lo lebih bahagia kan sama Angga? Angga itu cowok pengertian, dia cowok baik Ta,"
"Sam juga baik Syif, dia ju--"
"Samudra terus yang lo pikirin! Lo egois! Lo serakah!" umpat Syifa membuat Aleta bungkam "Tolong, kalau emang lo gak ada perasaan sama Angga, jangan sakitin dia, jangan main manis dibelakang dengan Sam,"
"Maksu--"
Lagi-lagi suara Aleta terpotong cepat oleh amarah Syifa. "Lo pilih, Angga atau Samudra? Jangan murahan, dua-duanya lo deketin,"
Murahan? Aleta menggeleng tidak percaya, apa Syifa berpikir Aleta semudah itu menyukai seseorang? Bahkan dari dulu perasaannya hanya untuk Samudra, Syifa pasti tahu itu.
"Lo kenapa sih?" Aleta ingin menempelkan telapak tangan didahi Syifa, namun segera ditepis oleh pemiliknya.
"Kalau lo pilih Sam, jauhin Angga!" tegas Syifa kemudian berdiri dari bangkunya, berniat ingin melangkah namun pergelangan tangannya dicekal Aleta.
Aleta juga ikut berdiri saat Syifa berbalik badan menghadapnya "Lo suka sama Angga?" tebak Aleta terang-terangan.
Aleta tidak menyangka Syifa saat ini sedang marah padanya. Karena hal sepele? Dan itu juga tidak menyangkut Syifa, kan?
Syifa menaikkan sebelah alisnya, sudut bibirnya terangkat, bukan senyum manis yang dia berikan "Hah? Coba ulang sekali lagi,"
Aleta makin dibuat bingung, kenapa Syifa jadi menyebalkan seperti ini? Padahal jelas-jelas suara Aleta tadi bisa terdengar oleh telinga manusia
"Lo suka, sama Angga?" ulang Aleta.
Syifa menyilang kedua tangannya didepan dada kemudian tersenyum kecut "Lo baru sadar itu, sekarang?"
Aleta terkejut bukan main, jadi Syifa punya perasaan lebih dari teman pada Angga?
"Sejak kapan?" Syifa benar-benar pintar menutupi perasaannya rapat-rapat, bahkan Aleta--sahabatnya saja baru tahu, hari ini.
Syifa mengedikkan bahu, terlihat serius. Aleta bisa melihat disana tidak ada lelucon sama sekali. Jadi, Syifa beneran serius dengan perasaannya?
"Gue pikir, gue bisa deket sama Angga, tapi setelah keadaan lo yang berpura-pura jadi cewek amnesia, gue kecewa!" Ingin sekali menampar cewek yang ada dihadapannya, untuk melampiaskan kekesalannya
"Awalnya gue senang karena Angga kelihatan senang jadi pacar lo, meski sementara. Tapi, lo malah mempermainkan perasaannya, lo egois Ta, lo pengin bahagia tapi gak pernah mikirin orang yang lo korbanin bahagia atau nggak! Asal lo tahu, lihat orang yang kita suka sedih itu sakit, gue tahu lo gak ada perasaan apapun sama Angga, tapi tolong, jangan sakitin dia dengan cara manis lo!" Syifa mengatur nafasnya yang tidak beraturan akibat terlalu emosional.
Aleta diam mematung menatap kepergian Syifa, airmatanya tanpa diundang mengalir begitu saja.
Kenapa Syifa lebih membela Angga? Apa gue benar egois? Apa yang harus gue lakuin? Apa gue harus jujur dan minta maaf sama Angga, lalu selesai? Nggak! Nggak semudah itu..
♥♡♥
See you the next part
KAMU SEDANG MEMBACA
ALETA
Teen Fiction[END] Selamat berimajinasi untuk hubungan Aleta dan Samudra. Copyright, 2017.
