"Arrrgghhh !!! Kenapa kau membawaku kemari ?!? Sudah aku bilang jangan coba ikut campur urusanku dengan adikku dan aku tekankan sekali lagi ! bahwa aku ini tidak sakit jiwa !! AKU BUKAN ORANG GILA HEYYY!!!!"
Bugh!
Sudah mencoba berusaha untuk menghindar, namun naas, Dokter Yoongi malah terkena pukulan keras dari kepalan tangan Jin. Bagian perutnyalah yang terkena, sehingga Dokter Yoongi pun terjatuh kebawah lantai.
'Argh, sakit....'
Dokter Yoongi meringis kesakitan, sementara Jongin yang masih turut memegangi Jin yang masih berontak dibuat ketakutan, begitu dilihat dai raut wajahnya.
Untung, tak lama kemudian, dokter Namjoon berserta timnya pun datang. Kala itu nampak salah seorang perawat membawa sebuah spuit suntikan yang berisikan obat penenang ditangannya. Sesaat setelah obat tersebut disuntikkan, Jin pun akhirnya mulai tenang, ia tak berontak lagi, dan perlahan matanya mulai terpejam dan tak lama, ia terlelap tidur.
"Suster..."
Ya, seketika di area ruangan bagian unit kesehatan Jiwa dibuat 'ramai' karena Jin. Diikuti Dokter Namjoon yang sekarang mulai melakukan diskusi dengan timnya yang juga para perawat ahli di bidang Jiwa untuk menangani kasus Jin, Dokter Yoongi yang baru saja bangkit pun ikut andil untuk sedikit menceritakan masalah yang terjadi tadi. Suasana begitu gaduh, maklumlah, dimana sebelumnya di rumah sakit umum ini kasus Seperti Jin tak pernah mereka dapati.
Setekah itu, Jongin segera Menghampiri Dokter Yoongi. Dokter Yoongi nampak masih sedikit merngis sambil memegangi perutnya. Jongin dibuat khawatir, akan tapi Dokter Yoongi malah berusaha menunjukkan bahwa ia Kuat, karena ada satu lagi hal yang mesti mereka segera tangani,
"Dokter Yoongi? Ka-u? Kau baik-baik saja kan--?"
"I-ya, Ti-dak apa-apa Dokter Jongin, aku baik-baik saja. Aish....sakit."
"Ta--pi, aku rasa ka-u masih merasa kesakitan kan dokter..? Jika begitu..."
"Ah nanti ini untuk menganinya mudah dokter Jongin, hanya butuh kompresan hair hangat saja. Untuk itu mari segera kita ke ruangan ICU, mudah-mudahan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan pada Eunha,"
"I-iya baiklah Dokter.."
Ya, ada Eunha yang memang harus segera mereka tangani dan pastikan kondisinya sesegara mungkin. Kejadian tadi memang sungguh diluar ekspetasi, bahkan sama sekali tak pernah muncul di bayangan dokter Yoongi akan seperti ini.
Ditengah langkah kaki mereka menuju ruang ICU, dokter Yoongi pun lantas dihantui rasa bersalah termasuk rasa bersalah kepada Jongin,
"Dokter Jongin, aku ingin minta maaf, tolong maafkan aku. Seharusnya di hari pertamamu sebagai residen disini kau mendapatkan segala targetmu. Tapi.. karena a--ku yang mengajakmu bekerjasama Jadinya kau malah telribat di keadaan gaduh seperti ini. Maaf."
"A-ah tidak apa dokter Yoongi, tidak usah terlalu memikirkan hal itu, santai saja. Lagipula aku mengerti, sebagai seorang dokter aku harus mampu menerima ataupun menghadapi bagaimanapun pasienku."
"Semua yang Diucapkan kau itu benar dokter Jongin, ta--pi..."
"Sudah, tidak apa Dokter."
Hm,
Lantas hal apa yang sesungguhnya terjadi sebelumnya? Mengapa Jin bisa sampai mengamuk? Kenapa Eunha bisa dilarikan ke ruangan ICU?
Jadi....
#Flashback
"Sekali lagi, aku ucapkan Selamat bergabung dengan kami dokter Jongin, Senang bisa bekerjasama denganmu disini,"
