2 Hari Kemudian.....
Sudah dua hari berlalu, Jeon Jungkook tidak kembali pulang ke kerumahnya, bahkan ia pun bolos dari jadwal perkuliahan. Hingga detik ini Jungkook masih terjaga di rumah sakit, bukan semata-mata ia Menjaga Eunha, namun ini adalah sebagian bukti dari rasa cinta dihatinya kepada Eunha.
"Maaf Tuan Jungkook, waktu besuknya sudah habis."
"O--iya maaf suster, tapi izinkan aku berbicara pada Eunha dulu ya sebentar?"
"Baiklah tuan, tapi jangan terlalu lama ya."
"Iya suster, aku mengerti."
Bahkan di rumah sakit, dikala waktu besuk tiba Jungkook tak pernah melewatkan waktu satu detik pun, malah ia menggunakan waktu yang lebih hanya untuk membuat waktunya terkhusus bersama Eunha yang belum sadarkan diri.
Jungkook menggenggam tangan Eunha dengan kuat, ia mencium tangan Eunha itu dengan penuh perasaannya. Lalu Jungkook turut mengusap kepala Eunha dan berkata,
"Cepat sehat ya! Kau mau kan mengerjakan tugas lagi bersamaku? Kau mau kan pergi menemaniku olahraga? Tenang, Aku tidak akan menyebutmu pemalas lagi, Tenang, tidak akan aku paksa kau berlari mengitari lapangan sampai kau kecapekan lagi, Dan kau mau aku traktir makan sepuasnya kan? kalau kau ragu, yakinlah aku tidak akan juga mengejekmu dengan sebutan gendut Lagi. Jika sampai aku melakukan hal itu lagi... Tolonglah, tolong lempar aku sampai kedalam Jurang."
Mata Jungkook pun kini turut berkaca-kaca, tapi ia sadar kalau sampai air matanya turun ia tidak akan memberikan kekuatannya untuk Eunha. Lagi-lagi Jungkook hanya berharap penuh, Eunha si gadis yang ia pujahan hatinya itu akan kembali sedia kala dan menemani hari-harinya.
Melangkahkan kakinya keluar ruangan, saat ia menghadap pintu kaca ia baru sadar kalau tampilannya kini sudah kusam. Bayangkan saja dua hari sudah Jungkook tidak berseka ckck.
Sampai pada akhirnya ada sesosok pria dengan postur tubuh yang lumayan tinggi dengan perawakan Jas putih ala dokter menghampiri Jungkook dan menepuk pundaknya,
"Jungkook? Kalau kau mau pulang, pulang saja."
"Ah, Dokter Ong? E-eung aku.."
"Kenapa Jungkook? masih khawatir soal kondisi Eunha? hm, untuk saat ini kondisinya sudah berangsur membaik daripada sebelumnya, tanda-tanda vitalnya sedikit lagi sudah menuju rentan normal, kita tinggal tunggu waktu saja untuk Eunha sadarkan diri."
"Apakah itu sungguh dokter?? Ah Terimakasih banyak Ya Tuhan.."
"Iya, aku dan dokter Yoongi akan melakukan yang terbaik untuk menunjang kesembuhan Eunha. yang terpenting doamu untuk Eunha jangan pernah putus, Yakin Eunha akan sembuh oke?"
"I-iya dokter, baiklah sekarang aku akan kembali kerumahku, tapi di jam besuk nanti sore aku akan kembali hehe, tidak masalah kan?"
"Tentu saja tidak, Semangat Jungkook!"
Sepertinya Jungkook punya teman baru yang baik, Ya dokter Ong Alias nama lengkapnya Ong Seungwoo. Dokter Ong adalah dokter spesialis jantung paru yang kini menangani Eunha, perawakannya yang masih terlihat seperti 'anak muda' membuat sebelumnya Jungkook tak canggung bercerita ataupun bertanya menyangkut soal perkembangan Eunha.
Krbbkk...
Setelah berpamitan dengan dokter Ong, perut Jungkook terdengar berbunyi. Oh tidak, Jungkook hampir saja lupa kalau ia belum sarapan. Sempat ingin menahannya sampai ke rumah, tapi sayang perutnya kala itu terus saja bernyayi, membuat Jungkook memutuskan untuk segera pergi ke kantin rumah sakit.
***
Tap.... Tap... Tap...
Jungkook melangkahkan kakinya menuju area kantin. Sesampainya disana ia langsung memesan makanan tak lupa juga dengan Minumannya. Catatan, Jungkook memesan makanan itu sampai 3 Porsi, ah nyatanya Jungkook bukan kelaparan, tapi sangat kelaparan, ckckck.
Namun......
Saat Jungkook hendak akan memakan makanannya yang ia pesan tersebut, tiba-tiba saja Jungkook melakukan suatu hal yanh disisi lain terkesan 'belrebihan' namun di sisi lain malah hal ini terkesan sangat menyentuh,
Jungkook memotret semua pesanan makanan tersebut demgan menggunakan ponselnya, lalu dilanjut ia memposting hasil potretan tersebut ke media sosial dengan caption, -'Soon! Akan ada si cantik berpipi tembam untuk selalu menemaniku makan!ㅋㅋㅋ'-
Jungkook benar tahu, kalau Eunha itu sangat-sangat menyukai makanan. Sesekali Jungkook pun dibuat tersenyum-senyum sendiri saat menyantap semua makanan tersebut, ia membayangkan dihadapannya benar-benar ada Eunha yang menemaninya makan. Bagi Jungkook, jika melihat Eunha makan itu lucu, rasanya seperti melihat seekor kelinci sedang menyantap nikmat makanan wortelnya.
Hm, ada-ada saja.
Skip.
Sesusai Jungkook memghabiskan makanannya, tiba-tiba ada suatu hal yang nyaris saja tak terpikirkan dibenak Jungkook. Jungkook dibuat heran campur kesal, karena hal itu nyatanya sungguh mengganjal,
"Parah, mana orang yang kau sebut pacar itu Eunha? Cih, awas saja kalau aku bertemu dengannya, akan aku habisi dia."
Ya, Jungkook tiba-tiba saja teringat soal sosok Mingyu yang begitu Eunha eluh-eluhkan sebagai 'Pacarnya', Mingyu yang sudah 2 hari terkahir ini tidak terlihat batang hidungnya, sama sekali tak ada pesan ataupun ucapan darinya dikala kondisi Eunha seperti sekarang ini.
'aish! Untuk apa juga kau Jungkook memirkan dia! Yang terpenting kini kaulah yang ada untuk Eunha, Jeon Jungkook!'
Sejenak melupakan hal tersebut, mengingat waktu yang semakin saja berkurang untuk menuju jam besuk sore Jungkook lantas segera pergi ke kasir untuk membayar bill pesanannya. Setelahnya ia pun segera pergi meninggalkan area kantin.
Awalnya Jungkook berjalan kaki dengan langkah yang cepat dan dengan perasaan yang mulai kunjung lega,
Akan tetapi....
Bruk!
Entah bagaimana ceritanya, tiba-tiba ada seseorang yang menabrak Jungkook sampai nyaris Jungkook terjatuh, namun seseorang itu tak bekrata maaf atau pun sedikit menghentikan langkahnya, ia malah berlaku begitu saja.
Niatnya Jungkook akan mengabaikan hal itu karena mengingat waktu, tapi setelah ia berpikir ternyata ia tahu siapa orang itu
Jungkook kembalikan badannya, ia menyusul langkah seseorang itu,.
Diluar dugaan,
Ternyata seseorang yang merupakan sosok pria berjaskan putih ala dokter itu bertemu dengan seorang gadis cantik berambut panjang di area kantin
Entah, Emosi Jungkook seketika tak bisa ditahan lagi saat itu,
Tak peduli suasana kantin yang begitu ramai, ia menghampiri sosok pria itu hingga hanya berselang jarak 30cm,
Sosok pria itu dengan angkuhnya berkata,
"Ada perlu apa ?"
Jungkook menggerakkan tangannya kuat, ia tak membalas pertanyaan pria itu dengan kata-kata, namun........
BUGGHH!!!!
Jungkook memukul keras pria itu sampai terjatuh kebawah lantai, setelahnya ternyata saking kerasnya pukulan Jungkook, pria itu pun turut terluka di dekat area bibirnya,
Pria itu meringis kesakitan, sosok gadis yang ia temui pun mencoba membantu agar pria itu bangkit namun ia masih saja meringis kesakitan,
"Ka--au, dasar tidak tahu malu! Lihat akibatnya nanti Jungkook!"
"Apa? Kau mau membuatku jauh lebih menderita? Yang perlu kau ingat, ada sosok yang telah kau sia-siakan begitu saja, memangnya kau pikir EUNHA ITU MAINAN? HAH?!?!? jika kau berpikir begitu, tolong, aku ingin lihat detik ini juga kau membuang jas putihmu itu ke tong sampah Kim Mingyu!!"
.
.
.
.
*** Bersambung
.
.
.
