Chap 15: His Mask

1K 98 1
                                        

"Terima kasih banyak, nuna! Masakan nuna memang yang terbaik," seru seorang bocah laki-laki sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Seokjin tersenyum.

Seokjin mengulurkan tangan kanannya yang langsung diterima anak laki-laki di depannya, "Benarkah, Seo-ah? Padahal aku tidak terlalu pandai memasak jika dibandingkan dengan para koki di luar sana."

"Kalau begitu nuna jangan membandingkan diri sendiri dengan koki-koki lain. Karena bagi semua orang di sini, nuna merupakan koki terhebat dan tidak ada yang bisa mengalahkan masakan nuna!"

Seokjin tersenyum, "Terima kasih, Seo-ah."

Mereka berdua pun memasuki ruang tengah, di mana keluarga Kwang-sun berada. Tangan kanan Seokjin yang masih dipegang oleh Seo, diayunkan oleh sang bocah. Seokjin pun juga ikut mengayunkan tangannya dan aksinya tersebut berhasil membuat anak laki-laki berusia enam tahun itu tertawa.

"Nuna, ayunkan aku!" pinta Seo diselingi tawa. Permintaannya segera dikabulkan oleh Seokjin.

Suara tawa Seo semakin keras ketika Seokjin tiba-tiba mengangkatnya. Semua orang di ruangan itu juga ikut tertawa melihat Seokjin tengah bermain dengan bocah yang usianya berbeda 18 tahun dengan Seokijn.

Beberapa saat kemudian, Seo terlihat tertidur di pangkuan Seokjin. Bocah itu sudah menggunakan tenaganya hanya untuk bermain dengan nuna kesayangannya. Kwang-sun pun memakluminya.

"Kau tahu, Seokjin." Kwang-sun memperhatikan cucunya yang tertidur, "Seo Jun hampir setiap saat menghampiriku hanya untuk mencarimu. Dia bagaikan surat yang mencari keberadaan perangkonya, kau tahu?"

Seokjin tersenyum dan bergumam, "Benarkah?"

Tangannya tidak berhenti mengusap rambut Seo Jun, "Tapi kenapa dia terus mencariku? Pastinya dia juga mencari yang lain, bukankah begitu, Kwang-sun?"

Kwang-sun berdecak, "Anak itu jarang mencari yang lain. Hanya kau yang dia cari, Seokjin."

Kwang-sun lalu bergumam menambahkan, "Bahkan dia tidak mencariku yang jelas-jelas kakeknya."

Seokjin yang mendengar Kwang-sun mengeluh hanya dapat tertawa canggung.

Seokjin meminta maaf pada Kwang-sun. Pria yang berada di akhir lima puluhnya itu menggelengkan kepalanya, tamda bahwa Seokjin tidak perlu meminta maaf.

Seokjin mengedarkan pandangannya ke ruangan yang masih dipenuhi dengan anggota keluarga Kwang-sun. Dia pun berhenti ketika melihat Namjoon tengah bermain dengan cucu kedua Kwang-sun.

Dia dapat melihat Seung Jun, cucu kedua Kwang-sun, tertawa ketika Namjoon memperlihatkan ekspresi wajah, yang menurut Seokjin, konyol. Dan pada akhirnya, Seokjin ikut tertawa berkat Namjoon yang terus memperlihatkan wajah konyolnya.

"Apakah wajahku benar-benar lucu hingga kau tertawa sekencang itu?" Namjoon bertanya pada Seokjin.

Seokjin terkejut mendengar Namjoon. Dia tidak menyadari Namjoon yang memperhatikannya ketika dia tertawa.

Namjoon terkekeh melihat raut terkejut kekasihnya itu.

"Jujur saja, Namjoon, wajahmu lebih terlihat konyol daripada lucu," sela Kwang-sun.

Namjoon tertawa mendengar ucapan Kwang-sun

Melihat Namjoon tertawa, Seung Jun pun mengikutinya. Bocah berusia empat tahun itu tertawa hingga terlihat gigi kelincinya. Namjoon yang tidak tahan dengan keimutan Seung Jun pun mencubit kedua pipi Seung Jun sambil membuat suara konyol. Aksinya itu membuat semua orang di ruangan itu tertawa.

Hold On [ Namjin ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang