Jika diperintah untuk mendeskripsikan beban terberat dalam hidup, Yunani Aaron akan melangkah ke depan dengan percaya diri dan menjelaskan secara rinci. Bahwa tak bertemu dengan seseorang yang dicintai, yang menjadi setengah dari jiwamu adalah beban sekaligus siksaan paling mengerikan yang pernah Moon Goddess ciptakan.
Namun setidaknya tak lama lagi segala macam kesakitan itu akan berakhir. Ini adalah hari terakhir hukumannya. Yunani dapat menemui sang pujaan esok hari.
For Moon Goddess, dia sangat tak sabar.
Membayangkan wajah datar itu akan kembali menatapnya, ya ampun Yunani sudah meleleh. Dia tersenyum sendirian di dalam kamar. Mabuk kepayang.
Nyaris dirinya terjungkal ketika ketukan keras dari pintu terdengar. Yunani merapikan anak rambut yang berantakan secepat mungkin sebelum menjawab. "Masuk."
Pintu terbuka menampilkan sosok tegas penuh wibawa. Kulitnya tak sekencang masa kejayaannya dulu tetapi gurat gagah masih melekat dalam wajahnya.
"Ayah?"
Henry Aaron tersenyum pada putri sulungnya. Dia mendekat dan mengambil Yunani dalam rengkuhannya. Mencium pucuk kepalanya lembut. "Putri Ayah sedang apa?"
"Tidak melakukan apa pun."
Beta Golden Moon Pack mengernyit. Jelas tadi dia merasakan aura bahagia dari putrinya. "Kau yakin?"
"Tentu"
Sejenak, kepala keluarga Aaron menyelidiki gestur anaknya. Mencoba menemukan celah kebohongan, namun tak ada yang mencurigakan sedikitpun. Sudahlah, dia tak ingin mengambil pusing lagi.
"Lagipula, mengapa Ayah ada di rumah?" keseharian Beta Aaron adalah berada dalam Golden Palace. Mendapati Pria di penghujung masa emasnya itu berdiri dalam rumah ketika matahari masih di langit Golden Moon Pack sangatlah langka.
"Begitulah. Urusan Pack terhenti sementara ketika Alpha dan Luna[9] akan merayakan hari jadinya. Semua orang akan terfokus pada acara itu termasuk Ayah. Beberapa hari ini, pekerjaanku menjadi lebih ringan ketika hanya harus mengurus keperluan pesta. Hanya saja para Omega menjadi lebih sibuk dari biasanya" Henry menatap lekat putrinya. "Omong-omong, kenapa kau tak bekerja?"
Ah, gawat. Itu pertanyaan yang membingungkan untuk dijawab. Tak mungkin bukan Yunani menjawab jujur? "Aku, mengambil libur."
Seluruh keluarganya memang mengetahui perihal dirinya yang menjadi Omega di Golden Palace. Mendapat tentangan di awal, Yunani akhirnya diijinkan bekerja di sana dengan alibi dia ingin merasa lebih berguna. Ayahnya seorang Beta dan Ibunya mantan anggota Golden Warrior yang kini jejaknya diikuti sang adik. Lalu, dia akan jadi apa?
Persoalan dirinya adalah belahan jiwa calon Alpha, tak boleh ada yang mengetahuinya. Steven Aecryll memberinya ultimatum untuk tak mengatakan hal itu hingga pengangkatannya menjadi Alpha beberapa tahun lagi. Dia mengatakan, akan memberi tahu seluruh kawanan tentang hubungan mereka yang disatukan oleh Moon Goddess di saat tersebut. Hingga hubungan mereka akan terasa jauh lebih spesial.
"Dan Yunani, apa kau sudah menyiapkan gaunmu?"
Sekali lagi, Yunani menegang dengan pertanyaan sederhana Ayahnya. Pertanyaan-pertanyaan itu adalah pertanyaan yang paling dihindarinya.
Pesta hari jadi Alpha dan Luna akan dihelat malam ini. Pesta besar itu akan dihadiri seluruh anggota kawanan tentu saja. Sebagai seorang Beta, Henry Aaron akan memboyong seluruh keluarganya.
Putri sulung Aaron memang tergolong jarang terlihat. Yunani, lebih senang menyendiri dibandingkan pergi masuk ke dalam gemerlap malam. Menenggelamkan diri pada ranjang empuk berteman tumpukan buku membosankan. Maka dari itu, Henry akan menyeretnya- bagaimana pun caranya.

KAMU SEDANG MEMBACA
YUNANI : A Rebellious Luna [COMPLETED]
WerewolfKecewa dan patah hati menuntun seorang Yunani pada kegelapan. Di suatu malam perayaan, dia melihat sendiri Matenya bermain api bersama adik angkatnya. Semua orang menghakiminya, untuk suatu perbuatan yang tak pernah dilakukan. Dia disingkirkan dari...