24. Meet Him

25.4K 3.2K 59
                                        

Every pelakor has their own reason.

Sungguh, jauh di dalam hati gue gak ada sedikitpun niat mau jadi pelakor.

Apapun alasannya.

Dan ini masalahnya bukan cuma perkara siapa yang merebut siapa dari siapa. Gue juga gak pernah berpikir kalau Bayu akan dijodohin dengan Sasa saat masih pacaran sama gue.

Saat ini setelah sekian lama gue gak lihat mukanya, sosok Bayu beneran ada di depan gue. Duduk sumringah ketika dia sadar gue juga ada dihadapannya. Dia masih ganteng dan gue akui itu. Tapi gak bikin hati gue kelojotan kayak pertama dia nembak gue.

Tempat ini sepi banget. Usulnya Tama supaya gue pilih tempat ini untuk ketemu sama bayu. Gue bersyukur karena gue gak perlu kena masalah kalau gue nanti menghajar dia disini. Sepi, cuy!

Mengingat Bayu kenal sama Tama, jadi dia gue suruh nunggu di luar

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Mengingat Bayu kenal sama Tama, jadi dia gue suruh nunggu di luar. Awalnya mesti negosiasi sengit dulu, tapi Tama nurut setelah gue jelaskan. Jangan sampai Bayu tahu bahwa Tama adalah tour guide gue. Takut akan terjadi hal-hal di luar rencana gue.

"Kamu sehat?" Tanya gue basa-basi.

"Tadinya sakit, mikirin kamu. Tapi sekarang aku baik-baik aja seperti yang kamu liat." Jawabnya semangat. Cuy, kalau dulu sih enak denger beginian, sekarang kok bawaannya pengen nabok ya.

"I'm okay, Honey." Lanjutnya.

Iya lo gak apa-apa, tapi bini lo nahan beban sendirian di rumah! Bikin gue pengen nonjok aja.

"Jujur sih aku kangen sama kamu, Bay." Kata gue. Gue memang merindukan saat dia masih jadi pacar gue dua bulan yang lalu.

"Aku juga, Hani. Banget. Apa lagi kamu kalau jawab pesan aku singkat-singkat mulu." Matanya menatap gue tajam. Khasnya banget kalau lagi kesal.

Dulu sih sebelum ada Sasa, kalau dia lagi begini gue cium bibirnya juga dia balik nyengir lagi. Sekarang gue natap matanya aja terpaksa sebenernya.

"Aku kan sibuk liburan!" Jawab gue.

"Kamu sih gak mau backpacker aja! Kan lebih bebas. Udah gitu kamu bisa ketemu aku dari hari pertama."

Justru itu Bayu... gue gak mau ketemu lo selain hari ini. Gue gak mau lo atur-atur gue disini sedangkan niat gue kesini buat mutusin lo.

Tapi gue hanya bisa menggerutu dalam hati.

"Kungetin lagi, Bay, kalau kamu lupa, Vivi sama Rama ikut. Mana bisa aku ketemu sama kamu tiap hari. Ini aja aku pakai manipulasi mereka dulu." Terang gue.

"Gimana Jepang? Kayaknya betah kamu disini?" Tanya dia.

"Dingin." Jawab gue seperti biasa. Emang itu kok yang gue rasain disini.

Bayu terkekeh, "Yang aku tanya suasananya, Hani."

"Sepi. Gak seru. Yang lain berpasangan aku doang pemain tunggal." Gue jelaskan semua keluhan gue biar dia sadar.

TOKYO, The Unexpected GuyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang