She knows

390 34 12
                                        

Kututup album itu dengan air mata yang mengalir begitu deras, badanku gemetar, dadaku sesak mengingat kejadian itu.

Itu adalah hari yang menyakitkan disaat aku mengungkapkan perasaanku dan ia meninggalkanku.

Aku ingat dengan jelas bagaimana Kylie membenciku saat ia tahu tujuan aku memacari sahabatnya.

Aku ingat bagaimana setiap hari aku berada dikuburan itu, meminta maaf padanya. Aku menyesal.

Aku ingat masa-masa keterpurukanku, dadaku semakin sesak jika mengingatnya.

"Rara-ya jeongmal mianhae..."

Ah, aku benci diriku sendiri. Aku takut jika aku menyakiti gadis lain lagi.

Apalagi hatiku berlabuh pada Yuna.

Apakah aku bisa menjaganya?

Tingtung!

***

Yuna's POV

Sesuai janjiku pada Minhyuk, disinilah aku berdiri ditepi sungai Han.

Jujur saja aku sedikit terkejut dengan pengakuan Taehyung sunbae. Ternyata apa yang dikatakan Kylie benar adanya.

Tapi aku tidak tahu harus menjawab apa, aku belum yakin akan perasaanku.

"Yuna-ya!"

Minhyuk memelukku segera setelah ia memanggil namaku dan berlari kearahku. Ah, aku rindu pelukan ini.

"Sudah lama kita tidak bertemu", ujarnya semakin mengencangkan pelukannya.

Aku terkekeh sembari mengelus punggungnya. Ah, pundaknya lebar sekali. Pelukannya hangat, aku menyukainya.

"Kau sudah makan?"

Aku mengangguk. "Kenyang sekali", ujarku sambil mengelus perutku.

Kenyang kenyang~

Sebenarnya itu plesetan dari lagi Jimin BTS - serendipity. Kau tau? Saat pertama kali aku mendengarnya kukira ia mengatakan 'kenyang' namun ternyata 'geunyang'.

Jadi setiap aku kekenyangan sehabis makan pasti aku akan mengusap perutku dan mengatakan 'geunyang geunyang'.

Hahaha, tidak lucu.

"Kalau begitu kita jalan-jalan disekitar sini saja, kaja!"

Minhyuk mengapitkan jaritnya disela-sela jariku dan mengayunkannya pelan.

Sembari bercengkrama kami menikmati sejuknya angin malam yang menyapa kulit kami. Banyak pasang mata yang memperhatikan kami, entah apa yang mereka pikirkan.

Bodo amat.

"Aku merindukanmu, sunbae."

Plak!

Kupukul lengan pria yang berjalan disampingku ini. Sudah kubilang aku tidak suka ia memanggilku sunbae.

"Noona..."

Plak!

"Ya! Aku tidak setua itu!", cerocosku lalu berjalan mendahuluinya.

Dapat kudengar ia tertawa dan tidak menyusulku. Apa dia sengaja?!

"Baiklah aku pulang saja!"

Kukaitkan tudung jaket berbulu ini dikepalaku lalu memasukkan tanganku ke kantong jaket. Kupercepat langkah kakiku.

"Noona saranghae..", Minhyuk memelukku dari belakang sambil mengucapkan kata itu.

Wah, anak ini belum pernah rasanya ditinju? Oke, aku lupa kalau Taehyung pernah meninjunya.

Nae Sarang ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang