Hembusan angin siang ini membuat rambutku kusut karena terbang kesana kemari mengikuti arah angin.
Pandanganku tertuju pada satu objek yang tak pernah bosan memandangku.
Langit.
"Kenapa dunia kejam sekali padaku?"
Aku memukul-mukul besi pembatas di rooftop sekolahku. Aku tak menghiraukan tanganku yang memerah karenanya.
Aku hanya ingin melampiaskan keluh kesahku.
Mataku terlalu sembab dan berkedut-kedut. Aku tak bisa menangis lagi.
Aku berteriak seperti orang yang putus asa.
"Sedang apa anak domba disini?"
Sial. Serigala kejam itu datang.
Tubuhku terdiam mematung. Ini tidak bagus. Tanganku gemetar.
"Hahh.."
Ia membuang napasnya kasar lalu aku rasa ia sedang menatapku.
"Tak kusangka kau akan semenderita ini. Aku semakin bahagia."
Kejam. Jahat. Keterlaluan.
Ia mengambil tanganku dan dilihatnya telapak tanganku yang merah karena memukul besi tadi.
Aku menatapnya tajam. Ia menunggingkan bibirnya, seringaian iblis.
"Tolong pergi, sunbae. Aku ingin sendiri."
"Lalu kau ingin membolos?"
Aku tak merespon ucapannya. Aku memalingkan wajahku. Aku tak pernah membolos sebelumnya.
Ia menarik wajahku agar menatapnya.
"Kalau kupikir-pikir kenapa tidak buat disini saja ya?"
Aku tak mengerti. Buat apa?
"Maksud sunbae?"
Ia kembali menyeringai. "Make a baby."
A-apa katanya? Baby?
Aku menarik tanganku lalu berjalan mundur.
DIA GILA. SINTING. KELAINAN JIWA.
Ia melangkah mendekat dan aku melangkah menjauh darinya.
"Yuna-ya.. let's make a baby.."
Aku merinding. Itu menyeramkan.
Tubuhku terbentur di pintu. Kuraih knop pintu lalu membukanya dan berlari meninggalkan rooftop.
Bisa kudengar ia tertawa bak setan.
Bukan. Dia adalah demon.
***
Kulipat tanganku dimeja dan menenggelamkan wajahku disana. Pikiranku kacau.
"Yuna-ya kau baik-baik saja?"
"Aniyo. Kondisiku buruk sekali Soo Ji-ya". (Tidak)
"Apa Taehyung sunbae bertindak terlalu kasar padamu? Kau mau ke UKS?"
Aku menggeleng. "Tidak usah. Biarkan aku tidur, bangunkan aku jika pelajaran selesai."
"Baiklah."
Untuk pertama kalinya aku tidur dikelas. Kepalaku pusing memikirkan semua ini.
Sekarang hujan dan aku tidak membawa payung. Bagus, ini adalah hari sialku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Nae Sarang ✔
Fanfiction[COMPLETED] Setelah perceraian orang tuaku. Aku dan ibuku kembali ke Korea. Aku menderita semenjak bertemu dengan seorang senior disekolah baruku. Kim Taehyung. Ia memperlakukanku seperti hewan, ia menjadikanku budaknya.
