dua puluh tiga

1.2K 160 48
                                        

Satu kata yang ingin Sinb lontarkan keapada Daniel adalah 'anj*!' , kenapa harus sekasar itu?
Karna Daniel dengan seenak jidatnya menarik lengannya dengan kasar, hingga pergelangan tangannya memerah bahkan ada sedikit luka gores dari kuku jari Daniel, saking kencangnya tarikan tangan Daniel dipergelangan tangannya.

"Daniel.. Mesti ya narik gue kayak gini!!" sembur Sinb begitu Daniel melepas genggaman tangannya.

Sinb menatap pergelangan tangannya dengan ringisan, setelahnya ia menatap Daniel kesal.

"gue ngehindarin lo, harusnya lo tuh mikir."

Sinb menatap kesal Daniel, lantas berjalan mendekatinya.

"mikir? Apa yang harus gue pikirin?!"

Daniel berdecak. "mikirin perasaan gue!"

Sinb terdiam lantas menggedikkan bahunya acuh.

"ngapain gue mikirin cowo playboy kayak lo."

"palyboy?" ulang Daniel tak percaya.

"lo bilang gue playboy? Trus lo apa? Bukannya lo juga sama aja kayak gue!"

"gue?! Emangnya lo liat gue macarin cowo sana sini? Nempelin cowo sana sini!!!" murka Sinb.

Daniel memajukan badannya, lantas menatap sengit Sinb.

"iya gue liat dengan mata kepala gue sendiri!!"

Sinb menaikkan sebelah alisnya bingung.

"hah? Kapan?"

"kemarin sore dibandara!"

Mendengar jawaban Daniel spontan Sinb tertawa kencang, melupakan kekesalannya tadi yang hampir membuat emosinya meledak.
Sedangkan beberapa orang yang melewati keduanya menatap penuh heran.

"gue serius! Lo fikir ini lucu!!"

"bentar Niel, gue ketawa dulu."

Daniel memijat pelipisnya yang berdenyut menunggu tawa Sinb mereda. Merasa cukup Sinb kembali menegakkan punggungnya sambil sesekali masih menahan senyumnya.

"lo liat gue dibandara?"

Hanya anggukan yang Sinb lihat dari Daniel, setelahnya ia hanya menggedikkan bahunya.

"gue juga liat lo dibandara, lagi pelukan malahan.. Huu so sweet."

"kenapa ngga nyamperin gue?"

"ogah ganggu kemesraan orang." balas Sinb acuh.

"cemburu bilang."

"siapa? Gue?"

"iya, lo! Lagi juga cewe yang gue peluk itu cuma sahabat gue, ada cowonya pula."

"dihh pede!! Peduli amat, Udah ah gue mau balik."

Sinb berbalik pergi, namun sebelum melangkahkan kakinya, pergelangan tangannya kembali ditahan membuat sang empunya meringis kesakitan, pasalnya Daniel menahan pergelangan tangannya yang terluka tadi.
Melihat raut wajah meringis Sinb, Daniel mengangkat tangan Sinb dan menatapnya penuh sesal.

"ikut gue! Gue obatin dan lo jelasin siapa cowo dibandara yang lo jemput."

🌿🌿🌿

Daniel menorehkan salep kepermukaan pergelangan tangan Sinb yang terluka menggunakan cottonbud.

"jelasin dia siapa, jangan diem aja."

"kenapa harus?"

Daniel menghentikan pergerakkan tangannya, lantas mendongakkan kepalanya dengan tatapan mata tajam.

Playboy Sejagat [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang