dua belas

1.6K 209 34
                                        

Sinb mendorong kesal wajah Daniel yang sedari tadi terus memandanginya.

"ngapain sih lo?" ketus Sinb.

"gue lagi menikmati karya Tuhan yang udah gue siain selama ini."

"prett!! Ngga usah sok manis dah lo."

"ada maunya tuh." sahut Umji.

"beuh.. Emang dah Bantet peka banget." puji Daniel dengan kedua ibu jari mengangkat diudara.

"Heh!! Gue ngga bantet yah!!" sewot Umji.

"iya deh tambun." sahut Daniel acuh.

Umji mendengus kesal, tidak akan pernah ia bisa melawan Daniel yang bermulut tajam dan beraura seram itu.
Daniel kembali memandangi wajah Sinb dengan bertopang dagu.
Ia tersenyum tipis, kemudian menjahili Sinb dengan meniup-niup wajahnya.

"apaan sih lo!!" ketus Sinb.

"makanya jangan acuhin gue." rengek Daniel.

"dihh geli banget sih." Sinb bangkit berdiri kemudian ikut bergabung dengan Umji yang tengah serius menonton drama.

Daniel mengekori Sinb kemudian ikut duduk disebelah Sinb.

"ihh ngapain sih lo." heran Sinb.

Umji mengalihkan perhatiannya pada Daniel, kemudian menggeleng tak percaya.
"ngerencanain apa lagi sih lo?" celetuk Umji.

"apa sih? Nethink mulu kerjaannya." kesal Daniel.

"Bi.. Keluar yuk, jalan kita." ajak Daniel dengan mata mengedip-ngedip imut.

"lo kelilipan?"

"tau ahh, ayo ah jalan."

Daniel menarik pergelangan tangan Sinb cepat.

"Ji, jaga rumah yah. Majikan mau malem mingguan dulu." pamit Daniel membuat Sinb mau tak mau tertawa.

"yeu syalan lo!!"

❤❤❤

Sinb memerhatikan pemandangan disekitarnya, ia memandang takjub kebun teh yang terhampar luas didepannya.

"keren kan?"

Sinb mengangguk cepat, ia berlari ketengah-tengah kebun teh, kemudian memejamkan matanya menghirup dalam-dalam udara segar.

Daniel memerhatikan tingkah Sinb dengan senyum hangat, ia menghampiri Sinb kemudian merangkul bahu sempitnya.
Sinb mendongak, kemudian membungkukkan sedikit tubuhnya melepaskan diri dari rangkulan Daniel.

"tempatnya keren tapi sayang kenapa harus lo yang ngajak gue kesini."

"sumpah, ngga ada baik-baiknya lo sama gue." tukas Daniel.

"abis lo kalau dibaikin ngelunjak, males gue jadinya."

Daniel terkekeh kemudian membopong Sinb seperti karunh beras.
Sinb memekik kaget, ia memukul-mukul punggung Daniel kesal.

"DANIEL TURUNIN GUE!!"

Daniel mengabaikan teriakan dan pukulan kencang dipunggungnya.
Ia menurunkan dan mendudukan Sinb disebuah bangku yang tingginya sepinggang Daniel.

"sehari aja jadi cewe manis buat gue."

Sinb terdiam kemudian membuang pandangannya kesal.

"jangan harap." desis Sinb.

Daniel menarik lembut dagu Sinb untuk menatap wajahnya.

"gue tau gue ngeselin, nyebelin, pemaksa, dan semua yang jelek-jelek ada didiri gue, terus yang terakhir gue playboy. Makanya lo benci banget sama gue."

Playboy Sejagat [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang