Epilog I

721 58 0
                                        

Pasang lagu ballad sedih ya

Daniel menapakkan kakinya ke rumput-rumput hijau, setelan jas hitam santai dan kemeja hitam menambah ketampanan pada lelaki berbadan besar itu.

Ditangannya sebuah kantung kertas dan sebuket bunga bertengger.

Bunga mawar pink kesukaan gadisnya.

Daniel berhenti didepan sebuah batu nisan dengan nama Kim Yoora, gadisnya yang ia cintai.

"annyeong Yoora-ya, aku datang lagi."
Daniel berbicara pelan.

"sudah satu bulan setelah kamu pergi, aku disini baik-baik saja semua berkatmu, aku rajin melakukan perintah-perintahmu.
Kamu tidak percaya kan?
Kamu bisa tanya Jisung hyung kalau tidak percaya." Daniel terkekeh pelan.

"Aku juga bekerja keras, ini aku bawakan album Wanna one lengkap dengan tanda tangan, kami melaksanakan  comeback minggu lalu dan itu sangat sukses. Aku harap kamu ada disini bisa melihat aku di panggung."

Daniel mendongak ke langit, mencoba menyembunyikan air matanya atau mungkin mencoba mencari bayangan gadisnya diatas sana.

"aku tidak bisa mencintai gadis lain sejauh ini, tidak ada yang sebaik dan seindah dirimu, mianhe karena aku tidak bisa menepati janjiku yang ini dan mungkin tidak akan pernah bisa."

Daniel tersenyum bodoh, dirinya sudah bertemu banyak artis cantik tapi tidak ada yang menggetarkan hatinya karena kepalanya terus dipenuhi dengan senyum Kim Yoora.

"aku juga masih sering menangis tapi aku lebih banyak tertawa saat ini karena aku tidak ingin membuatmu khawatir, ah mianhe aku menangis sekarang padahal aku tidak ingin."

Daniel terisak, mengambil saputangannya untuk menghapus air mata yang sudah jatuh.

"aku berusaha kuat, aku berusaha tersenyum, tapi bolehkan kalau didepanmu aku menjadi lemah? Karena bagiku kamulah satu-satunya rumah dimana aku nyaman menjadi diriku sendiri dan bukan
Kang Daniel wanna one"

Hening menyelimuti tempat itu, Daniel berusaha menghentikan tangisnya.

"Kamu tahu kan aku melalui masa-masa yang sulit tanpamu? Tapi sekarang aku jauh lebih baik semuanya karenamu Yoora-ya. Jawaban atas pernyataanku sudah aku dapatkan dan aku begitu bahagia karena kamu mencintaiku, gomawo karena sudah mencintaiku,
kamu menjawab perasaanku bahkan ketika aku belum menyatakannya,
biarpun kita tidak bisa mengatakannya secara langsung tapi akan aku katakan sekali lagi bahwa aku juga mencintaimu, dengan sepenuh hatiku, aku mencintaimu."

Daniel memegang dadanya

"Aku sangat mencintaimu sampai sakit rasanya.
Aku tahu kamu pasti mendengar ini dari atas sana, aku akan terus menerus mengatakannya sampai kamu percaya, aku mencintaimu, saranghae Kim Yoora."

Daniel tersenyum hangat dan dikecupnya buket bunga mawar yang sedari tadi digenggamnya,
diletakkannya pelan-pelan didekat batu nisan itu.

Sebelum ia beranjak ia menatap sekali lagi batu nisan itu.

"sebenarnya ada satu hal lagi yang harus aku katakan."

Daniel diam, ia ragu untuk melanjutkan kalimatnya.

"Aku..."

Daniel memejamkan matanya, mengumpulkan keberanian untuk berucap.

"aku menderita kanker juga, kanker paru-paru stadium tiga. Aku masih ingin sembuh agar aku bisa hidup lebih panjang untukmu, aku rajin mengikuti kemotheraphy diluar pekerjaanku dan mungkin aku akan melaksanakan operasi."

Daniel mengambil jeda, menghirup nafas dalam-dalam dan menghembusnya, berusaha menenangkan dirinya.

"tapi... bolehkah aku sedikit berharap untuk menyusulmu?"

Daniel tahu gadisnya tidak akan setuju atas ide gilanya itu,

tapi biarlah waktu yang menjawab dan Daniel tinggal menjalani takdirnya,

apakah takdirnya akan mengijinkan ia untuk hidup lebih lama atau harus segera menemui kekasih hatinya, Kim Yoora di atas sana dan hidup bahagia bersama.

Epilog pertama~ nantikan epilog kedua besok ya :)

Adore you {Kang Daniel ff}Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang